Pajak Profesi: Pajak Atas Penghasilan Floor Director

Apa Itu Floor Director?

Floor director adalah salah satu posisi penting dalam dunia produksi televisi, film, atau panggung produksi. Pekerjaan ini membutuhkan koordinasi dan komunikasi yang kuat antara berbagai elemen produksi. Floor director berada di garis depan produksi dan bertanggung jawab atas berbagai aspek yang terjadi di lantai studio atau panggung.

Floor director merupakan seorang profesional yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan koordinasi operasional di lantai studio televisi atau panggung produksi. Floor director bekerja secara langsung dengan kru produksi, talent, dan host/presenter untuk memastikan segala sesuatu berjalan lancar dan sesuai dengan jadwal selama produksi.

Floor director adalah perpanjangan tangan program director. Program director adalah nahkoda dari berjalannya setiap program baik itu di televisi atau sebuah pertunjukan panggung. Hal-hal yang menjadi kewenangan program director seperti pengaturan posisi penampil, pencahayaan, hingga arah sorot kamera. Dalam produksi film, program director sama dengan sutradara.

 

Tugas Floor Director

Seorang floor director memliki beberapa tugas penting, di antaranya:

  1. Mengatur Lalu Lintas Studio: Floor director bertanggung jawab untuk mengatur lalu lintas di lantai studio atau panggung. Hal ini termasuk memastikan bahwa semua orang, termasuk talent, kru, dan peralatan, berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat.
  2. Berkoordinasi dengan Sutradara/Program Director: Floor director bekerja secara langsung dengan sutradara untuk memahami visi dan arahan kreatif produksi. Kemudian, mereka menerjemahkan instruksi tersebut kepada kru dan talenta di lantai.
  3. Memberikan Instruksi: Floor director memberikan instruksi langsung kepada kru dan talent tentang posisi, gerakan, dan tindakan yang perlu diambil selama produksi. Hal ini termasuk memandu talenta melalui adegan dan memastikan bahwa mereka tahu kapan dan dimana mereka harus berada.
  4. Mengelola Jadwal: Floor director bertanggung jawab untuk menjaga jadwal produksi dan memastikan bahwa segala sesuatu berjalan sesuai waktu yang dijadwalkan.
  5. Pemecahan Masalah: Floor director harus siap untuk menyelesaikan masalah yang mungkin muncul selama produksi, seperti peralatan yang tidak berfungsi atau masalah dengan talenta atau kru.
  6. Memastikan Keselamatan: Floor director juga bertanggung jawab untuk memastikan bahwa semua kru dan talenta bekerja dalam kondisi yang aman dan sesuai dengan peraturan dan standar keselamatan.
  7. Berkoordinasi dengan Departemen Lain: Floor director sering bekerja sama dengan departemen lain, seperti pencahayaan, audio, dan produksi, untuk memastikan bahwa semua elemen produksi berjalan lancar.
  8. Menyiapkan Set: Floor director dapat terlibat dalam persiapan set, termasuk memastikan bahwa semua elemen set siap dan di tempat yang tepat sebelum dimulainya produksi.
  9. Berinteraksi dengan Penonton: Jika produksi melibatkan penonton langsung, floor director mungkin bertanggung jawab untuk berinteraksi dengan penonton dan memberikan instruksi tentang bagaimana mereka harus bersikap selama produksi.

Baca juga: Pajak Profesi: Pajak atas Pegawai OJK

 

Peran Floor Director

  1. Memimpin Pertunjukan: Floor director memiliki peran menjadi pemimpin pertunjukan dan mengontrol semua hal di dalam studio. Mulai dari countdown, mengatur blocking, pencahayaan hingga ke audioman. Jika ada perubahan yang mendadak, floor director juga harus sigap dan tanggap serta cepat memberikan perubahan terhadap suatu kondisi
  2. Audience Warmer: Floor director juga memiliki tugas untuk mengatur pentonton yang hadir di dalam studio. Mulai dari penonton masuk, menyaksikan pertunjukan, hingga penonton keluar merupakan tugas dari floor director. Floor director juga bertugas untuk memberikan semangat kepada penonton agar terlihat lebih meriah di dalam pertunjukan
  3. Backstage (Belakang Panggung): Floor director juga berperan dalam mengatur keluar dan masuknya talent dari belakang panggung. Jika ada beberapa talent, floor director juga bertugas memberikan talent fasilitas kala menunggu untuk masuk ke panggung.

 

Keahlian yang Dibutuhkan Menjadi Floor Director

Untuk menjadi seorang floor director, ada beberapa keahlian yang dibutuhkan selain pengetahuan tentang dunia broadcasting, di antaranya:

  1. Kemampuan Komunikasi: Floor director harus mampu berkomunikasi dengan jelas dan efektif dengan kru, talent, dan anggota tim lainnya. Mereka perlu memberikan instruksi yang tepat dan memastikan bahwa semua orang memahami apa yang diharapkan dari mereka.
  2. Kemampuan Koordinasi dan Organisasi: Floor director bertanggung jawab untuk mengatur lalu lintas di lantai studio atau panggung, memastikan bahwa semua orang berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat. Hal ini memerlukan kemampuan organisasi dan koordinasi yang baik.
  3. Pemecahan Masalah yang Cepat dan Efektif: Floor director sering kali harus menangani masalah yang muncul selama produksi, seperti peralatan yang tidak berfungsi atau masalah dengan talenta atau kru. Mereka perlu dapat berpikir cepat dan menyelesaikan masalah dengan efektif.
  4. Kemampuan untuk Bekerja dalam Tim: Floor director perlu dapat bekerja dengan baik dalam tim dan memiliki kemampuan untuk memimpin dan memotivasi anggota kru lainnya. Mereka juga perlu dapat berinteraksi dengan talenta dan membantu mereka merasa nyaman dan percaya diri di depan kamera.
  5. Kemampuan Interpersonal yang Baik: Floor director perlu dapat berinteraksi dengan berbagai orang dengan latar belakang dan kepribadian yang berbeda. Mereka harus dapat membangun hubungan yang baik dengan kru, talenta, dan anggota tim lainnya.
  6. Kemampuan untuk Mengelola Waktu dan Sumber Daya: Floor director bertanggung jawab untuk menjaga jadwal produksi dan memastikan bahwa segala sesuatu berjalan sesuai dengan rencana. Hal ini memerlukan kemampuan untuk mengelola waktu dan sumber daya dengan efisien.

Baca juga: Pajak Profesi: Pajak atas Konsultan Politik

 

Gaji Seorang Floor Director

Gaji atau penghasilan seorang floor director ditentukan oleh beberapa faktor, seperti durasi pekerjaan, banyaknya talent, kualitas program, hingga kebijakan dari stasiun TV atau manajemen produksi panggung. Oleh karena itu, penghasilan floor director di Indonesia sangat beragam. Tingkat pengalaman dan adaptasi seorang floor director juga menentukan penghasilannya. Jika dirangkum, penghasilan seorang floor director ada di rentang Rp6.700.000 hingga Rp10.200.000 tiap bulannya.

 

Kewajiban Perpajakan Floor Director

Berdasarkan penghasilan yang didapat seorang floor director, maka penghasilan floor director akan dipotong PPh Pasal 21 jika melewati batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Peraturan mengenai PTKP ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.101/PMK.010/2016.

Untuk dapat mengetahui berapa besaran pajak yang diberikan kepada floor director, kita harus terlebih dahulu mengetahui penghasilan neto. Setelah tahu berapa penghasilan neto, dikurangi dengan PTKP sebesar Rp54 juta, sehingga nantinya akan didapatkan berapa jumlah Penghasilan Kena Pajak (PKP).

Adapun, tarif progresif sesuai Pasal 17 ayat 1(a) UU PPh yang telah diperbaharui dengan Undang Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) adalah sebagai berikut:

  1. Tarif 5% berlaku untuk PKP mulai dari Rp0 hingga Rp60 juta per tahun
  2. Tarif 15% berlaku untuk PKP di atas Rp 60 juta hingga Rp250 juta per tahun
  3. Tarif 25% berlaku untuk PKP di atas Rp250 juta hingga Rp500 juta per tahun
  4. Tarif 30% berlaku untuk PKP di atas Rp500 juta hingga Rp5 miliar per tahun
  5. Tarif 35% berlaku untuk PKP yang telah melebihi Rp5 miliar per tahun.

 

Perhitungan PPh 21 Floor Director

Contoh ilustrasi: Michael adalah seorang floor director di salah satu stasiun tv swasta. Gaji Michael sebesar Rp8.000.000 per bulan dengan tunjangan operasioal sebesar Rp1.200.000 per bulan. Michael belum menikah. Berikut ilustrasi perhitungan PPh 21nya.

Gaji dan tunjangan Michael tiap bulan Rp8.000.000 + Rp1.200.000 = Rp9.200.000

Gaji dan tunjangan Michael dalam satu tahun Rp9.200.000 x 12 = Rp110.400.000

Biaya Jabatan (BJ) 5% x gaji dan tunjngan satu tahun = 5% x Rp110.400.000 = Rp5.520.000

PTKP K0 sebesar Rp54.000.000

Maka penghasilan neto Michael

Gaji dan tunjangan – BJ – PTKP

Rp110.400.000 – Rp5.520.000 – Rp54.000.000 = Rp50.880.000

Maka PKP setahun Michael

Rp50.880.000 x 5% = Rp2.544.000 per tahun atau Rp212.000 per bulan

Sehingga PPh 21 yang harus dibayar Michael sebesar Rp2.544.000/tahun atau Rp212.000/bulan.