Pajak Profesi: Pajak atas Penghasilan Instruktur Gym

Kesadaran akan pentingnya kebugaran jasmani pada dasarnya harus dipupuk sejak dini. Kebugaran jasmani akan berpengaruh terhadap kesehatan tubuh ketika melakukan suatu aktivitas. Banyak pihak yang telah merasakan tubuh yang sehat maka aktivitas akan berjalan dengan lancar. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya masyarakat yang gemar melakukan kegiatan olahraga di sela-sela waktu bekerja atau beraktivitas.

Tujuan masyarakat melakukan olahraga tidak hanya semata-mata untuk menjaga kebugaran tubuh melainkan sebagai hobi, mengisi waktu luang, prestasi di suatu ajang perlombaan non akademik. Memiliki tubuh dan sehat dan bugar merupakan impian seluruh kalangan dari usia muda hingga lansia. 

Pada dasarnya, kesehatan yang menurun diakibatkan oleh imun tubuh yang lemah dalam menahan masuknya virus ke dalam tubuh. Seperti halnya, virus Covid-19 yang pernah menyerang hampir seluruh dunia tak terkecuali Indonesia. Kesehatan masyarakat menurun drastis, tingkat kematian yang tinggi merupakan ancaman kesehatan yang sangat ditakuti oleh seluruh masyarakat terutama bagi masyarakat yang telah lansia. Dimana daya tahan tubuh lansia lebih rentan dibandingkan daya tahan tubuh anak muda.  

 

Fitness Center  

Berdasarkan fenomena tersebut dan sejalan dengan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingknya kesehatan jasmani, maka muncul peluang-peluang yang dimanfaatkan oleh pengusaha untuk menjalankan bisnis dalam dunia olahraga. Salah satunya dengan mendirikan fitness center.

Adanya peningkatan ketertarikan masyarakat terhadap bidang olahraga membuat banyak pengusaha yang berlomba-lomba untuk menjalankan bisnis ini. Dengan promosi melalui program yang disediakan, alat, serta fasilitas yang menarik dan berkualitas merupakan suatu plus value bagi pusat kebugaran itu sendiri.

Konsumen yang merasa puas dengan segala fasilitas yang disediakan akan kembali datang untuk menggunakan jasa layanan tersebut. Hal ini mengharuskan sebuah pusat kebugaran memiliki fasilitas yang menarik dan nyaman bagi pengguna guna mempertahankan pelanggannya. 

Baca juga: Pajak Profesi: Pajak atas Penghasilan Perdana Menteri

 

Goals Program Fitness Center 

Orang-orang yang tergabung dalam fitness center dapat menentukan goals yang ingin dicapai. Seperti memiliki tubuh yang ideal (body goals), penambah berat badan, membentuk tubuh yang indah (body language), pembentukan otot (body building), olahraga penderita diabetes, membakar lemak dan meningkatkan massa otot serta olahraga bagi lansia.

Tentu bagi masyarakat yang belum pernah tergabung dalam fitness center mendapatkan hasil dari program kesehatan perlu dibantu atau didampingi oleh seseorang yang ahli dibidangnya. Hal tersebut dilakukan oleh seorang personal trainer atau sering dikenal dengan sebutan instruktur. 

 

Instruktur 

Instruktur ini sering dijumpai pada pusat kebugaran GYM. Tugas dan tanggung jawab dari seorang instruktur GYM adalah membantu pelanggan baru dalam memperoleh bimbingan olahraga. Dengan adanya instruktur ini diharapkan goals dari masing-masing members GYM dapat tercapai.

Sebuah penelitian terkait profesi personal trainer dalam memberikan jasa kepada members di salah satu daerah Yogyakarta banyak dijumpai personal trainer baik laki-laki ataupun perempuan. Penelitian ini dilakukan karena banyaknya members pusat kebugaran yang berkeinginan memperoleh hasil yang maksimal ketika melakukan olahraga.

Namun, tidak semua members memperoleh layanan personal trainer dari program Latihan yang diikuti. Hal tersebut dikarenakan tidak semua pusat kebugaran memberikan pelayanan manajemen berupa personal trainer kepada seluruh members. Oleh karena itu, semakin berkembangnya pusat kebugaran, program-program pelatihan dan jasa pelayanan yang disediakan semakin menarik. Hal tersebut memunculkan peluang menjadi seorang personal trainer atau instruktur.  

Seorang instruktur memperoleh penghasilan dari pelayanan jasa yang dikerjakan. Atas penghasilan tersebut merupakan objek pajak dan dikenakan pajak sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. Dalam artikel ini dibahas lebih spesifik pajak atas penghasilan instruktur gym. 

 

Perpajakan Instruktur GYM 

Bagi seluruh instruktur GYM yang telah memenuhi persyaratan subjektif dan objektif sebagai wajib pajak wajib menjalankan kewajiban perpajakan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. Salah satunya mendaftarkan diri memperoleh Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), menghitung pajak terutang, membayar atau menyetorkan pajak terutang, melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan.

Ada beberapa perbedaan perhitungan pajak atas penghasilan instruktur GYM. Pertama, instruktur merupakan pegawai tetap dari pusat kebugaran tersebut. Kedua, instruktur yang bekerja hanya ketika dapat panggilan saja atau ketiga, instruktur bekerja berkesinambungan pada pusat kebugaran tersebut tetapi bukan pegawai tetap disana. 

Berdasarkan peraturan terbaru pada Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan berikut tarif perpajakan yang dikenakan:

  • Penghasilan 0-Rp60.000.000 dikenakan tarif 5%
  • Penghasilan Rp60.000.000-Rp250.000.000 dikenakan tarif 15%
  • Penghasilan Rp250.000.000-Rp500.000.000 dikenakan tarif 25%
  • Penghasilan Rp500.000.000-Rp5.000.000.000 dikenakan tarif 30%
  • Penghasilan lebih dari Rp5.000.000.000 dikenakan tarif 35%.

Baca juga: Pajak Profesi: Perhitungan Pajak atas Penghasilan Translator (Penerjemah)

 

Contoh Kasus 1

Tuan Dito merupakan pegawai tetap dari salah satu pusat kebugaran di Jakarta. Pusat kebugaran tersebut bernama Healty GYM yang telah berdiri dari tahun 2015. Program yang ditawaran pada Healty GYM sangatlah menarik dan tentunya telah banyak mendapatkan rating 5 dari para pelanggannya. Healty GYM mulai menggunakan jasa personal trainer dari tahun 2018 dan telah memperkejakan lebih dari 5 orang personal trainer, salah satunya yakni Tuan Dito.

Tuan Dito telah bekerja sebagai instruktur GYM sejak bulan agustus 2019. Gaji yang diperoleh Tuan Dito di tahun 2019 hingga 2021 per bulan yakni Rp 5.000.000 dan mendapatkan kenaikan gaji sebesar Rp 1.000.000 sejak awal tahun 2022. Tuan Dito belum menikah dan tidak memiliki tanggungan. Berapakah pajak terutang Tuan Dito? 

*asumsi jika Tuan Dito hanya mendapatkan gaji pokok saja tanpa tunjangan lainnya serta tidak membayaran iuran kesehatan. 

Jawab: 

Gaji sebulan 

 Rp 6.000.000  

Penghasilan bruto 

 Rp 6.000.000  

Pengurang: 

 

Biaya Jabatan 5% 

 Rp 300.000  

Total pengurang 

 Rp 300.000  

Penghasilan neto sebulan 

 Rp 5.700.000  

Penghasilan neto setahun 

 Rp 68.400.000  

PTKP (TK/0) 

 Rp 54.000.000  

PKP 

 Rp 14.400.000  

Tarif pasal 17 

 Rp 720.000  

Dengan menggunakan rentang aturan terbaru tarif progresif pasal 17 setelah UU HPP, pajak terutang Tuan Dito di tahun 2022 sebesar Rp 720.000 

 

Contoh Kasus 2

Mrs. Ani merupakan instruktur GYM wanita yang bekerja di Healty GYM. Berbeda dengan Tuan Dito yang bekerja sebagai pegawai tetap Healty GYM, Mrs. Ani bekerja jika mendapatkan panggilan khusus dari pemilik Healty GYM. Selama tahun 2022 Mrs.Ani memperoleh penghasilan di Healty GYM pada bulan Juli sebesar Rp 5.000.000 berapakah pajak terutang Mrs. Ani? 

Jawab: 

Karena Mrs. Ani merupakan bukan pegawai dan memperoleh penghasilan tidak berkesinambungan maka perhitungan pajak Mrs.Ani adalah sebagai berikut: 

Penghasilan bruto 

 Rp 5.000.000  

DPP 50% 

Rp 2.500.000 

Tarif pasal 17 

 Rp 125.000  

 

Contoh Kasus 3

Mrs. Ani merupakan instruktur GYM wanita yang bekerja di Healty GYM. Berbeda dengan kasus 2, Mrs. Ani pada kasus ini memperoleh penghasilan berkesinambungan sebagai instruktur GYM wanita di Healty GYM. Mrs. Ani bekerja dari bulan Juli sampai Desember 2022 dengan penghasilan per bulan masing-masing Rp 5.000.000 Mrs. Ani belum menikah dan tidak memiliki tanggungan. Berapakah pajak terutang Mrs. Ani apabila Mrs. Ani hanya bekerja pada satu pemberi kerja? 

Jawab: 

Bulan 

Penghasilan 

Bruto 

DPP 

PTKP 

PKP 

PKP 

Kumulatif 

PPh 21 

Juli 

Rp 10.000.000  

Rp 5.000.000  

Rp 4.500.000  

Rp 500.000  

Rp 500.000  

Rp 25.000  

Agustus 

Rp 10.000.000 

Rp 5.000.000 

Rp 4.500.000 

Rp 500.000  

Rp 1.000.000  

Rp 25.000  

September 

Rp 10.000.000 

Rp 5.000.000 

Rp 4.500.000 

Rp 500.000  

Rp 1.500.000  

Rp 25.000  

Oktober 

Rp 10.000.000 

Rp 5.000.000 

Rp 4.500.000 

Rp 500.000  

Rp 2.000.000  

Rp 25.000  

November 

Rp 10.000.000 

Rp 5.000.000 

Rp 4.500.000 

Rp 500.000  

Rp 2.500.000  

Rp 25.000  

Desember 

Rp 10.000.000 

Rp 5.000.000 

Rp 4.500.000 

Rp 500.000  

Rp 3.000.000  

Rp 25.000  

Jumlah 

Rp 60.000.000 

Rp 30.000.000 

Rp 27.000.000  

Rp 3.000.000  

Rp 3.000.000  

Rp 150.000  

PPh terutang Mrs. Ani jika memperoleh penghasilan berkesinambungan yakni sebesar Rp 150.000.

Perbedaan pengenaan pajak atas penghasilan yang diperoleh instruktur Gym menyesuaikan dengan penghasilan yang diterima apakah bersifat berkesinambungan, tidak berkesinambungan ataukah penghasilan tetap. Diharapkan dengan adanya pemeratan pengenaan pajak dapat meningkatkan kesadaran wajib pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya.