Hindari Kesalahan Lapor Pajak Online Ini agar Bisnis Tak Merugi

Bagi pemilik bisnis, kepatuhan pajak adalah hal mutlak yang tak bisa ditawar. Untuk memudahkan prosesnya, pemerintah pun telah menyediakan sistem lapor pajak online yang lebih praktis dan efisien. Namun, meski lebih mudah, kesalahan dalam proses pelaporan masih sering terjadi. Jika tidak diantisipasi, kekeliruan ini bisa membuat bisnis menanggung beban lebih besar, mulai dari sanksi administrasi hingga kerugian finansial. 

Lalu, apa saja kesalahan yang sering terjadi saat lapor pajak online dan bagaimana cara menghindarinya? 

Kesalahan Umum yang Bikin Lapor Pajak Online Bermasalah 

Beberapa kesalahan teknis berikut sering dialami wajib pajak saat melaporkan pajak secara online: 

  • Salah input data penghasilan – bruto dan neto tertukar, atau keliru membedakan penghasilan final dan non final. 
  • Double posting – transaksi atau potongan pajak dilaporkan lebih dari sekali sehingga terjadi selisih bayar. 
  • Perbedaan angka – data yang diinput tidak sama dengan bukti potong. 
  • Data kontak tidak valid – email atau nomor telepon salah sehingga bukti lapor tidak terkirim. 
  • Dokumen pendukung tidak lengkap – misalnya bukti potong atau laporan keuangan tidak diunggah. 
  • Format data tidak sesuai – kesalahan dalam penulisan tanggal, kode transaksi, atau mata uang. 

Kesalahan-kesalahan di atas mungkin terlihat sepele. Namun, ini sejatinya bisa berdampak serius bagi bisnis karena laporan pajak yang tidak akurat berpotensi memicu pemeriksaan pajak. 

Baca Juga: Cara Cek Validasi NPWP Pajak untuk Bisnis, Praktis dan Tanpa Ribet!

Kekeliruan Lapor Pajak Online pada Wajib Pajak Badan 

Untuk perusahaan, kesalahan dalam lapor pajak online bisa langsung berimbas pada kondisi keuangan. Beberapa yang paling sering terjadi, yaitu: 

  • Penghitungan pajak tidak akurat, salah tarif atau tidak memasukkan biaya yang seharusnya bisa dikurangkan. 
  • Kurang update aturan pajak terbaru, termasuk soal tarif dan insentif fiskal. 
  • Pengisian SPT tidak lengkap, data penghasilan atau biaya tidak terlapor seluruhnya. 
  • Kelalaian administrasi, dokumen tidak tersimpan rapi dan sulit ditelusuri saat dibutuhkan. 
  • Tidak memanfaatkan insentif pajak, padahal bisa mengurangi beban perusahaan secara signifikan. 

Jika kesalahan ini terus berulang, bisnis bisa menanggung beban pajak lebih besar dari yang seharusnya, bahkan menghadapi sanksi denda. 

Tips Menghindari Kerugian Akibat Salah Lapor Pajak Online 

Agar bisnis tidak dirugikan karena kesalahan saat lapor pajak online, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan: 

  • Selalu ikuti regulasi terbaru agar tidak salah hitung atau salah prosedur. 
  • Periksa ulang akurasi data sebelum mengirim laporan. 
  • Kelola dokumen pendukung secara digital untuk memudahkan pelacakan. 
  • Gunakan aplikasi akuntansi atau layanan DJP Online agar perhitungan lebih akurat. 
  • Lapor pajak lebih awal, jangan menunggu mendekati batas waktu. 
  • Konsultasi dengan konsultan pajak bila ada hal yang masih diragukan. 

Baca Juga: Panduan Terbaru Lapor Pajak Penjual Online dan Pengaruhnya pada SPT Tahunan

Hindari Kesalahan Pelaporan Pajak dengan Pajakku 

Kesalahan dalam lapor pajak online bukan hanya sekadar masalah administratif, tapi juga bisa merugikan bisnis secara finansial. Dengan menghindari kekeliruan umum dan memanfaatkan teknologi yang tersedia, perusahaan dapat memastikan laporan pajak tersusun rapi, akurat, dan sesuai regulasi. 

Pelaporan pajak yang tepat waktu dan bebas kesalahan tidak hanya mengurangi risiko denda, tapi juga membantu menjaga keuangan bisnis tetap sehat. Untuk memastikan pelaporan pajak bisnis Anda tak bermasalah, Pajakku menyediakan solusi yang bisa memenuhi berbagai kebutuhan.  

Punya pertanyaan lebih lanjut? Segera hubungi kami di 0804 1501 501 atau marketing@pajakku.com

Baca Juga Berita dan Artikel Pajakku Lainnya di Google News