Komisi Yudisial (KY) resmi membuka seleksi calon hakim agung (CHA) tahun 2026 untuk mengisi sejumlah posisi di Mahkamah Agung (MA). Seleksi ini menjadi perhatian karena turut membuka formasi untuk kamar tata usaha negara (TUN) khusus pajak.
Ketentuan seleksi tersebut tertuang dalam Pengumuman KY Nomor 1/PENG/PIM/RH.01.01/03/2026 dan dilaksanakan atas permintaan MA. KY pun mengundang warga negara Indonesia terbaik untuk mengikuti proses seleksi ini.
Ada Formasi Kamar Pajak, Ini Artinya
Formasi kamar TUN khusus pajak menjadi salah satu peluang strategis dalam seleksi kali ini. Posisi ini berperan penting dalam menangani sengketa perpajakan yang kian kompleks.
- Membuka peluang bagi praktisi dan akademisi pajak untuk masuk ke Mahkamah Agung
- Memperkuat kualitas putusan dalam sengketa perpajakan
- Mendukung kepastian hukum di bidang pajak
Dengan adanya formasi ini, keahlian di bidang hukum pajak menjadi nilai tambah yang signifikan bagi calon peserta.
Syarat Hakim Karier
Bagi calon dari jalur hakim karier, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, antara lain:
- Warga negara Indonesia dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
- Berusia minimal 45 tahun
- Berijazah magister di bidang hukum
- Memiliki pengalaman minimal 20 tahun sebagai hakim, termasuk pernah menjadi hakim tinggi
- Mampu secara jasmani dan rohani
- Tidak pernah dijatuhi sanksi sedang atau berat terkait pelanggaran kode etik hakim
Persyaratan ini menekankan pada pengalaman panjang di lingkungan peradilan serta rekam jejak integritas.
Baca Juga: Mulai 2027, Pengadilan Pajak Bakal Bernaung di Bawah Mahkamah Agung
Syarat Hakim Nonkarier
Sementara itu, bagi calon nonkarier, ketentuan yang harus dipenuhi meliputi:
- Warga negara Indonesia dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
- Berusia minimal 45 tahun
- Berpengalaman minimal 20 tahun di bidang hukum atau akademisi
- Memiliki gelar doktor dan magister di bidang hukum sesuai keahlian, termasuk hukum pajak
- Tidak pernah dijatuhi pidana berat dengan ancaman 5 tahun atau lebih
- Tidak pernah dijatuhi sanksi disiplin
Jalur ini membuka kesempatan bagi profesional hukum, termasuk konsultan dan akademisi pajak.
Jadwal dan Cara Pendaftaran
Pendaftaran seleksi dilakukan secara daring melalui laman resmi KY dan dibuka mulai 26 Maret hingga 16 April 2026.
- Pendaftaran dilakukan melalui laman rekrutmen.komisiyudisial.go.id
- Dokumen persyaratan wajib diunggah dalam format PDF
- Batas akhir pengunggahan dokumen: 16 April 2026 pukul 23.59 WIB
Peserta perlu memastikan seluruh dokumen lengkap agar dapat lolos tahap administrasi.
Tahapan Seleksi
Peserta yang mendaftar akan melalui beberapa tahapan seleksi sebagai berikut:
- Seleksi administrasi
- Seleksi kualitas
- Seleksi kesehatan dan kepribadian
- Wawancara
Calon yang lolos seluruh tahapan akan diusulkan kepada DPR untuk mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).
Baca Juga: Resmi Jabat Hakim Agung TUN Pajak, Intip Profil Budi Nugroho dan Diana Ginting
FAQ Seputar Seleksi Calon Hakim Agung 2026
1. Kapan pendaftaran seleksi calon hakim agung 2026 dibuka?
Pendaftaran dibuka mulai 26 Maret hingga 16 April 2026. Seluruh proses dilakukan secara online melalui laman resmi Komisi Yudisial.
2. Apakah ada formasi khusus untuk bidang pajak?
Ya, seleksi tahun ini membuka formasi untuk kamar tata usaha negara (TUN) khusus pajak, sehingga menjadi peluang bagi ahli hukum pajak.
3. Siapa saja yang bisa mendaftar seleksi ini?
Seleksi terbuka untuk hakim karier maupun nonkarier, termasuk praktisi hukum dan akademisi, selama memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
4. Apa saja tahapan seleksi calon hakim agung?
Tahapan seleksi meliputi seleksi administrasi, seleksi kualitas, pemeriksaan kesehatan dan kepribadian, serta wawancara sebelum masuk tahap uji kelayakan di DPR.
5. Bagaimana cara mendaftar seleksi calon hakim agung?
Pendaftaran dilakukan secara online dengan mengunggah dokumen persyaratan dalam format PDF melalui situs rekrutmen.komisiyudisial.go.id sebelum batas waktu yang ditentukan.







