Pajak Profesi: Pajak Atas Penghasilan Creative Director

Apa Itu Creative Director?

Creative Director adalah seorang yang memiliki tanggung jawab utama untuk mengarahkan dan mengelola aspek kreatif dari sebuah proyek atau bisnis, terutama dalam industri kreatif, seperti iklan, desain, seni visual, film, mode dan industri kreatif lainnya. Peran Creative Director sangat penting dalam mengembangkan konsep kreatif, mengarahkan tim kreatif, dan memastikan bahwa visi kreatif tercapai sesuai dengan tujuan proyek atau merek.

Dalam bekerja, seorang Creative Director akan bekerja dalam tim yang biasanya terdiri dari copywriter, fotografer, videografer dan desainer grafis. Umumnya, tim yang dipimpin Creative Director ini bekerja dalam lingkup perusahaan periklanan atau tim pemasaran sebuah perusahaan.

 

Tanggung Jawab Seorang Creative Director

  1. Pengembangan Konsep Kreatif: Seorang Creative Director bekerja sama dengan klien atau pemilik bisnis untuk mengembangkan konsep kreatif yang sesuai dengan tujuan proyek. Mereka dapat merancang pesan, gaya, dan pendekatan yang unik untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Hasil dari konsep kreatif dapat bermacam-macam seperti video, copywriting, dan gambar
  2. Memimpin Tim Kreatif: Creative Director bertanggung jawab untuk memimpin tim kreatif yang terdiri dari berbagai profesional seperti desainer grafis, penulis, ilustrator, fotografer, dan lainnya. Seorang Creative Director diharuskan memberikan arahan, inspirasi, dan panduan yang mendetail kepada tim untuk menjalankan visi kreatif
  3. Manajemen Proyek Kreatif: Creative Director bertanggung jawab untuk mengelola aspek-aspek proyek kreatif, termasuk anggaran, jadwal, dan sumber daya. Mereka harus memastikan bahwa proyek diselesaikan tepat waktu dan sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan. Dalam aspek ini, seorang creative director dituntut untum memiliki keahlian multitasking
  4. Pengawasan Produksi: Pada tahap produksi, Creative Director memastikan bahwa konsep kreatif diwujudkan dengan baik melalui berbagai media, seperti kampanye iklan, desain produk, video, atau seni visual. Mereka memantau kualitas produksi dan memberikan arahan kepada tim produksi
  5. Komunikasi dengan Klien: Seorang Creative Director berperan sebagai perantara antara tim kreatif dan klien atau pemilik bisnis. Mereka harus mampu mengkomunikasikan visi kreatif kepada klien dan menjawab umpan balik serta perubahan yang mungkin dibutuhkan
  6. Mengikuti Tren dan Inovasi: Seorang Creative Director harus tetap mengikuti perkembangan tren dan inovasi dalam industri kreatif. Hal ini penting untuk menjaga relevansi dan daya saing proyek atau merek yang mereka tangani
  7. Menjaga Citra dan Identitas Merek: Bagi banyak perusahaan, menjaga konsistensi dalam citra dan identitas merek sangat penting. Creative Director bertanggung jawab untuk memastikan bahwa semua materi kreatif sesuai dengan panduan merek dan mencerminkan nilai-nilai dan pesan merek
  8. Evaluasi Kinerja: Setelah proyek selesai, seorang Creative Director dapat melakukan evaluasi kinerja untuk mengidentifikasi apa yang berhasil dan apa yang tidak dalam proyek tersebut. Hal ini dapat membantu meningkatkan strategi kreatif di masa depan.

Baca juga: Pajak Profesi: Pajak Atas Penghasilan Penyuluh Pertanian Lapangan

 

Keahlian yang Harus Dimiliki Seorang Creative Director

Posisi Creative Director menjadi ujung tombak baik untuk perusahaan atau di agency, karena diharuskan memiliki beberapa keahlian khusus antara lain:

  1. Kreativitas yang Tinggi: Kemampuan untuk berpikir kreatif dan mengembangkan konsep-konsep yang inovatif adalah kualitas utama seorang Creative Director. Mereka harus mampu memunculkan ide-ide baru dan segar untuk memecahkan masalah kreatif
  2. Desain Grafis: Creative Director harus memahami prinsip-prinsip desain grafis, desain produk, atau bidang kreatif lainnya yang mereka tangani. Mereka tidak harus menjadi seorang desainer yang handal, tetapi pemahaman yang kuat tentang desain membantu mereka memberikan arahan yang lebih baik kepada tim kreatif
  3. Manajemen Proyek: Mengelola proyek kreatif memerlukan keterampilan manajemen yang kuat. Seorang Creative Director harus bisa merencanakan anggaran, mengatur jadwal, dan mengalokasikan sumber daya dengan efisien
  4. Kepemimpinan: Kemampuan untuk memimpin tim kreatif adalah keterampilan penting. Creative Director harus dapat menginspirasi, memotivasi, dan mengarahkan anggota tim agar bekerja menuju visi kreatif yang telah ditetapkan
  5. Kemampuan Berbicara di Depan Umum: Seorang Creative Director diharuskan memiliki keahllian untuk berbicara di hadapan umum karena ia akan menjadi “corong” komunikasi kepada klien. Selain kepada klien, mengkomunikasikan ide kepada tim internal juga harus jelas dan benar. Jika ada informasi yang tidak jelas, Creative Director harus menjelaskan sampai semua tim benar-benar paham
  6. Kemampuan Multitasking: Creative Director seringkali harus menghadapi banyak tugas dan proyek sekaligus. Kemampuan untuk mengelola berbagai tugas dengan efisien adalah hal yang penting
  7. Memperhatikan Detail: Walaupun mereka berfokus pada aspek kreatif, Creative Director juga harus memiliki pemahaman terhadap detail. Hal ini penting untuk memastikan bahwa semua elemen proyek berjalan sesuai rencana
  8. Pemahaman Prilaku Konsumen: Untuk proyek pemasaran dan periklanan, pemahaman tentang perilaku konsumen dan tren pasar sangat diperlukan. Creative Director harus mampu mengidentifikasi apa yang menarik perhatian dan memengaruhi perilaku konsumen
  9. Fleksibel dan Adaptif: Industri kreatif terus berubah, sehingga Creative Director harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan tren, teknologi, dan tuntutan pasar
  10. Kemampuan Mengambil Keputusan: Creative Director seringkali dihadapkan pada situasi dimana mereka harus membuat keputusan cepat. Kemampuan untuk mengambil keputusan yang tepat dengan cepat adalah keterampilan yang sangat berharga.

 

Jenjang Karir Creative Director

Di beberapa agency atau biro periklanan, perjalanan karir seorang Creative Director biasanya dimulai dari desainer grafis. Jika dalam pekerjaannya seorang desainer grafis bekerja dengan baik, posisi selanjutnya yang dapat ia tempuh adalah menjadi Art Director.

Art Director dan Creative Director sebenarnya tidak begitu berbeda dalam pekerjaannya. Art Director ikut terlibat dalam kegiatan penganggaran, pengawasan dan rapat, namun keterlibatannya tidak sebanyak Creative Director. Jika dalam perjalanannya seorang Art Director bekerja dengan baik, ia bisa dipromosikan menjadi seorang Creative Director.

Baca juga: Pajak Profesi: Pajak Atas Penghasilan Satpam

 

Gaji Creative Director

Penghasilan yang didapat seorang Creative Director sangat bervariatif. Beberapa aspek yang dapat memengaruhi gaji atau penghasilan seorang Creative Director antara lain berapa lama pengalaman individu tersebut, skala dari merk atau brand yang dikerjakan, tingkat kesulitan proyek pekerjaan, serta durasi pengerjaan proyek. Menurut data yang berhasil dihimpun, gaji seorang Creative Director di Jakarta ada di kisaran Rp8.000.000 hingga Rp18.000.000 per bulannya.

 

Kewajiban Perpajakan Creative Director

Berdasarkan gaji yang didapat seorang Creative Director, maka penghasilan Creative Director akan dipotong PPh Pasal 21 jika melewati batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Peraturan mengenai PTKP ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.101/PMK.010/2016.

Untuk dapat mengetahui berapa besaran pajak yang diberikan kepada Creative Director, kita harus terlebih dahulu mengetahui penghasilan neto. Setelah tahu berapa penghasilan neto, dikurangi dengan PTKP sebesar Rp54 juta, sehingga nantinya akan didapatkan berapa jumlah Penghasilan Kena Pajak (PKP).

Adapun, tarif progresif sesuai Pasal 17 ayat 1(a) UU PPh yang telah diperbaharui dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) adalah sebagai berikut:

  1. Tarif 5% berlaku untuk PKP mulai dari Rp0 hingga Rp60 juta per tahun
  2. Tarif 15% berlaku untuk PKP di atas Rp 60 juta hingga Rp250 juta per tahun
  3. Tarif 25% berlaku untuk PKP di atas Rp250 juta hingga Rp500 juta per tahun
  4. Tarif 30% berlaku untuk PKP di atas Rp500 juta hingga Rp5 miliar per tahun
  5. Tarif 35% berlaku untuk PKP yang telah melebihi Rp5 miliar per tahun.

 

Perhitungan PPh 21 Creative Director

Contoh kasus: Gamal adalah seorang Creative Director di sebuah agency di Jakarta dengan penghasilan Rp9.000.000 per bulan dan tunjangan jabatan sebesar Rp500.000 per bulan. Gamal sudah menikah dan memiliki satu orang anak. Berikut adalah ilustrasi perhitungan PPh 21nya.

Gaji dan tunjangan Gamal tiap bulan Rp9.000.000 + Rp500.000 = Rp9.500.000

Gaji dan tunjangan Gamal dalam satu tahun Rp9.500.000 x 12 = Rp114.000.000

Biaya Jabatan (BJ) 5% x gaji dan tunjangan satu tahun = 5% x Rp114.000.000 = RpRp5.700.000

PTKP K1 sebesar Rp63.000.000

Maka penghasilan neto Gamal

Gaji dan tunjangan – BJ – PTKP

Rp114.000.000 – Rp5.700.000 – Rp63.000.000 = Rp45.300.000

Maka PKP setahun Gamal

Rp45.300.000 x 5% = Rp2.265.000 per tahun atau Rp188.750 per bulan

Sehingga PPh 21 yang harus dibayar Gamal sebesar Rp2.265.000/tahun atau Rp188.750/bulan.