Secara umum, konsep teller bank adalah pegawai bank yang tugasnya memberikan pelayanan kepada nasabah terkait dengan kebutuhan perbankan. Kebutuhan tersebut dapat berupa menyimpan uang, mentransfer uang, mencairkan cek, dan lainnya.
Istilah lain teller Bank adalah frontline officer, karena berada di barisan depan bank, maka bisa dikatakan teller merupakan representasi atau cerminan dari reputasi bank. Peran teller bank adalah merepresentasikan sikap dan pelayanan bank kepada nasabah.
Kemampuan yang Wajib Dimiliki Teller Bank
Seperti yang kita ketahui, tugas seorang teller adalah melayani pelanggan. Oleh karena itu, seorang teller harus memiliki beberapa kemampuan. Berikut penjelasannya.
-
Kemampuan Matematika
Karir teller mengharuskan Anda berurusan dengan angka aritmatika setiap hari. Oleh karena itu, keterampilan berhitung dan logika matematika sangat penting untuk posisi ini. Jika Anda adalah salah satu orang yang tidak menyukai matematika, Anda harus mempertimbangkan kembali keputusan Anda untuk berkarir di bidang berikut.
-
Pandai Berkomunikasi
Selain kemampuan matematika, keterampilan yang harus dimiliki seorang kasir adalah kemampuan komunikasi. Jika Anda pandai membuat orang memperhatikan apa yang Anda katakan, maka posisi ini mungkin cocok untuk Anda.
-
Kemampuan Pengoperasian Komputer
Di era digital ini, teller juga harus memiliki kemampuan mengoperasikan komputer. Sebab, hampir semua jenis transaksi perbankan dilakukan secara elektronik. Tak hanya itu, teller juga harus bekerja cepat karena harus melayani nasabah dalam jumlah besar.
-
Kemampuan Manajemen Krisis
Teller membutuhkan keterampilan manajemen krisis karena mereka harus menghadapi masalah yang tidak terduga. Misalnya saat berhadapan dengan nasabah yang tidak mau antre atau panik, karena ada masalah dengan banknya. Teller harus bisa menangani situasi.
Syarat Menjadi Teller Bank
Untuk menjadi teller bank, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Kondisi tersebut meliputi persyaratan pendidikan, ketelitian, kejujuran dan penampilan yang menarik. Berikut ulasan lengkapnya.
-
Pendidikan
Sebagian besar karir teller membutuhkan setidaknya diploma. Namun, masih ada beberapa yang membutuhkan minimal lulusan SMA. Sebenarnya, jurusan ini bisa jurusan apa saja, asalkan memenuhi persyaratan bank. Karena pihak bank akan mengadakan pelatihan khusus untuk karyawan baru nantinya.
-
Teliti
Secara menyeluruh tugas seorang teller adalah melayani banyak nasabah dengan banyak transaksi setiap harinya. Nilai nominal transaksi ini juga tidak sedikit, bisa mencapai ratusan hingga miliaran rupiah dalam sehari. Oleh karena itu, ketelitian diperlukan untuk melakukan tugas ini.
-
Kejujuran
Bank harus mampu menjaga kepercayaan nasabah dengan simpanan kecil maupun besar. Oleh karena itu, kejujuran merupakan karakter yang harus dimiliki oleh para praktisi bank, termasuk teller atau front line position.
-
Berpenampilan Menarik
Tidak jarang seorang teller terlihat menarik. Meski bukan syarat mutlak, teller harus berpenampilan menarik. Hal ini tidak terlepas dari kenyataan bahwa teller merupakan perwakilan atau cerminan bank kepada nasabah.
Baca juga: Pajak Profesi: Pajak atas Penghasilan Perdana Menteri
Tanggung Jawab dan Tugas Teller Bank
Tugas dan Tanggung Jawab dari teller bank adalah sebagai berikut:
-
Melayani Nasabah
Tugas teller bank yaitu memerhatikan rencana kesepakatan pelanggan serupa setor tunai, pelepasan dana, dan transfer. Teller bank juga berprofesi memerhatikan kesepakatan perbankan lainnya serupa remunerasi tagihan, deposito, dan pembelian valuta asing.
-
Mengecek Identitas Nasabah
Tanggung jawab teller sebelum memproses transaksi nasabah yakni melakukan verifikasi identitas nasabah. Data yang dicek antara lain alamat, tanggal lahir, dan nama bank. Di samping itu pula, teller juga wajib melakukan verifikasi jumlah serta keaslian uang tunai yang telah diterima dari nasabah.
-
Input Data Transaksi Pada Sistem
Setiap transaksi yang berkaitan dengan perbankan wajib didokumentasikan ke komputer guna dikirim ke sistem perbankan. Setelah itu, teller bank akan menerima bukti transaksi tersebut yang akan dicetaknya melalui komputer. Bukti ini perlu sekali lagi diverifikasi.
Jenis-Jenis Teller Bank
Terdapat beberapa jenis teller yang bisa dijadikan referensi bagi kalian yang ingin berkarir di bidang ini.
- Corporate teller, merupakan teller yang mempunyai tugas dalam menangani transaksi perbankan dengan pihak korporat
- Individual account teller, merupakan pegawai bank yang bertugas memproses transaksi nasabah perorangan
- Foreign exchange teller, merupakan teller yang mempunyai tugas khusus untuk memproses setoran berbentuk mata uang asing
- Local currency teller, merupakan pegawai yang bertugas memproses transaksi hanya dalam bentuk mata uang negara setempat
- Express teller, yakni pegawai bank yang bertugas memproses pembayaran tunai dengan nominal tertentu
- Mixed transaction teller, merupakan pegawai bank yang memiliki tugas dalam memproses berbagai jenis transaksi
- Special teller, merupakan pegawai bank yang memiliki tugas dalam menangani transaksi perbankan dalam jumlah besar.
Berapa Gaji Teller Bank?
Menurut beberapa sumber, saat ini, gaji teller bank sangat bervariasi menurut wilayah dan kebijakan bank. Namun, kisarannya antara Rp 3,5 juta hingga Rp 4,5 juta.
Lulusan Jurusan Apa yang Bisa Menjadi Teller Bank?
Anda mungkin bertanya-tanya lulusan jurusan apa yang bisa menjadi teller bank, sering terlihat di daftar pekerjaan. Dengan demikian, tidak ada jurusan khusus untuk menjadi teller bank. Namun, bidang yang dapat mendukung posisi ini antara lain ekonomi, manajemen, perbankan, sastra, dan bahasa asing, administrasi publik, dan hukum.
Baca juga: Pajak Profesi: Perhitungan Pajak atas Penghasilan Translator (Penerjemah)
Aspek Perpajakan Teller Bank
Seperti wajib pajak pada umumnya, Teller Bank juga dikenakan PPh Pasal 21 (PPh 21). Menurut UU Harmonisasi Perpajakan Nomor 7 Tahun 2021, ketentuan tarif PPh Pasal 21 adalah sebagai berikut:
- PKP mulai dari Rp0 sampai Rp60.000.000 akan dikenai tarif sebesar 5%
- PKP mulai dari Rp60.000.000 sampai Rp250.000.000 akan dikenai tarif sebesar 15%
- PKP mulai dari Rp250.000.000 sampai Rp500.000.000 akan dikenai tarif sebesar 25%
- PKP mulai dari Rp500.000.000 sampai Rp5.000.000.000 akan dikenai tarif sebesar 30%
- PKP lebih dari Rp5.000.000.000 akan dikenai tarif sebesar 35%.
Tarif pajak yang telah dipaparkan di atas digunakan setelah Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) dikurangi dari penghasilan bersih dalam satu tahun. Besaran penghasilan tidak kena pajak (PTKP) yang berlaku bagi teller bank yakni sebagai berikut:
- Bagi diri wajib pajak orang pribadi (WPOP) dikenakan Rp 54.000.000
- Tambahan bagi wajib pajak yang telah kawin sebesar Rp 4.500.000
- Bagi istri yang memiliki penghasilan digabung dengan penghasilan yang dimiliki suami sebesar Rp 54.000.000
- Tambahan bagi setiap anggota keluarga dalam garis keturunan lurus dan sedarah maupun anak angkat yang menjadi tanggungan sepenuhnya maksimal tiga orang untuk setiap keluarga sebesar Rp 4.500.000.
Simulasi Perhitungan Pajak Teller Bank
Gina merupakan seorang teller yang bekerja di Bank Abadi Jaya. Gina memperoleh gaji dan tunjangan tetap sebesar Rp15.000.000 pada bulan Maret 2022. Ia berstatus sudah menikah serta mempunyai seorang anak sehingga PTKPnya adalah K/1. Maka perhitungan pajaknya adalah sebagai berikut:
Penghasilan bruto setahun: 12 x Rp15.000.000 = Rp180.000.000
Dikurangi:
Biaya jabatan 5% = (Rp6.000.000)
Penghasilan neto setahun = Rp174.000.000
Dikurangi:
Penghasilan Tidak Kena Pajak (K/1) = (Rp63.000.000)
Penghasilan Kena Pajak (PKP) = Rp111.000.000
Perhitungan PPh 21:
5% x Rp60.000.000 = Rp3.000.000
15% x Rp51.000.000 = Rp7.650.000
PPh 21 terutang = Rp10.650.000
PPh 21 bulan Januari = Rp10.650.000/12 = Rp887.500









