Meksiko Naikkan Pajak Sektor Perbankan Untuk Kerek Penerimaan

Meksiko saat ini sedang dihadapkan defisit fiskal yang cukup tinggi. Oleh karena itu, pemerintah Meksiko saat ini sedang mempertimbangkan untuk menerapkan kebijakan di sektor perpajakan untuk meningkatkan penerimaan di sektor perpajakan. Salah satu cara untuk meningkatkan penerimaan tersebut adalah dengan cara menaikkan pajak di sektor perbankan. Upaya pemerintah Meksiko tersebut akan difokuskan kepada bank-bank yang didominasi oleh pemberi pinjaman besar dari Amerika Serikat dan Spanyol.

Pemerintah Meksiko berencana untuk menerapkan windfall tax atau pajak tambahan yang dibebankan oleh pemerintah ketika perusahaan memperoleh keuntungan besar yang tidak terduga, terutama ketika perusahaan terbantu oleh kondisi ekonomi. Akan tetapi, rencana tersebut hingga saat ini belum dilaksanakan.

Defisit fiskal di Meksiko saat ini mencapai level tertinggi sejak tahun 1980-an. Salah satu calon presiden dalam pemilu yang akan digelar Juni 2024 mendatang, Claudia Sheinbaum, menyatakan tantangan terbesar jika dirinya terpilih menjadi presiden adalah mengurangi defisit fiskal yang terjadi. Pihaknya saat ini tengah menganalisa situasi ekonomi sambil menunggu proses pemilihan presiden berlangsung.

Berdasarkan catatan Financial Times, sektor perbankan di Meksiko didominasi oleh bank-bank asing. Salah satunya adalah BBVA dari Spanyol. BBVA memperoleh hamper setengah keuntungannya di Meksiko tahun 2023 lalu. Bank asing lain yaitu Santander yang juga berasal dari Spanyol, memiliki pendapatan yang cukup signifikan dari operasional di Meksiko.

Baca juga: Mengenal Instrumen Hak Gadai Pajak Amerika Serikat

BBVA dan Santander saat ini telah membayar windfall tax atas keuntungan dari operasi mereka di Spanyol atas penerapan peraturan oleh pemerintah Spanyol. Akan tetapi kedua bank tersebut sedang berusaha membatalkan pajak yang telah dibayarkan tersebut melalui pengadilan karena pajak ini sudah mengurangi sekitar 3% dari keuntungan kedua grup bank tersebut.

Presiden Meksiko yang akan lengser pada September 2024 ini, Lopez Obrador, sempat mengecam peran kekuatan kolonial Spanyol dalam perekonomian Meksiko. Akan tetapi, selama masa jabatannya Obrador tidak terlau ikut campur dalam sektor keuangan karena dirinya menganggap lebih penting kesejahteraan ekonomi secara keseluruhan.

Sektor perbankan negara di benua Amerika ini telah menjadi sorotan dalam beberapa waktu ke belakang. Pasalnya, penerimaan pajak Meksiko saat ini menjadi yang terendah dari seluruh anggota OECD (Organization for Economic Co-operation and Development). Penerimaan pajak Meksiko hanya sekitar 16,9% dari produk domestik bruto (PDB) pada tahun 2022. Angka tersebut sangat jauh di bawah rata-rata yang berada di sekitar 34%.

Baca juga: Tantangan Penerimaan Pajak Pekerja Sektor Informal

Otoritas pajak Meksiko telah mengambil pendekatan yang cukup agresif dalam penegakkan pajak terutama kepada perusahaan besar. Hal ini menimbulkan banyak protes yang menilai praktik tersebut adalah sebuah bentuk pemerasan. Di sisi lain, sektor asuransi juga terlibat konflik dengan otoritas pajak akibat pemotongan PPN pada pembayaran dan kewajiban retroaktif.

Menghadapi tantangan tersebut, presiden selanjutnya harus memiliki strategi untuk meningkatkan pendapatan baru. Menurut Partner Firma Hukum CMS WLL Angel Escalante-Carpio, sektor perbankan menjadi sektor yang paling masuk akal untuk dijadikan sasaran penerimaan pajak.

Windfall Tax di Negara Lain

Hingga saat ini, windfall tax sendiri belum pernah diterapkan di Indonesia. Pemerintah menyatakan pihaknya tidak memiliki rencana untuk menerapkan windfall tax lewat peningkatan tarif PPh. Menurut pemerintah, akan lebih memilih menerapkan windfall tax lewat instrument bea keluar.

Windfall tax memang diandalkan oleh beberapa negara di dunia untuk meningkatkan penerimaan. Negara-negara seperti Ceko, Hungaria, Lithuania, dan Italia menerapkan windfall tax pada sektor perbankan. Sementara Portugal memberlakukan windfall tax pada sektor distribusi produk pangan. 

Baca juga Berita dan Artikel Pajakku lainnya di Google News