Pajak Profesi: Pajak atas Penghasilan Kasir

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kasir adalah orang yang menyimpan uang tunai (uang) atau bertanggung jawab menerima dan membayar sejumlah tertentu. Selain istilah kasir, ada juga istilah kassa. Keduanya memiliki perbedaan yang tidak sama. Kasir adalah seseorang, dan kassa adalah tempat uang itu berada.

Pekerjaan kasir di supermarket ritel lokal, barang dagangan, atau toko serba ada. Seseorang yang pekerjaannya tidak hanya mengantarkan barang atau jasa kepada konsumen di kasir supermarket atau minimarket, tetapi juga menerima sejumlah uang pada saat pembelian barang atau jasa pada saat pembayaran untuk mengembalikan sisa pembayaran jumlah barang, hotel, pusat perbelanjaan, restoran, rumah sakit, dan tempat lainnya.

Selain itu, tugas kasir juga menghitung jumlah total penjualan dan mengidentifikasi barang-barang yang paling laku saat dijual di tempat kerja. 

 

Tugas dan Tanggung Jawab Kasir 

Menjadi seseorang yang berprofesi sebagai kasir memang tidak semudah yang kita lihat. Ada beberapa tugas dan tanggung jawab yang harus dilakukan oleh seorang kasir. Adapun, tugas dan tanggung jawab kasir yakni sebagai berikut: 

  • Mengumpulkan Data Penjualan  

Pekerjaan dan tanggung jawab pertama seorang kasir adalah mengumpulkan data penjualan. Kasir bertanggung jawab untuk mencatat setiap barang yang terjual. Catatan harus bijaksana dan rinci. Catatan ini digunakan sebagai laporan. 

  • Input Data Penjualan 

Tugas dan tanggung jawab kasir yang kedua adalah memasukkan data penjualan. Tugas kasir adalah memasukkan data penjualan untuk jangka waktu tertentu. Misalnya harian, mingguan, tahunan, dan seterusnya. Hal ini penting untuk data keuangan perusahaan. 

  • Memproses Transaksi Penjualan 

Tugas dan tanggung jawab kasir yang ketiga adalah memproses transaksi penjualan. Kasir memasukkan kode barang yang dibeli pelanggan ke dalam sistem. Kemudian, kasir juga menghitung jumlah makanan yang harus dibayar pelanggan. Kasir harus memberikan kembalian jika pelanggan membayar dengan uang yang tidak ada bandingannya. 

  • Mengonfirmasi Sebelum Menyerahkan Produk ke Pelanggan 

Tugas dan tanggung jawab keempat kasir adalah memeriksa barang sebelum diserahkan kepada pelanggan. Sebelum barang diserahkan kepada pelanggan, tugas kasir adalah meniru dengan cermat jumlah barang dan harga barang yang dibeli. Anda juga harus mempertimbangkan nilai pengembalian pelanggan. 

  • Membuat Laporan Berkala 

Tugas dan tanggung jawab kasir yang kelima adalah memberikan laporan secara berkala. Laporan berkala selalu menyertakan laporan omzet. Laporan periodik biasanya dihasilkan oleh kasir. Kemudian, kasir memberikan laporan ini kepada atasannya. Laporan ini dibuat untuk memastikan bahwa kasir tidak mengalami kerugian atau kesalahan yang signifikan. 

  • Ringkasan Laporan Transaksi Penjualan 

Tugas dan tanggung jawab kasir yang keenam adalah meringkas laporan transaksi penjualan. Selain membuat laporan berkala, tugas kasir adalah meringkas laporan transaksi penjualan. Biasanya ini terjadi saat kasir menyelesaikan shiftnya. Semua penjualan dan pendapatan dirangkum. 

Baca juga: Pajak Profesi: Pajak atas Penghasilan Perdana Menteri

 

Fungsi Kasir

Kasir juga memiliki peran dan fungsi yang sangat penting, karena proses transaksi antara kasir dengan konsumen lancar dan cepat, sehingga konsumen dapat dengan nyaman menggunakan layanan kasir di tempat usaha tersebut.  Fungsi kasir meliputi: 

  • Pelayanan 

Seorang kasir harus dapat memberikan pelayanan yang nyaman kepada pelanggan. Pekerjaan utamanya hanya menghitung uang dan transaksi, tetapi keunggulan kasir dalam pelayanan harus bekerja dengan fungsi kasir untuk memungkinkan konsumen untuk berpartisipasi dalam transaksi. Kenyamanan membutuhkan waktu.  Kasir harus memiliki product knowledge yang baik dan perilaku yang baik agar tidak mengecewakan konsumen. Di sisi lain, jika konsumen puas dengan mesin kasir, tidak dipungkiri konsumen akan kembali lagi ke toko tersebut untuk melakukan pembelian atau transaksi. 

  • Melakukan Perhitungan Transaksi 

Fungsi kasir adalah pekerjaan melakukan perhitungan dalam transaksi dengan konsumen yang membeli produk yang dipilih oleh konsumen dengan harga yang telah ditetapkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan. 

 

Kemampuan yang Diperlukan Kasir

Kemampuan sebagai kasir juga diperlukan. Berikut adalah keterampilan yang Anda butuhkan jika tertarik untuk bekerja sebagai kasir. 

  • Tegas 

Kasir harus tegas. Beberapa kasir bertugas mengambil setoran dari penjualan. Kasir harus bertekad untuk tidak membiarkan oknum penjual melakukan penipuan. Jika setoran tidak sesuai dengan data tagihan, kasir dirugikan karena harus mengganti kerugian tersebut. 

  • Cermat dan Teliti 

Kasir adalah pekerjaan yang baik untuk seseorang dengan kepribadian metodis dan teliti. Ini mengharuskan kasir untuk menghitung persediaan dan menghitung uang. Dengan cara ini bisnis atau perusahaan menderita kerugian minimal. Sebagai seorang kasir, Anda perlu mengenal produk yang dijual agar dapat menjelaskannya kepada pelanggan yang ingin membelinya. 

  • Kemampuan Mengoperasikan Komputer 

Sebagai seorang kasir, keterampilan komputer diperlukan. Kasir harus memiliki dasar-dasar penggunaan komputer. Beberapa perusahaan biasanya menawarkan aplikasi atau software POS khusus untuk transaksi. Selain itu, kasir menggunakan aplikasi seperti Microsoft Office untuk membuat laporan. 

  • Bersikap Ramah 

Menjadi pelanggan yang ramah sangat penting. Perilaku seorang kasir dalam memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan biasanya mempengaruhi reputasi suatu toko atau perusahaan. 

  • Berani Mengambil Risiko 

Kasir memiliki keuntungan memiliki sikap pengambilan risiko. Siapapun yang berprofesi sebagai kasir seringkali menghadapi masalah ketidaksesuaian dan data transaksi yang tidak sesuai dengan jumlah yang tersedia. Dalam kasus seperti itu, kasir biasanya harus membuat selisihnya. Hal utama yang dibutuhkan seorang kasir tentunya adalah keberanian untuk melakukan pekerjaan ini. 

Baca juga: Pajak Profesi: Perhitungan Pajak atas Penghasilan Translator (Penerjemah)

 

Aspek Perpajakan Kasir 

Kasir dapat dikenakan pajak, namun bisa juga tidak dikenakan pajak ini tergantung dari penghasilan yang diperoleh. Apabila penghasilan yang diperoleh diatas penghasilan tidak kena pajak (PTKP) maka kasir akan dikenakan pajak penghasilan (PPh). Namun, apabila penghasilan yang diperoleh kasir dibawah PTKP maka tidak akan dikenakan pajak.  

Menurut UU PPh  pasal 17 ayat (1) huruf a menyatakan bahwa tarif PPh pasal 21 adalah tarif pajak progresif dikalikan dengan Penghasilan Kena Pajak (PKP). Berdasarkan UU HPP (Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan) Nomor 7 Tahun 2021, ketentuan tarif pajak penghasilan pasal 21 yakni sebagai berikut: 

  • PKP dari Rp0 – Rp60.000.000 akan dikenakan tarif sebesar 5% 
  • PKP  dari Rp60.000.000 – Rp250.000.000 akan dikenakan tarif sebesar 15% 
  • PKP dari Rp250.000.000 – Rp500.000.000 akan dikenakan tarif sebesar 25% 
  • PKP dari Rp500.000.000 – Rp5.000.000.000 akan dikenakan tarif sebesar 30% 
  • PKP lebih dari Rp5.000.000.000 akan dikenakan tarif sebesar 35%. 

 

Contoh Perhitungan PPh 21 Kasir

Susanti yang berstatus belum menikah dan tidak memiliki tanggungan bekerja sebagai seorang kasir. Tiap bulan ia mendapatkan penghasilan sebesar Rp 5.000.000/bulan. 

Maka, perhitungan pajaknya adalah sebagai berikut: 

Gaji Pokok 

5.000.000 

Penghasilan Neto Sebulan 

5.000.000 

Penghasilan Neto Setahun 

60.000.000 

PTKP 

54.000.000 

Penghasilan Kena Pajak Setahun 

6.000.000 

PPh Terutang = 5% x 6.000.000 

300.000 

PPh 21 Sebulan 

25.000 

Jika wajib pajak tidak memiliki NPWP, maka PPh 21 perlu dikalikan 120%, sehingga PPh 21 terutangnya menjadi Rp 25.000x 120% = Rp 30.000.