Pajak Profesi: Pajak atas Penghasilan Surveyor

Surveyor merupakan sebuah profesi yang erat kaitannya dengan dunia teknik, seperti arsitektur, teknik sipil, hingga urban planners. Sebagai profesi yang bekerja langsung dengan terjun ke lapangan, dimulai dari menyiapkan sketsa desain, notulen, hingga pada mengumpulkan data elektronik, tak diragukan lagi bahwa seorang surveyor memiliki berbagai kemampuan dan keahlian. Untuk mengenal profesi surveyor lebih dalam lagi, simak pembahasannya berikut ini!

 

Mengenal Profesi Surveyor

Surveyor merupakan seorang yang bertugas untuk menentukan batas-batas suatu properti secara legal. Surveyor akan menyediakan data sekaligus menyusun dokumen hukum berdasarkan hasil survei. Proyek yang diukur tersebut dapat berupa pembangunan, real estate, pembuatan peta, serta proyek-proyek lainnya. Surveyor dapat mendalami berbagai macam bidang dan industri. 

Contohnya, dalam teknik sipil surveyor biasanya akan berfokus pada infrastruktur. Sementara itu pada arsitektur, surveyor akan berfokus pada luas tanah sampai pada legalitas tanah. Surveyor umumnya dapat bekerja untuk pemerintah, perusahaan konstruksi, maupun lembaga-lembaga lainnya yang menyediakan layanan khusus survei.

 

Tugas Surveyor Dalam Berbagai Bidang

Tugas dan tanggung jawab seorang surveyor umumnya yaitu melaksanakan pengukuran, menganalisa, membuat keputusan, memproses, menghitung data, dan melakukan penggambaran dan pemancangan. Lebih spesifik lagi, berikut merupakan tugas yang menjadi tanggung jawab seorang surveyor berdasarkan pada bidangnya masing-masing, yaitu:

  • Bidang Konstruksi dan Infrastruktur 
    • Surveyor gedung, memiliki tugas untuk membantu membuat dan mengawasi segala pekerjaan terkait bangunan, mulai dari perluasan rumah hingga pembangunan gedung pencakar langit
    • Surveyor manajemen proyek, memiliki tugas untuk menjalankan tim supaya proyek dapat selesai tepat waktu serta sesuai dengan anggaran yang sudah dibentuk di awal
    • Surveyor kuantitas, memiliki tugas untuk menilai dampak keuangan serta profitabilitas suatu proyek konstruksi
    • Surveyor kontrol gedung, memiliki tugas untuk merancang serta mengelola penggunaan gedung agar dapat memastikan bahwa semua proses proyek tetap mematuhi undang-undang serta peraturan yang berlaku
    • Surveyor infrastruktur, memiliki tugas untuk memastikan agar semua operasi serta hubungan antar kota dengan efektif, termasuk broadband, jalan raya, kereta api, dan listrik.
  • Bidang Properti 
    • Surveyor properti, memiliki tugas untuk menilai, menjual, menyewakan, maupun mengelola segala jenis perumahan dan bisnis, seperti kantor, toko, hingga restoran
    • Surveyor penilaian, memiliki tugas untuk menganalisis serta mengukur nilai dari properti dan bisnisnya
    • Surveyor konsultan manajemen, memiliki tugas untuk memaksimalkan kinerja bisnis dengan cara menjalankan operasi, strategi, serta struktur
    • Surveyor manajemen fasilitas, memiliki tugas untuk memaksimalkan nilai dari bisnis dengan cara menciptakan tempat kerja yang dinamis dan produktif.
  • Bidang Pertanahan 
    • Surveyor geomatika, memiliki tugas untuk memetakan, menganalisis, menginterpretasikan data,  serta informasi spasial terkait dengan daratan, bangunan, dan laut
    • Surveyor lingkungan, memiliki tugas untuk mengelola pengembangan serta penggunaan lahan dalam rangka meminimalisir dampak terhadap lingkungan
    • Surveyor mineral dan limbah, memiliki tugas untuk menambang, mengekstrak, menggunakan, dan mengelola sumber daya alam (SDA), kemudian merencanakan pembuangan limbah terkait dengan hasil tambang
    • Surveyor pedesaan, memiliki tugas untuk menilai serta mengelola penggunaan tanah dan juga bangunan di pedesaan
    • Surveyor perencanaan dan pengembangan, memiliki tugas untuk membantu menciptakan kota serta rencana masa depan, sekaligus memastikan komunitas menjadi lebih sehat dan lebih bahagia.

Baca juga: Pajak Profesi: Pajak atas Penghasilan Ahli Forensik

 

Pengetahuan dan Keahlian Surveyor

  • Kemampuan fisik yang baik, seorang surveyor diharuskan untuk berada di lapangan, mengunjungi lokasi proyek, serta melakukan peninjauan langsung. Lingkup kerja seorang surveyor membutuhkan ketahanan fisik yang baik, selain itu ada juga kegiatan lainnya seperti melakukan navigasi, berjalan dalam jarak yang cukup jauh, hingga pengukuran secara langsung
  • Memperhatikan detail, yaitu seorang surveyor harus dapat memperhatikan pekerjaannya dengan presisi dan akurat. Di lapangan, surveyor mereka harus mengumpulkan data yang tepat dengan melakukan pengukuran, maka dari itu penting untuk memperhatikan detail. Selain itu, kemampuan ini dibutuhkan juga agar surveyor dapat mengidentifikasikan perbedaan data dengan keadaan di lapangan pada saat survei
  • Komunikasi, dalam bekerja di lapangan tentunya surveyor akan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak di lapangan, baik itu pemerintah, anggota tim, atau klien. Dari hasil koordinasi ini nantinya oleh surveyor akan disusun laporan progres, laporan survei, serta analisis kepada pemegang saham
  • Manajemen waktu, sebab timeline pengerjaan merupakan hal penting, surveyor harus pandai-pandai mengatur waktu agar pengerjaan di lapangan dapat berlangsung sesuai dengan jadwal serta dapat terselesaikan sebelum deadline
  • Bermacam hard skill, selain memiliki soft skill yang bagus, hard skill menjadi komponen penting yang harus dimiliki seorang surveyor. Surveyor umumnya bekerja dengan menggunakan berbagai macam peralatan, seperti theodolites, GPS, serta aplikasi survei lainnya. Kemampuan analitikal semacam ini umumnya dikembangkan melalui pelatihan, mengikuti kelas, maupun melalui cara lainnya guna memperoleh sertifikasi keahlian.

 

Jenjang Karier Surveyor

Profesi surveyor memiliki jenjang karier sesuai dengan pengalamannya masing-masing, dimana tiap jenjang tentunya akan mendapatkan penghasilan yang berbeda-beda. Berikut merupakan jenjang karier yang dapat ditempuh dalam menjadi seorang surveyor, yaitu:

  1. Asisten Surveyor, yaitu jenjang dimana sudah wajib memiliki keahlian sebagai juru ukur yang memiliki tugas untuk mengambil data di lapangan serta harus mampu menggunakan alat-alat ukur tanah
  2. Junior Surveyor, yaitu memiliki tugas untuk melaksanakan berbagai jenis pengukuran, mampu menampilkan data ukur dalam bentuk grafik, dan dapat melakukan pembimbingan terhadap asisten surveyor
  3. Surveyor, yaitu jenjang yang mana memiliki kemampuan teknis dan juga memiliki pengalaman atau jam terbang di atas Junior Surveyor
  4. Senior Surveyor, yaitu jenjang dimana telah memiliki kemampuan teknisi di atas surveyor dan juga memiliki tugas untuk membuat laporan akhir kerja.

 

Gaji Profesi Surveyor

Besaran gaji yang diperoleh seorang surveyor yaitu berkisar pada nominal Rp 2.829.490 hingga Rp 9.913.553 perbulannya. Namun, nominal gaji surveyor tersebut tentunya akan berbeda-beda pada tiap daerah maupun perusahaan, tergantung pada lokasi tempat bekerja, perusahaan, pengalaman, jabatan, dan lainnya.

 

Kewajiban Perpajakan Surveyor

Penghasilan atau pendapatan yang diperoleh seorang surveyor tentunya akan dipotong PPh Pasal 21 jika telah melebihi batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) dimana batas penyesuaian PTKP ini telah diatur dalam PMK No.101/PMK.010/2016. Untuk menghitung PPh Pasal 21 surveyor caranya yaitu penghasilan bruto setahun dikurangi dengan pengurang-pengurang, misalnya seperti biaya jabatan dan lainnya, sehingga mendapat penghasilan neto setahun.

Kemudian, penghasilan neto setahun tersebut akan dikurangkan dengan PTKP, sehingga memperoleh Penghasilan Kena Pajak (PKP). Lalu, PKP dikalikan dengan tarif sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku.

Untuk tarif PPh Pasal 21 yang kini berlaku yaitu tarif Pasal 17 ayat (1) A UU PPh, dimana tarif ini merupakan tarif progresif. Adapun, tarif Pasal 17 ayat (1)a terbaru sebagaimana yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 yaitu Undang-Undang terkait dengan Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) yang mulai berlaku efektif sejak 1 Januari 2022, yaitu:

  1. Tarif 5% dikenakan terhadap PKP mulai dari Rp 0 hingga Rp 60 juta per tahun
  2. Tarif 15% dikenakan terhadap PKP di atas Rp 60 juta hingga Rp 250 juta per tahun
  3. Tarif 25% dikenakan terhadap PKP di atas Rp 250 juta hingga Rp 500 juta per tahun
  4. Tarif 30% dikenakan terhadap PKP di atas Rp 500 juta hingga Rp 5 miliar per tahun
  5. Tarif 35% dikenakan terhadap PKP yang telah melebihi Rp 5 miliar per tahun.

Baca juga: Pajak Profesi: Pajak atas Penghasilan Ilustrator

 

Perhitungan PPh 21 Surveyor

Contoh kasus:

Ciko merupakan seorang surveyor di sebuah perusahaan survei di Jakarta. Gaji yang didapat perbulan yaitu Rp 5.700.000, dan ia harus menanggung biaya jabatan 5% dari penghasilan bruto. Ciko belum menikah dan tidak memiliki tanggungan, serta telah memiliki NPWP. Berapa PPh 21 Ciko perbulannya?

Jawaban:

Penghasilan Bruto Setahun (12 × Rp 5.700.000)

Rp 68.400.000 

Dikurangi: Biaya Jabatan (5% × Rp 68.400.000)

(Rp 3.420.000)

Penghasilan Neto Setahun

Rp 64.980.000

PTKP (TK/0)

(Rp 54.000.000)

PKP Setahun

Rp 10.980.000

Perhitungan PPh 21 Setahun:

  • 5% × Rp 10.980.000

Rp 549.000

Perhitungan PPh 21 Sebulan (Rp 552.000 : 12)

Rp 45.750

Jadi, PPh 21 per bulan yang harus dibayar oleh Ciko adalah Rp 45.750