Dampak Serangan Iran ke Israel Terhadap Perekonomian Indonesia

Serangan Iran ke Israel pada Sabtu pekan lalu telah menciptakan gelombang kekhawatiran yang meluas terutama di kawasan Timur Tengah. Dampak yang paling ditakutkan adalah potensi kenaikan harga minyak dunia, yang dapat mempengaruhi ekonomi global, termasuk Indonesia. Namun, analisis lebih lanjut diperlukan untuk memahami bagaimana serangan ini dapat berdampak pada perekonomian Indonesia secara spesifik.

Pendapat Pengamat Ekonomi Tentang Serangan Iran ke Israel

Menurut Fithra Faisal Hastiadi, seorang dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, situasi ini kemungkinan tidak akan menghasilkan dampak yang signifikan bagi perekonomian Indonesia karena diprediksi bahwa ketegangan akan mereda seiring waktu. Argumen ini juga didukung oleh Poppy Sulistyaning Winanti, seorang Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada, yang memperkirakan bahwa dampak ekonomi baru akan menjadi jelas jika Israel memilih untuk melakukan serangan balasan terhadap Iran.

Meskipun demikian, Fithra dan Poppy mengakui bahwa situasi dapat berubah secara drastis jika Israel memilih untuk melancarkan serangan balasan terhadap Iran. Dalam skenario ini, perekonomian Indonesia akan lebih terkena dampaknya. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan berbagai kemungkinan dan strategi yang dapat diambil oleh Indonesia dalam menghadapi ketegangan di Timur Tengah.

Baca juga: Perwujudan Perdamaian Dunia Melalui Pajak Internasional

Beberapa pengamat telah memprediksi bahwa ketegangan tidak akan mencapai puncaknya karena Iran telah memberi tahu Israel dan Amerika Serikat tentang niatnya untuk melakukan serangan. Sebagai hasilnya, Israel lebih siap menghadapi serangan tersebut dengan dukungan dari sekutunya. Beberapa pengamat bahkan menganggap bahwa serangan Iran mungkin hanya bertujuan untuk menunjukkan kekuatan mereka tanpa memicu konflik yang lebih besar.

Prediksi Jika Konflik Terbuka

Meskipun demikian, jika situasi berubah menjadi konflik terbuka, dampaknya bisa lebih serius. Fithra menggambarkan situasi sebagai “Mexican standoff”, di mana pihak yang terlibat menyadari kekuatan masing-masing dan saling mengancam. Dalam kondisi seperti ini, tidak ada pihak yang dapat menang tanpa memicu konflik yang lebih besar. Oleh karena itu, diperlukan upaya diplomasi dan mediasi yang kuat untuk mencegah eskalasi konflik yang lebih lanjut.

Ketidakpastian politik dan ekonomi yang muncul dari situasi ini dapat mempengaruhi ekonomi Indonesia melalui fluktuasi harga minyak dunia. Jika ketegangan meningkat menjadi konflik terbuka, harga minyak dunia dapat melonjak, bukan karena pasokan berkurang tetapi karena gangguan dalam perdagangan. Sebagai negara importir minyak, Indonesia akan merasakan dampaknya melalui kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan komoditas lainnya.

Baca juga: BRITACOM, Mekanisme Kerja Sama Perpajakan Internasional dari China

Kenaikan harga komoditas energi juga dapat berdampak pada biaya produksi, yang akhirnya akan mengakibatkan kenaikan harga barang dan inflasi. Tingkat suku bunga yang lebih tinggi juga dapat membuat pembayaran kredit menjadi lebih sulit bagi masyarakat. Ini semua dapat mengurangi daya beli masyarakat dan menghambat pertumbuhan ekonomi.

Rekomendasi Langkah Antisipatif Pemerintah Indonesia

Untuk mengatasi dampak potensial dari kenaikan harga minyak dunia, pemerintah dapat mengambil langkah-langkah seperti mengurangi inflasi di sektor lain dan membantu produsen yang terdampak dengan memberikan subsidi. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengurangi dampak negatif pada ekonomi domestik. Selain itu, Indonesia juga perlu menjaga hubungan baik dengan negara-negara di kawasan Timur Tengah dan mengambil peran aktif dalam upaya mediasi untuk mencegah eskalasi konflik yang lebih lanjut.

Dalam konteks ini, peran diplomatik dan kerjasama internasional sangat penting untuk menjaga stabilitas dan keamanan regional. Indonesia dapat memanfaatkan hubungan baiknya dengan negara-negara di kawasan Timur Tengah untuk memediasi konflik dan mempromosikan perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut. Hal ini akan memberikan kontribusi positif bagi keamanan dan stabilitas global, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam diplomasi internasional.

Dengan demikian, meskipun serangan Iran ke Israel telah menimbulkan kekhawatiran akan ketegangan di kawasan Timur Tengah, Indonesia memiliki potensi untuk menghadapi dampaknya melalui langkah-langkah yang tepat dan upaya diplomasi yang kuat. Dengan menjaga stabilitas dan keamanan regional, Indonesia dapat melindungi kepentingan ekonomi dan keamanannya serta memberikan kontribusi positif bagi perdamaian dan stabilitas global.