Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kamrussamad telah meminta salah satu orang terkaya di Indonesia yang juga menjadi Chairman CT Corp, Chairul Tanjung untuk mengungkap data para konglomerat yang tidak membayar pajak sesuai dengan kewajibannya.
Hal tersebut disampaikan pula oleh Kamrussamad sebagai respons atas pernyataan Chairul Tanjung (CT) dalam acara puncak perayaan Hari Pajak 2022 di Jakarta. Saat itu, Chairul Tanjung menyebutkan bahwa masih terdapat banyak pengusaha ynag belum masuk rada Direktorat Jenderal Pajak, sehingga tidak membayar pajak sesuai dengan kewajibannya.
Baca juga Chairul Tanjung Rayakan Hari Pajak 2022, Ini Pesannya
Kamrussamad menilai bahwa Chairul Tanjung telah menyampaikan poin yang sangat tepat, yaitu pemerintah perlu untuk fokus memburu para wajib pajak kelas kakap, bukan hanya wajib pajak yang telah terdaftar di Ditjen Pajak. Namun, menurutnya Chairul Tanjung tidak cukup sekedar memberikan saran, ia pun harus mengungkap nama-nama pengusaha yang tidak patuh tersebut.
Masukan dari Chairul Tanjung ini ditujukan agar pemerintah berburu pajak di ‘hutan’ bukan di kebun binatang. Hal tersebut merupakan saran yang penting. Namun, Kamrussamad mengatakan daripada hanya mengeluh, Chairul Tanjung seharusnya dapat mengungkap data pemilik uang yang belum terjangkau pajak.
Baca juga Fakta Hari Pajak di Indonesia
Anggota dewan dari fraksi partai Gerindra ini pun yakin bahwa terdapat banyak pengusaha kelas kakap yang belum tersentuh pajak, padahal harta yang dimiliki bisa mencapai triliunan. Adapun, upaya untuk mengejar mereka bukan hanya dapat meningkatkan penerimaan negara, melainkan juga mendorong rasio perpajakan atau tax ratio.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, tax ratio pada tahun 2014 pernah mencapai 13,7 persen, tetapi terus menurun hingga tahun 2021 menjadi hanya 9,1 persen. Menteri Keuangan Sri Mulyani pernah menyebutkan bahwa tax ratio Indonesia merupakan yang terendah dari negara-negara pembanding, baik di ASEAN ataupun di forum elit G20.
Kamrussamad juga mengatakan, meskipun target penerimaan pajak tahun 2021 telah terlampaui, tetapi perlu diingat, tax ratio memiliki tren yang cenderung menurun, bahkan termasuk terendah di Asia Pasifik. Ia pun mengutip isi publikasi Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) bertopik Revenue Statistics in Asian and Pacific Economies 2019, bahwa tax ratio Indonesia adalah yang terendah dari negara-negara lainnya di Kawasan Asia Pasifik.









