Pemerintah kembali menggulirkan sejumlah program insentif strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional pada semester 2 tahun 2025. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga momentum pemulihan dan meningkatkan daya beli masyarakat hingga akhir tahun, khususnya dalam menghadapi periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Tantangan Global dan Strategi Nasional
Saat ini, perekonomian nasional tengah menghadapi tantangan dari ketidakpastian global akibat eskalasi geopolitik dan dinamika tarif internasional. Di sisi domestik, sejumlah indikator menunjukkan perlambatan yang perlu diantisipasi dengan kebijakan yang adaptif dan tepat sasaran.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pemerintah akan menjaga kesinambungan pertumbuhan melalui penguatan konsumsi dan investasi, khususnya lewat percepatan belanja negara dan realisasi proyek strategis nasional.
Stimulus Transportasi dan Pariwisata Kembali Hadir
Setelah sukses menerapkan skema diskon tiket pesawat, kereta api, jalan tol, hingga kapal laut pada semester 1 2025, pemerintah berencana melanjutkan insentif serupa di paruh kedua tahun ini. Diskon tarif ini ditujukan untuk mendukung sektor transportasi dan pariwisata sekaligus mendorong konsumsi rumah tangga.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa paket insentif tersebut akan mencakup:
- Diskon tiket pesawat melalui skema Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP)
- Diskon tarif kereta api, kapal laut, penyeberangan, dan jalan tol
- Paket wisata bundling dan penyelenggaraan event nasional untuk meramaikan masa liburan akhir tahun
“Pemerintah akan mendorong ada event baru lagi untuk diskon. Nah kalau ke depan, ya kita persiapkan lagi untuk Nataru di akhir tahun,” ujar Menko Airlangga.
Baca Juga: Aturan Pajak Kripto Akan Direvisi, Ini Potensi Perubahannya
Dorongan untuk Percepatan Belanja Pemerintah
Selain fokus pada konsumsi, strategi lain yang ditekankan adalah percepatan realisasi belanja dari kementerian dan lembaga, terutama yang memiliki pagu anggaran besar. Pemerintah ingin agar belanja negara dapat menjadi motor penggerak ekonomi pada semester 2.
Langkah percepatan ini diharapkan membantu mengatasi perlambatan sektor riil dan menjaga sirkulasi uang di masyarakat tetap aktif, terutama menjelang kuartal IV 2025.
Program Prioritas Pemerintah
Sejumlah program prioritas juga dipercepat pelaksanaannya sebagai bagian dari stimulus, antara lain:
- Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan prioritas perekrutan tenaga kerja dari kelompok Desil-1 (sangat miskin) dan Desil-2 (miskin)
- Akselerasi program Koperasi Desa Merah Putih
- Pembangunan 3 juta rumah sebagai solusi perumahan nasional dan penggerak sektor konstruksi
Fokus Sektor Perumahan dan Ketenagakerjaan
Stimulus lainnya juga menyasar sektor perumahan dan tenaga kerja, antara lain melalui:
- Percepatan implementasi Kredit Investasi Padat Karya
- Peningkatan alokasi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)
- Penyerapan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS)
- Implementasi Kredit Program Perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah
Di sisi lain, program padat karya tunai akan terus dioptimalkan untuk memperkuat daya beli kelompok masyarakat rentan dan menciptakan lapangan kerja langsung.
Baca Juga: DJP Incar Pajak dari Sosial Media, Begini Mekanismenya
Penguatan Basis Data dan Kawasan Industri
Upaya memperkuat fondasi ekonomi jangka panjang juga dilakukan melalui peningkatan kualitas data dan akses informasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Kawasan Industri (KI), yang dikoordinasikan bersama Badan Pusat Statistik (BPS).
Dengan perbaikan data dan penguatan sinergi kelembagaan, pemerintah berharap bisa menciptakan kebijakan yang lebih presisi dan efisien untuk pengembangan wilayah dan peningkatan investasi.
Diskon Listrik Tidak Akan Dilanjutkan
Berbeda dengan paket insentif semester 1, Airlangga menegaskan bahwa stimulus tarif listrik tidak akan dilanjutkan pada semester 2 ini. Fokus pemerintah akan lebih diarahkan ke sektor konsumsi, transportasi, pariwisata, dan perumahan.
Menjaga Momentum Pertumbuhan dan Daya Saing
Secara keseluruhan, rangkaian stimulus ini bertujuan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan keyakinan investor dalam dan luar negeri. Pemerintah berharap insentif semester 2 ini dapat menjaga stabilitas dan memperkuat fondasi ekspansi ekonomi jangka panjang.
Sumber: Siaran Pers HM.02.04/258/SET.M.EKON.3/07/2025









