Menjelang pergantian tahun, pemerintah kembali menetapkan kurs pajak mingguan sebagai acuan penghitungan kewajiban perpajakan. Melalui KMK No. 31/MK/EF.2/2025, Kementerian Keuangan menetapkan kurs pajak yang berlaku untuk periode 31 Desember 2025 hingga 6 Januari 2026.
Penetapan ini menjadi rujukan bagi Wajib Pajak dalam mengonversi transaksi valuta asing ke rupiah, baik untuk perhitungan Pajak Penghasilan (PPh), PPN dan PPnBM, maupun bea masuk dan bea keluar.
Rupiah Melemah Serentak
Berdasarkan KMK No. 31/MK/EF.2/2025, seluruh mata uang asing mengalami kenaikan nilai kurs dibandingkan periode sebelumnya. Seluruh mata uang dalam kurs pajak periode ini mencatat perubahan positif.
Kondisi tersebut berarti rupiah melemah terhadap mata uang negara maju maupun negara berkembang, termasuk mata uang kawasan Asia dan Oseania seperti:
- dolar Australia,
- yuan Tiongkok,
- baht Thailand,
- hingga won Korea.
Kondisi ini mencerminkan masih kuatnya tekanan eksternal terhadap rupiah, seiring dinamika pasar keuangan global dan penyesuaian pelaku pasar menjelang pergantian tahun.
Baca Juga: Kurs Pajak Terbaru 24–30 Desember 2025, Dolar AS Tembus Rp16.704
Daftar Kurs Pajak Periode 31 Desember 2025–6 Januari 2026
|
No |
Mata Uang |
Nilai Kurs (Rp) |
Perubahan (Rp) |
|
1 |
Dolar Amerika Serikat (USD) |
16.777,00 |
73,00 |
|
2 |
Dolar Australia (AUD) |
11.236,34 |
177,69 |
|
3 |
Dolar Kanada (CAD) |
12.252,54 |
128,95 |
|
4 |
Kroner Denmark (DKK) |
2.645,48 |
21,86 |
|
5 |
Dolar Hongkong (HKD) |
2.157,47 |
10,82 |
|
6 |
Ringgit Malaysia (MYR) |
4.132,85 |
44,75 |
|
7 |
Dolar Selandia Baru (NZD) |
9.779,45 |
134,91 |
|
8 |
Kroner Norwegia (NOK) |
1.672,02 |
29,45 |
|
9 |
Poundsterling Inggris (GBP) |
22.649,17 |
288,33 |
|
10 |
Dolar Singapura (SGD) |
13.054,96 |
112,01 |
|
11 |
Kroner Swedia (SEK) |
1.827,01 |
28,69 |
|
12 |
Franc Swiss (CHF) |
21.267,52 |
265,41 |
|
13 |
Yen Jepang (JPY) |
10.732,12 |
10,24 |
|
14 |
Kyat Myanmar (MMK) |
7,98 |
0,03 |
|
15 |
Rupee India (INR) |
186,95 |
2,20 |
|
16 |
Dinar Kuwait (KWD) |
54.562,36 |
130,97 |
|
17 |
Rupee Pakistan (PKR) |
59,60 |
0,71 |
|
18 |
Peso Filipina (PHP) |
285,44 |
1,21 |
|
19 |
Riyal Arab Saudi (SAR) |
4.472,97 |
19,94 |
|
20 |
Rupee Sri Lanka (LKR) |
54,32 |
0,22 |
|
21 |
Baht Thailand (THB) |
539,51 |
8,85 |
|
22 |
Dolar Brunei Darussalam (BND) |
13.045,13 |
102,17 |
|
23 |
Euro (EUR) |
19.760,23 |
159,46 |
|
24 |
Yuan Renminbi Tiongkok (CNY) |
2.392,29 |
18,75 |
|
25 |
Won Korea (KRW) |
11,47 |
0,14 |
Baca Juga: Kurs Pajak Minggu Ini 17–23 Desember 2025: Dolar AS Menguat, Rupiah Bergerak Variatif
Fungsi Kurs Pajak bagi Wajib Pajak
Kurs pajak mingguan digunakan sebagai dasar konversi transaksi dalam mata uang asing ke rupiah untuk keperluan perpajakan. Nilai kurs ini menjadi acuan dalam penghitungan PPh, PPN dan PPnBM, serta bea masuk dan bea keluar.
Contoh perhitungan:
Jika terdapat transaksi impor sebesar USD 5.000 dengan kurs pajak USD Rp16.777, maka nilai rupiahnya adalah:
5.000 × Rp16.777 = Rp83.885.000
Nilai tersebut yang kemudian digunakan sebagai dasar pelaporan pajak.
FAQ Seputar Kurs Pajak Mingguan
1. Mengapa kurs pajak ditetapkan setiap minggu?
Karena nilai tukar mata uang bersifat fluktuatif dan mengikuti perkembangan pasar global. Penetapan mingguan bertujuan menjaga akurasi perhitungan pajak.
2. Apakah kurs pajak sama dengan kurs bank?
Tidak selalu. Kurs pajak ditetapkan oleh pemerintah dan bisa berbeda dengan kurs jual atau beli di perbankan.
3. Di mana Wajib Pajak dapat mengakses kurs pajak terbaru?
Kurs pajak mingguan dapat dilihat melalui situs resmi Kementerian Keuangan atau laman pajakku.com/rates.









