BRITACOM, Mekanisme Kerja Sama Perpajakan Internasional dari China

Pemerintah China meningkatkan kerja sama perpajakan di negara-negara yang tergabung dalam program Belt and Road Initiative (BRI) dengan mengeluarkan Belt and Road Initiative Tax Administration Cooperation Mechanism (BRITACOM). BRITACOM merupakan sarana untuk mendorong dan membangun kerja sama di bidang administrasi perpajakan antaryurisdiksi anggota BRI.

Visi dari BRITACOM adalah untuk menghilangkan hambatan pajak dalam perdagangan dan investasi, mendorong pertumbuhan ekonomi yurisdiksi BRI, serta berkontribusi pada pencapaian pembangunan inklusif dan berkelanjutan sebagaimana yang tercantum dalam Agenda 2030 PBB terkait Sustainable Development Goals (SDGs).

BRITACOM memiliki tujuan untuk membangun lingkungan pajak yang growth-friendly melalui kerja sama dan pelatihan terbaik yang mengikuti aturan hukum perpajakan, meningkatkan kepastian perpajakan, meningkatkan kapasitas administrasi pajak, mempercepat penyelesaian sengketa pajak, meningkatkan kualitas pelayanan, dan melakukan digitalisasi administrasi perpajakan.

 

Struktur BRITACOM

BRITACOM terdiri dari Council (Dewan), Sekretariat, Belt and Road Initiative Tax Administration Cooperation Forum (BRITACOF), dan Belt and Road Initiative Tax Administration Capacity Enhancement Group (BRITACEG).  

Council merupakan pengambil keputusan dari BRITACOM yang terdiri dari kepala atau wakil Tax Administration (TA) dari yurisdiksi BRI yang menandatangani MoU pembentukan BRITACOM. Council juga menginisiasi BRITACOF sebagai acara konferensi resmi yang diadakan setiap 12 bulan.

Sedangkan, BRITACEG adalah jaringan yang memanfaatkan lembaga pelatihan dan keahlian pajak untuk melakukan pelatihan pajak, penelitian, dan program bantuan teknis. Dalam mendukung kegiatan-kegiatan tersebut, BRITACOM memiliki Sekretariat sebagai kantor penghubung yang berada di Beijing, China.

Baca juga: G20 India Selesai Dilaksanakan, Apa Dampaknya Terhadap Perpajakan?

 

Dasar Pembentukan BRITACOM

BRITACOM menjadi salah satu tindak lanjut atas Belt and Road Initiative (BRI) yang lebih dahulu diumumkan pada tahun 2013 oleh Presiden China, Xi Jinping. Belt and Road Initiative (BRI) merupakan kebijakan yang menginisiasi kerja sama ekonomi, diplomatik, dan geopolitik yang digagas oleh China untuk memperkuat pengaruh ekonomi melalui program yang luas dan menyeluruh. Dapat dikatakan, bahwa BRI merupakan Jalur Sutra (Silk Road) di abad ke-21 dengan slogan One Belt One Road (OBOR).

BRI memiliki 2 jalur, yakni jalur sutra ekonomi darat dan laut dengan menghubungkan yurisdiksi yang terdapat di Asia, Afrika, Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Latin. BRI menjadi strategi untuk mengikat ekonomi dan budaya melalui darat dan laut di lebih dari 152 yurisdiksi dan organisasi internasional. Tujuan inisiatif Belt and Road adalah meningkatkan taraf hidup masyarakat dan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) global.

 

Konferensi BRITACOM Pertama

Konferensi pertama BRITACOM dengan nama Belt and Road Initiative Tax Administration Cooperation Forum (BRITACOF) diadakan pada tanggal 18 – 20 April 2019 di Belt and Road Initiative Tax Academies (BRITA) Wuzhen, China. Dengan tema “Building a Growth-Friendly Tax Environment ”, BRITACOF ke-1 ini dihadiri oleh 350 delegasi dari perwakilan 85 yurisdiksi, 16 organisasi internasional, serta beberapa lembaga akademik dan bisnis. Selama konferensi berlangsung, terdapat 20 pertemuan virtual dan 26 program pelatihan yang diadakan untuk mendukung 1.200 pejabat pajak dari 71 yurisdiksi.

Baca juga: Hasil KTT ke-43 ASEAN 2023 Berikan Manfaat di Bidang Ekonomi

 

Perbedaan dengan OECD

Antara BRITACOM dengan OECD (Organization for Economic Cooperation and Development), keduanya memiliki peran yang penting dalam memperbaiki lingkungan perpajakan global dan mempromosikan pertumbuhan ekonomi yang sehat. Namun, meskipun memiliki peran yang sama, fokus dan pendekatan yang diterapkan berbeda. Perbedaan utama antara BRITACOM dan OECD adalah:

  • Fokus Geografis

BRITACOM secara khusus berfokus pada yurisdiksi yang terlibat dalam inisiatif Belt and Road, yang berarti fokusnya lebih terbatas secara geografis dibandingkan dengan OECD yang melibatkan negara-negara anggota di seluruh dunia.

  • Isu-isu Pajak yang Ditekankan

BRITACOM lebih berfokus pada isu-isu pajak yang muncul dalam konteks proyek-proyek infrastruktur lintas batas dan kerja sama multilateral serta pertumbuhan ekonomi di yurisdiksi BRI. Sedangkan, OECD lebih luas dalam isu-isu pajak yang ditekankan, termasuk penghindaran pajak internasional, seperti Base Erosion and Profit Shifting (BEPS) serta standar dan transparansi pajak global.

  • Anggota dan Basis Kerja Sama

OECD memiliki anggota yang mayoritasnya adalah negara maju, sementara BRITACOM lebih berfokus pada kerja sama antara negara-negara yang terlibat dalam BRI, termasuk negara berkembang. Mayoritas anggota OECD berada di Eropa serta beberapa negara Asia, Oceania, Amerika Utara, dan Amerika Selatan. Sedangkan, mayoritas anggota dari BRITACOM berada di Asia, Afrika, serta beberapa negara Eropa dan Oceania, termasuk Indonesia.