Jelang musim libur akhir tahun, pelaku bisnis di sektor pariwisata sudah mulai bersiap. Menurut Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita), diprediksi akan ada kenaikan permintaan perjalanan wisata sebesar 30% di akhir tahun ini dibandingkan dengan tahun kemarin.
Wakil Ketua Umum DPP Asita Budi Ardiansjah menyatakan destinasi wisata dalam negeri masih menjadi favorit bagi wisatawan lokal untuk menghabiskan libur akhir tahun. Meskipun demikian, destinasi internasional terutama negara-negara Asia dan sebagian negara Eropa juga masih menjadi pilihan wisatawan.
Tahun ini, diprediksi masyarakat sudah mulai terbiasa dengan perjalanan dalam rombongan regular. Meskipun begitu tak sedikit pula yang memilih berwisata dengan kelompok kecil atau keluarga. Senada dengan Budi, CEO of Tranport Traveloka Iko Putera menyatakan minat wisatawan untuk perjalanan domestic terus menunjukan peningkatan minat khususnya Surabaya, Bali, Kupang, Makassar, Lampung dan Solo.
Sementara itu, Iko mengatakan pada semester pertama tahun ini destinasi internasional favorit di antaranya Singapura, Thailand, Malaysia, Australia dan Jepang. Di sisi lain, sektor perhotelan dan rumah makan juga optimistis menatap libur akhir tahun.
Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Maulana Yusran juga memproyeksikan tingkat okupansi hotel meningkat sebanyak 20% dari regular season. Proyeksi ini masih sangat bergantung dengan destinasi yang memiliki daya tarik bagi wisatawan.
Berbagai optimisme ini mencerminkan adanya pemulihan yang luar biasa pasca melewati masa-masa sulit yang dilalui oleh sektor pariwisata selepas pandemi COVID-19. Sektor pariwisata merupakan sektor yang penting dalam perekonomian Indonesia.
Pada tahun 2022, sektor pariwisata menyumbang devisa untuk negara sebesar US$4,26 miliar. Sementara, pada tahun ini sampai dengan semester pertama sudah US$5,95 miliar. Angka ini menunjukkan adanya kenaikan yang signifikan dari tahun 2021 yang hanya US$0,49 miliar akibat pandemi.
Di Indonesia, libur akhir tahun menjadi momentum yang sacral bagi sebagian orang. Selain, karena ada hari natal yang dirayakan pada tanggal 25 Desember, masyarakat Indonesia sangat menunggu momen pergantian tahun.
Momen libur Panjang ini biasanya dapat dirayakan bersama dengan kerabat keluarga ataupun pasangan di destinasi wisata baik lokal maupun mancanegara. Untuk para pekerja, akhir tahun juga menjadi momen yang tepat untuk menghabiskan jatah cuti tahunan. Sebagian dari mereka menghabiskan hak cuti untuk berlibur ke destinasi wisata favorit mereka.
Baca juga: Mengenal Pajak Pariwisata
Indonesia sendiri memiliki banyak sekali destinasi wisata yang tersebar dari ujung barat sampai ujung timur Indonesia. Tipe destinasinya pun beragam, mulai dari pantai yang indah, pegunungan yang sejuk, hutan yang lebat dan wisata sejarah yang dapat ditemui di dalam kota.
Bahkan tidak hanya wisatawan lokal yang tertarik dengan destinasi wisata Indonesia, wisatawan mancanegara pun sangat banyak yang menghabiskan libur panjang mereka untuk berwisata ke Indonesia. Ditambah dengan perbaikan situasi global, sekarang wisatawan mancanegara sudah sangat mudah untuk menuju Indonesia.
Banyaknya promosi dari penyedia jasa reservasi tiket perjalanan dan hotel juga menjadi salah satu faktor meingkatnya minat masyarakat untuk berlibur. Untuk para pemburu promo yang memang mengincar promo dari agen perjalanan online ini menjadi momen yang tepat untuk mendapatkan harga yang lebih murah dari regular season. Aplikasi yang mudah serta kerja sama dengan beberapa merchant membuat periode promo dari agen perjalanan online ini menjadi momen yang ditunggu-tunggu untuk promo hunter.
Pemerintah Indonesia juga terus berinvestasi dalam pengembangat infrastruktur wisata seperti pembangunan hotel, restoran, dan fasilitas wisata lainnya. Hal ini sangat berpengaruh ke kenyamanan dan kualitas layanan bagi wisatawan. Pembangunan infrastruktur ini sangat berpengaruh bagi masyarakat di sekitar destinasi wisata untuk meingkatkan perekonomian dan membuka lapangan kerja baru.
Tidak hanya berlibur, wisatawan yang sedang berlibur kini banyak yang ingin berkontribusi untuk lingkungan. Kegiatan eco-tourism, kini seakan menjadi tren di masyarakat. Destinasi wisata seperti Bali, Raja Ampat, Labuan Bajo menjadi favorit destinasi wisata dalam negeri.
Meskipun begitu, pelaku bisnis pariwisata masih perlu mewaspadai beberapa tantangan yang harus dihadapi jelang periode libur akhir tahun 2023. Beberapa di antaranya adalah:
- Kenaikan Harga
Selama musim liburan seperti libur akhir tahun, harga-harga di sektor pariwisata seperti tiket pesawat dan akomodasi cenderung naik. Meskipun, banyak promo yang ditawarkan agen perjalanan online, tapi jumlahnya tidak sebanding dengan permintaan di pasar. Hal ini tentu menjadi kendala bagi wisatawan dengan anggaran terbatas.
- Kepadatan Lalu Lintas
Beberapa destinasi wisata popular baik di dalam kota maupun luar kota harus mewaspadai kemacetan lalu lintas yang sering terjadi selama libur panjang akhir tahun. Meskipun, semakin ramai tentu omzet akan semakin bagus, namun pengalaman tidak mengenakan bagi wisatawan dapat membuat mereka enggan untuk berlibur.
Baca juga: TDUP dan Pajak yang Berlaku untuk Sektor Pariwisata
- Pelestarian Lingkungan
Peningkatan kunjungan wisatawan dapat memberikan tekanan tambahan pada lingkungan alam di beberapa destinasi. Seringkali terdengar kabar kondisi alam yang rusak pasca musim libur akibat membludaknya wisatawan. Oleh karena itu, penting untuk memastikan upaya pelestarian lingkungan tetap menjadi prioritas.
- Perubahan Cuaca
Cuaca yang sering berubah-ubah pada akhir tahun juga menjadi ancaman pelaku bisnis. Perubahan cuaca ini juga dapat memengaruhi perjalanan liburan dan aktivitas di luar ruangan.
- Menjaga Standar Pelayanan
Proyeksi wisatawan yang membludak, membuat pelaku bisnis pariwisata harus tetap menjaga standar pelayanan kepada pengunjung. Seperti pengusaha rumah makan, hotel, tempat wisata, harus memberikan pengarahan kepada stafnya agar standar pelayanan dapat diberikan dengan baik meskipun kuantitas wisatawan meningkat.
Untuk mengatasi tantangan ini, industri pariwisata perlu bekerja sama dengan pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait lainnya. Ini termasuk memastikan bahwa protokol kesehatan dan kelestarian lingkungan tetap dijaga, serta meningkatkan kapasitas dan infrastruktur pariwisata untuk menangani lonjakan kunjungan wisatawan.
Dalam menghadapi situasi yang dinamis ini, industri pariwisata nasional perlu beradaptasi dan berinovasi untuk memastikan bahwa libur akhir tahun 2023 tetap menjadi periode yang sukses bagi semua pemangku kepentingan. Dengan perencanaan yang matang, pengelolaan yang baik, dan komitmen terhadap keberlanjutan, Indonesia dapat terus menjadi destinasi wisata yang menarik dan berkelanjutan.







