Sektor mineral dan batu bara (minerba) diketahui masih menjadi tulang punggung sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) dalam menyumbangkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) ke negara. Realisasi PNBP sektor minerba di 2023 ini mencapai Rp172,96 triliun. Angka ini setara dengan 58% dari total PNBP sektor ESDM pada 2023 senilai Rp300,3 triliun. Realisasi PNBP sektor ESDM ini jauh melebihi target awal yaitu Rp254 triliun.
Plt. Dirjen Minerba Kementerian ESDM Bambang Suswantono menyebutkan bahwa realisasi PNBP minerba mencapai Rp172,96 triliun atau 118,41% dari target yang ditetapkan yaitu Rp146,07 triliun. Bambang menyebutkan bahwa faktor utama pendorong peningkatan PNBP minerba pada 2023 ialah fluktuatifnya harga komoditas mineral. Misalnya, tren harga penjualan batu bara yang berubah naik-turun sejak 2021 hingga 2023.
Bambang menjelaskan pula rata-rata harga batu bara di tahun 2023 masih cukup tinggi, meskipun tren harga menurun, tetapi masih menguntungkan. Adapun, selain peningkatan harga komoditas mineral, peningkatan produksi dan penjualan komoditas mineral pun turut mendorong peningkatan PNBP minerba sepanjang 2023.
Jika dirincikan, produksi batu bara di 2023 mencapai hingga 775,2 juta ton. Sementara, pada produksi nikel mencapai 71.400 ton dan produksi ferronickel mencapai 535.200 ribu ton. Peningkatan produksi dan penjualan komoditas mineral turut meningkatkan PNBP minerba.
Baca juga: Mengenal Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan
Realisasi Produksi dan Pemanfaatan Mineral 2023
Selama 2023, terdapat realisasi produksi dan pemanfaatan mineral sebagai berikut:
- Produksi komoditas emas yang terealisasi sebanyak 83 ton atau di bawah target 2023 yaitu 106 ton
- Produksi komoditas perak terealisasi sebanyak 348,6 ton atau lebih rendah dari target produksi 2023 sebanyak 489 ton
- Komoditas timah terealisasi sebanyak 67.600 ribu ton atau di bawah target produksi 2023 yaitu 70.000 ton
- Komoditas ferronickel terealisasi sebanyak 535.200 ton atau di bawah target produksi 2023 sebanyak 628.900 ton
- Komoditas nickel matte terealisasi sebanyak 71.400 ton atau di bawah target produksi pada 2023 yaitu 75.000 ton.
Kemudian, Bambang pun menjelaskan kontribusi PNBP minerba yang besar menjadi kabar baik bagi pembangunan nasional. Dengan kontribusi PNBP minerba yang besar ini, maka pemerintah dapat lebih optimal dalam mendukung pembangunan nasional.







