Kamu Pengurus Pajak Perusahaan? Ini 4 Cara Pajakku Bisa Bantu Kerjaanmu

Pengurus pajak perusahaan atau sering dikenal sebagai tax officer adalah orang yang bertugas melakukan segala pencatatan, pembayaran, pelaporan, hingga pengawasan proses administrasi yang berkaitan dengan pajak suatu perusahaan.

Pegawai di bidang perpajakan biasanya bekerja pada divisi atau departemen keuangan menjadi salah satu bagian terpenting dalam suatu struktur perusahaan. Maka tak dipungkiri bahwa banyaknya urusan perpajakan membuat mereka pusing dan kewalahan.

Pajakku (PT. Mitra Pajakku) sebagai salah satu Penyedia Aplikasi Perpajakan (PJAP) yang juga menjadi mitra strategis Direktorat Jenderal Pajak pun turut hadir memberikan solusi kepada para pengurus pajak perusahaan.

Lantas, seberapa penting sih keberadaan tax officer pada sebuah perusahaan? Apa saja tugas dan tanggung jawab mereka? Serta, bagaimana cara Pajakku membantu pekerjaan mereka? Yuk, simak artikel ini untuk lihat jawabannya.

 

Tugas Pengurus Pajak Perusahaan

Sebelum mengetahui cara Pajakku membantu kerja para pengurus pajak perusahaan menjadi lebih efisien, mari kenali terlebih dahulu tugas-tugas tax officer pada sebuah perusahaan.

Tax officer suatu perusahaan tentu erat kaitannya dengan urusan pajak, maupun aspek-aspek yang mempengaruhi pajak suatu perusahaan. Umumnya, administrasi pajak yang ditangani meliputi PPh Pasal 21/26, PPh Pasal 22, PPh Pasal 23/26, PPh Pasal 24, PPh Pasal 4 ayat (2), PPh Badan, PPN, serta PPnBM.

Berikut ini rincian beberapa tugas dan tanggung jawab dari tax officer:

Menghitung Besaran Pajak yang Harus Dibayar Perusahaan Dalam Periode Tertentu

Suatu perusahaan memiliki kewajiban untuk menyetor dan melaporkan pajak pada periode tertentu, baik bulanan maupun tahunan.

Maka dari itu, tax officer bertugas mencari tahu dan menghitung berapa besar pajak yang harus ditanggung perusahaan dalam satu periode serta menghitung potensi pengurangan pajak yang mungkin dilakukan secara legal untuk mengurangi pengeluaran atau beban perusahaan.

Tax officer harus memahami perhitungan terkait pendapatan perusahaan, biaya pengelolaan maupun operasional, serta modal yang masuk untuk digunakan sebagai dasar perhitungan pajak.

Membayar dan Melaporkan Pajak Secara Tepat Waktu

Selain menghitung potensi nilai pajak yang harus dibayar suatu perusahaan, tax officer juga harus melakukan pembayaran dan pelaporan pajak secara tepat waktu.

Dengan kata lain, tugas ini merupakan salah satu tugas utama seorang tax officer. Lantaran, tugas tersebut memerlukan keahlian dan pengetahuan yang mumpuni agar perusahaan tidak terkena denda pajak.

Baca juga Ini Dia Pengaruh NIK dan NITKU Menjadi NPWP Terhadap Administrasi Perpajakan

Membuat Rencana Strategi Pajak Perusahaan

Dengan adanya perencanaan pajak (tax planning), perusahaan jadi lebih tahu seberapa besar pajak yang harus dibayar, dan menyiapkan uang sejumlah besaran pajak yang harus dibayar.

Tak hanya itu, perencanaan pajak juga akan menyelamatkan perusahaan dari keterlambatan membayar pajak dan terhindar dari sanksi perpajakan. Oleh karena itu, tax officer tidak boleh sembarangan dalam menjalankan tugas ini.

Membuat Laporan Keuangan Fiskal dan Komersial

Seorang tax officer harus bisa menerapkan kegiatan akuntansi atas suatu aktivitas perpajakan. Hingga menyajikannya dalam laporan keuangan fiskal maupun komersial.

Hal ini bukanlah tugas yang mudah bagi tax officer. Pasalnya, laporan keuangan pada akuntansi komersial dan akuntansi fiskal (pajak) berbeda.

Mencatat Data Transaksi Bisnis Perusahaan

Seperti yang telah diketahui, bahwa perpajakan adalah bagian dari keuangan atau akuntansi. Sehingga, tak jarang juga seorang tax officer ditugaskan membuat ataupun mencatat data pembelian, penjualan, hingga pembayaran customer dan supplier.

Hal ini terjadi karena data-data tersebut juga berkaitan dengan pajak. Misalnya, data pembelian atau penjualan yang membuat pihak perusahaan menjadi pemotong/pemungut pajak dari PPN dan PPnBM.

 

4 Cara Pajakku Bantu Kerjaan Pengurus Pajak Perusahaan

Secara umum, tugas seorang tax officer adalah menangani, mencatat, melakukan kalkulasi dan analisa, melaporkan, hingga membuat strategi pajak yang berkaitan dengan keuangan bisnis suatu perusahaan.

Tak hanya itu, seorang tax officer juga harus bisa menyusun laporan yang sesuai dengan peraturan pajak yang berlaku. Dengan tugas dan tanggung jawab yang begitu banyak, setiap perusahaan disarankan untuk memiliki tax officer sendiri yang mumpuni.

Namun, karena keterbatasan yang dimiliki perusahaan kecil, akhirnya banyak pengusaha memilih jasa konsultan pajak atau bahkan memilih tidak melaporkan pajaknya. Oleh karena itu, untuk mempermudah urusan perpajakan, Anda bisa menggunakan aplikasi Pajakku yang menyediakan layanan administrasi berbagai jenis pajak.

Pajakku senantiasa menyediakan aplikasi end-to-end perpajakan dengan layanan One Stop Solution in TAXnologies yang meliputi proses Daftar-Hitung-Bayar-Lapor. Aplikasi berbasis website dan API ini dapat digunakan oleh pengurus pajak perusahaan (tax officer) maupun pengusaha secara langsung yang mengurus pajak banyak perusahaan.

Baca juga Kenali Penyebab Ekonomi Global Gelap di Tahun 2023

 

1.  NPWP Registration: Urus dan Validasi NPWP Secara Online

Layanan aplikasi perpajakan ini akan memudahkan registrasi NPWP, validasi Wajib Pajak, dan konfirmasi status Wajib Pajak secara online, cepat, praktis, dan real time. Adapun, aplikasi Pajakku yang dimaksud adalah e-Konfirmasi Status Wajib Pajak (e-KS Pajakku). Dengan menggunakan e-KS, tax officer tidak perlu lagi mengantri di KPP untuk melakukan cek status Wajib pajak dan registrasi NPWP. 

2.  Tax Calculation: Hitung Pajak Secara Otomatis

Tingkatkan kinerja dan produktivitas tim Anda dengan meninggalkan cara hitung pajak secara manual dan inefisiensi. Sebab, Pajakku hadir membantu Anda dalam mengolah data pajak baik seluruh pasal PPh maupun PPN dengan cepat, aman, tepat, akurat, dan terenkripsi.

Kelola ribuan hingga jutaan Bukti Potong PPh Unifikasi & PPh 21 secara otomatis menggunakan e-PPT Pajakku, dan Faktur Pajak melalui Tarra e-Faktur Pajakku. Dengan layanan Pajakku, perhitungan pajak tak lagi memakan waktu dan berpotensi human error.

Tak perlu khawatir, fitur hitung otomatis pada aplikasi Pajakku ini selalu menyesuaikan aturan perhitungan pajak terbaru yang berlaku, loh!

3.  Billing Code dan Tax Payment: Buat ID Billing Sekaligus Bayar Pajak Secara Online

Untuk mempermudah proses administrasi perpajakan, tax officer dapat menggunakan e-Bill Pajakku. Melalui e-Bill Pajakku, tax officer dapat membuat kode billing secara online untuk berbagai Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS).

Tak hanya buat kode billing, Anda bisa langsung bayar kode billing tersebut melalui bank persepsi yang tersedia, seperti BNI Direct, CMS BRI, MCM Mandiri, CIMB Niaga, dan MPN Pajakku. Bayar pajak jadi mudah, kapanpun dan dimanapun!

4.  Tax Filing: Lapor Pajak Secara Online

Lapor semua jenis pajak atau SPT Pajak perusahaan dengan status pembayaran dan pembetulan apa pun melalui e-Filing Pajakku dengan mudah, cepat, dan efisien. BPE pun dapat diunduh dalam aplikasi yang sama.

Gunakan aplikasi e-Filing Pajakku agar perusahaan Anda terhindar dari sanksi karena terlambat melapor pajak.

Itulah 4 cara Pajakku membantu pekerjaan pengurus pajak. Yuk, segera urus perpajakan perusahaan Anda di Pajakku. Untuk informasi selengkapnya, silahkan hubungi marketing@pajakku.com atau 0804-1-501-501.