Fitur Posting SPT pada Coretax berfungsi untuk memperbarui dan menyinkronkan data perpajakan saat pelaporan SPT Tahunan. Melalui tombol ini, sistem akan menarik data seperti bukti potong (bupot), daftar harta, utang, anggota keluarga, hingga pembayaran pajak yang telah dilakukan.
Namun, dalam praktiknya, tak sedikit Wajib Pajak mengalami kendala di mana data tidak muncul meski sudah klik Posting SPT. Menanggapi hal ini, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melalui Kring Pajak memberikan penjelasan dan solusi yang bisa dilakukan.
Kenapa Data Tidak Muncul setelah Klik Posting SPT?
Secara umum, tombol Posting SPT akan menarik data yang sudah tersedia di sistem agar tampil otomatis di formulir pelaporan. Jika data belum muncul, kemungkinan penyebabnya, antara lain:
- Data memang belum ter-input atau belum tersedia di sistem.
- Sinkronisasi belum berhasil karena gangguan teknis.
- Koneksi internet tidak stabil.
- Cache dan cookies pada browser menghambat proses pemuatan data.
Sebelum panik, pastikan terlebih dahulu bahwa kendala bukan berasal dari faktor teknis sederhana.
Baca Juga: Fungsi Posting SPT bagi Orang Pribadi dan Badan pada SPT Tahunan Coretax
Solusi jika Data Belum Tersinkronisasi
Apabila data seperti harta atau bukti potong belum juga muncul, berikut beberapa langkah yang bisa dicoba:
- Tambahkan Data secara Manual
Jika data tidak ter-generate otomatis, Wajib Pajak tetap dapat menginput data secara manual dengan cara:- Klik tombol Tambah pada menu terkait.
- Gunakan fitur Impor Data jika tersedia.
- Pastikan Koneksi Internet Stabil
Sinkronisasi data memerlukan jaringan yang lancar. Gunakan koneksi yang stabil agar sistem dapat menarik data dengan optimal. - Hapus Cache dan Cookies Browser
Membersihkan cache dan cookies dapat membantu memperbaiki kendala tampilan atau kegagalan pemuatan data pada Coretax. - Gunakan Mode Private atau Incognito
Coba akses Coretax melalui:- Private browser (Mozilla)
- Incognito window (Chrome)
- Gunakan Perangkat atau Jaringan Lain
Jika kendala masih terjadi, coba:- Browser yang berbeda
- Perangkat lain
- Jaringan internet lain
- Klik Tombol Refresh
Apabila bukti potong belum muncul di menu Dokumen Saya, klik tombol refresh untuk memperbarui tampilan data pada halaman Coretax.
Mengapa Posting SPT Penting?
Perlu dipahami, fitur Posting SPT memiliki fungsi krusial dalam pelaporan SPT Tahunan, antara lain:
- Menarik bukti potong yang sudah ter-prepopulated dari pemberi kerja.
- Memperbarui data pembayaran dan angsuran PPh.
- Menampilkan data pemegang saham atau pemilik modal (untuk SPT Tahunan PPh Badan).
- Menarik data penyusutan atau amortisasi fiskal.
Karena itu, memastikan data telah tersinkronisasi dengan benar menjadi langkah awal yang penting sebelum SPT dikirimkan.
Dengan memahami penyebab dan solusinya, wajib pajak dapat mengatasi kendala data tidak muncul secara lebih cepat sehingga pelaporan SPT Tahunan tetap berjalan lancar dan sesuai ketentuan.
Baca Juga: Data Hasil Posting SPT Terhapus? Begini Cara Mengembalikannya
FAQ Seputar Data Tidak Muncul setelah Posting SPT
1. Kenapa data tidak muncul setelah klik Posting SPT?
Data bisa saja belum tersedia atau belum tersinkronisasi di sistem. Selain itu, kendala teknis seperti koneksi internet tidak stabil atau cache browser yang menumpuk juga dapat memengaruhi proses penarikan data.
2. Apakah data bisa diinput manual jika tidak muncul otomatis?
Bisa. Wajib Pajak tetap dapat menambahkan data secara manual melalui tombol Tambah atau menggunakan fitur Impor Data pada menu yang tersedia.
3. Apakah Posting SPT wajib diklik sebelum kirim SPT?
Ya, sebaiknya diklik terlebih dahulu. Fitur ini berfungsi untuk memperbarui dan menarik data terbaru seperti bukti potong, pembayaran pajak, hingga data harta sebelum SPT dikirimkan.
4. Bagaimana jika bukti potong (bupot) tidak muncul di Dokumen Saya?
Wajib pajak dapat mencoba klik tombol refresh, memastikan koneksi internet stabil, atau mengakses Coretax melalui mode incognito/private browser.
5. Apakah masalah ini sering terjadi saat pelaporan SPT Tahunan?
Kendala sinkronisasi dapat terjadi, terutama saat trafik pelaporan tinggi. Karena itu, disarankan untuk mencoba secara berkala atau menggunakan perangkat dan jaringan yang berbeda jika diperlukan.







