Di Indonesia, budaya penukaran uang baru untuk Lebaran merupakan sebuah tradisi yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Hari Raya Idulfitri. Idulfitri adalah momen penting bagi umat Islam di Indonesia yang menandai berakhirnya bulan Ramadan. Salah satu kegiatan yang kerap dilakukan dalam rangka menyambut Lebaran adalah persiapan secara menyeluruh, termasuk dalam hal keuangan.
Tradisi penukaran uang baru untuk Lebaran di Indonesia memiliki sejarah yang panjang dan telah menjadi kebiasaan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Meskipun tidak ada ketentuan agama yang mengharuskan penukaran uang baru, praktek ini telah menjadi bagian dari budaya sosial masyarakat Indonesia yang telah terjadi selama puluhan tahun. Penukaran uang baru ini biasanya dilakukan beberapa hari atau bahkan minggu sebelum hari Lebaran tiba.
Salah satu alasan utama mengapa orang-orang di Indonesia ingin memiliki uang baru saat Lebaran adalah untuk memberikan hadiah kepada keluarga, kerabat, dan sahabat. Pemberian uang yang baru dianggap sebagai simbol keberkahan dan keberuntungan bagi penerima, sehingga hal ini telah menjadi tradisi yang sangat dihargai. Selain itu, uang baru juga dianggap lebih bersih dan layak untuk diberikan sebagai hadiah, karena dapat menunjukkan kehormatan dan rasa hormat terhadap penerima.
Bank Indonesia sebagai bank sentral yang mengatur peredaran uang di masyarakat pun telah mempersiakpan hal ini. Untuk menyambut Lebaran tahun ini, Bank Indonesia menyiapkan uang layak edar senilai Rp197,6 triliun untuk ditukarkan masyarakat demi memenuhi kebutuhan di Ramadan dan Lebaran tahun ini. Nilai tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 4,65% dibandingkan dengan realisasi penukaran uang pada tahun lalu yang sejumlah Rp188,8 triliun. Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia Marlison Hakim menyatakan pihaknya terus berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan uang di masyarakat.
Baca juga: Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan di Level 6%
Masyarakat dapat menukarkan uangnya melalui 4.264 titik layanan kantor bank umum yang tersebar di seluruh Indonesia mulai dari 15 Maret hingga 7 April 2024. BI juga telah bekerja sama dengan beberapa bank untuk melaksanakan penukaran uang, di antaranya BNI, Bank Mandiri, BRI, BTN, BCA, BSI, Bank Muamalat, Bank, DKI, CIMB Niaga, OCBC NISP, Bank Sinarmas, Bank Mega, BJB, Bank Danamon, dan Permata Bank. Selain itu, Bank Indonesia juga membuka layanan penukaran uang di beberapa lokasi strategis seperti pasar tradisional atau alun-alun kota.
Mulai 2 April hingga 5 April 2024, Bank Indonesia juga berencana menyediakan layanan penukaran uang di jalur mudik, seperti di rest area jalan tol, Pelabuhan dan stasiun kereta api. Khusus di Jakarta, layanan penukaran uang akan dilakukan di Istora Senayan pada 28 Maret sampai 31 Maret 2024.
Beberapa titik lokasi penukaran uang di sekitar Jabodetabek:
- Pasar Senen
- Pasar Pramuka
- Pasar Koja
- Pasar Rawa Bening
- Kas Keliling Kepulauan Seribu
- Pasar Tebet Barat
- Pasar Palmerah
- Pasar Kopro
- Pasar Kramat Jati
- Pasar Slipi
- Kas Keliling Kabupaten Karawang
- Kas Keliling Terpadu Istora Senayan
- Rest Area KM 57
Baca juga: Pembiayaan Sektor Buy Now Pay Later (BNPL) Diprediksi Meningkat Saat Ramadan
Bank Indonesia menyarankan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan penukaran uang rupiah, diminta untuk memesan penukaran terlebih dahulu melalui Aplikasi Penukaran dan Tarik Uang Rupiah (Pintar) melalui pintar.bi.go.id.









