Dalam upaya memperkuat edukasi pajak berbasis kolaborasi, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pajak (Pusdiklat Pajak) secara resmi meluncurkan program terbaru bernama KOMPAK, akronim dari Kolaborasi Optimal Menuju Pajak Adil dan Konsisten. Program ini menjadi inisiatif strategis untuk menjembatani pemahaman antar pihak-pihak yang terlibat langsung dalam ekosistem perpajakan, seperti wajib pajak, pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP), konsultan, kuasa wajib pajak, akademisi, serta hakim pajak.
Misi Kolaboratif Program KOMPAK
KOMPAK bukan sekadar forum diskusi, melainkan wadah strategis untuk membangun pemahaman bersama demi menciptakan sistem perpajakan yang lebih adil dan konsisten. Melalui dialog antara fiskus, pelaku usaha, praktisi pajak, dan akademisi, diharapkan tercipta sinergi yang mampu menjawab tantangan perpajakan modern.
Program ini juga menjadi bentuk komitmen Pusdiklat Pajak dalam meningkatkan kualitas pendidikan perpajakan serta mengurangi gap pemahaman regulasi antara pembuat kebijakan dan pelaksana di lapangan.
Baca Juga: Kolaborasi DJP dan BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Kepatuhan Pajak
Peluncuran Resmi KOMPAK oleh Pusdiklat Pajak
Peluncuran Program KOMPAK diselenggarakan pada tanggal 4 November 2025 di Aula Pusdiklat Pajak, Jalan Sakti Raya No.1, Kemanggisan, Jakarta Barat. Kegiatan ini diawali dengan pembukaan dan laporan kegiatan oleh Muh. Tunjung Nugroho, Kepala Pusdiklat Pajak. Dilanjutkan dengan Opening Speech dari Sudarto, Plt. Kepala BPPK, serta Keynote Speech oleh Iwan Djuniardi, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Peraturan dan Penegakan Hukum Pajak (PPHP).
Bedah Regulasi Ekonomi Digital di Peluncuran KOMPAK
Episode 1 KOMPAK mengangkat tema “Kupas Tuntas Aspek Perpajakan Ekonomi Digital”, seminar ini menghadirkan pembicara lintas bidang untuk membahas isu-isu terkini seputar regulasi pajak digital yang semakin kompleks di era transformasi digital. Acara ini dipandu oleh Rakhmindyarto (Widyaiswara Ahli Muda) sebagai moderator.
Beberapa narasumber yang tampil dalam diskusi antara lain:
- Maria R.U.D. Tambunan (Akademisi / Peneliti Bidang Perpajakan)
- Budi Primawan Sekjen Asosiasi E-Commerce Indonesia (iDEA)
- Hestu Yoga Saksama (Direktur Peraturan Perpajakan I, DJP)
- Junaidi Eko Widodo (Hakim Pengadilan Pajak)
Kehadiran para ahli ini diharapkan mampu memberikan pemahaman komprehensif mengenai tantangan dan solusi pemajakan transaksi ekonomi digital, mulai dari aspek teknis, hukum, hingga praktis.
Program KOMPAK menjadi titik awal penting dalam memperluas jejaring pengetahuan dan komunikasi antar pelaku perpajakan. Lewat sinergi ini, diharapkan kebijakan dan implementasi perpajakan Indonesia ke depan bisa berjalan lebih inklusif, responsif, dan konsisten terhadap dinamika ekonomi digital.
Baca Juga: Dorong Perbaikan Kepatuhan Pajak, DJP Teken Kerja Sama dengan BKPM
FAQ Seputar Program KOMPAK Pusdiklat Pajak
1. Apa itu Program KOMPAK dari Pusdiklat Pajak?
Program KOMPAK (Kolaborasi Optimal Menuju Pajak Adil dan Konsisten) adalah inisiatif terbaru Pusdiklat Pajak untuk memperkuat edukasi pajak berbasis kolaborasi. Program ini menjembatani pemahaman antara wajib pajak, DJP, konsultan pajak, akademisi, dan hakim pajak agar tercipta sistem perpajakan yang adil dan konsisten.
2. Apa tujuan utama Program KOMPAK?
Tujuan KOMPAK adalah membangun sinergi antara pembuat kebijakan, pelaksana, dan masyarakat pajak. Melalui dialog dan edukasi bersama, program ini ingin mengurangi kesenjangan pemahaman regulasi serta meningkatkan kepatuhan dan keadilan pajak di Indonesia.
3. Kapan Program KOMPAK diluncurkan secara resmi?
Program KOMPAK diluncurkan pada 4 November 2025 di Aula Pusdiklat Pajak, Kemanggisan, Jakarta Barat, dengan sambutan dari pejabat Kementerian Keuangan dan para ahli perpajakan nasional.
4. Siapa saja yang hadir dalam peluncuran KOMPAK?
Peluncuran KOMPAK dihadiri oleh tokoh penting seperti Muh. Tunjung Nugroho (Kepala Pusdiklat Pajak), Sudarto (Plt. Kepala BPPK), dan Iwan Djuniardi (Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang PPHP).
5. Apa topik utama yang dibahas dalam Episode 1 KOMPAK?
Episode pertama mengangkat tema “Kupas Tuntas Aspek Perpajakan Ekonomi Digital”, membahas tantangan dan solusi pemajakan transaksi digital di era transformasi ekonomi.
6. Siapa narasumber dalam KOMPAK Episode 1?
Beberapa narasumber yang hadir yaitu:
- Maria R.U.D. Tambunan, Akademisi dan Peneliti Pajak
- Budi Primawan, Sekjen Asosiasi E-Commerce Indonesia (iDEA)
- Hestu Yoga Saksama, Direktur Peraturan Perpajakan I DJP
- Junaidi Eko Widodo, Hakim Pengadilan Pajak
7. Apa manfaat Program KOMPAK bagi wajib pajak dan masyarakat?
Program KOMPAK memberi ruang bagi wajib pajak untuk memahami langsung kebijakan dari regulator, berdialog dengan ahli pajak, serta memperkuat literasi pajak agar kepatuhan meningkat dan kebijakan lebih transparan.
8. Mengapa Pusdiklat Pajak membuat program seperti KOMPAK?
KOMPAK dibuat sebagai wadah kolaboratif untuk memperkuat edukasi pajak yang inklusif, menghubungkan dunia akademik, pelaku usaha, dan pemerintah agar kebijakan perpajakan lebih adaptif terhadap perubahan zaman.
9. Apakah Program KOMPAK akan berlanjut ke episode lain?
Ya. Episode 1 adalah pembuka dari seri KOMPAK berikutnya yang akan rutin membahas topik-topik strategis perpajakan, termasuk pajak ekonomi digital, UMKM, hingga kebijakan fiskal masa depan.
10. Bagaimana cara mengikuti kegiatan KOMPAK selanjutnya?
Informasi mengenai jadwal dan pendaftaran KOMPAK dapat diperoleh melalui situs resmi Pusdiklat Pajak Kemenkeu atau kanal media sosial resminya.









