Dampak Perang Timur Tengah Terhadap Perekonomian Nasional

Dampak Perang Timur Tengah Terhadap Perekonomian Dunia

Perang Israel dan Hamas merupakan salah satu konflik terpanjang dan paling kontroversial di dunia. Konflik ini telah berlangsung selama lebih dari satu abad dan melibatkan banyak pihak termasuk Palestina, Israel, negara-negara Arab, dan komunitas internasional. Kedua pihak hingga kini masih meluncurkan serangan masing-masing, meskipun ribuan korban berjatuhan dan menimbulkan kerusakan di berbagai tempat, kedua pihak nampaknya belum ada rencana menuju damai.

Kondisi seperti itu membuat kondisi perekonomian dunia berada dalam posisi tidak stabil dan memicu ketidakpastian baru. Analisis ini disampaikan oleh Dosen Ekonomi Universitas Gadjah Mada Anggito Abimanyu. Anggito menyatakan kondisi ekonomi global belum sepenuhnya pulih pascapandemi COVID-19 serta perang Rusia-Ukraina. Akibat dari kondisi tersebut membuat ketidak stabilan harga energi dan harga pangan dunia.

Dengan terjadinya perang di Timur Tengah antara Hamas dan Israel membuat perekonomian dunia semakin terancam. Meletusnya pertempuran di Timur Tengah menurut Anggito juga menimbulkan gangguan di seluruh kawasan sekaligus mencerminkan sulitnya menjaga perekonomian global dari guncangan yang sering terjadi dan tidak dapat diprediksi.

Adanya konflik di dunia memang menjadi salah satu ancaman bagi perkeonomian dunia yang juga secara tidak langsung akan berdampak bagi perekonomian nasional. Meskipun Indonesia berjarak ribuan kilometer dari wilayah konflik, dampak perang ini terhadap perekonomian Indonesia dapat dirasakan melalui beberapa saluran, seperti perdagangan, investasi, harga komoditas, dan stabilitas geopolitik.

Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Berlanjut, Sistem Keuangan Indonesia Masih Stabil

 

Dampak Perang Timur Tengah Terhadap Perekonomian Nasional

Ada beberapa sektor dalam perekonomian nasional yang dapat terpengaruh dengan perang Timur Tengah, berikut di antaranya.

  • Perdagangan

Indonesia memiliki hubungan kerja sama dengan beberapa negara Timur Tengah seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Qatar. Dengan pecahnya perang di Timur Tengah, tentunya akan ada dampak terutama ke jalur perdagangan yang dapat menyebabkan turunnya permintaan terhadap barang dan jasa yang diekspor Indonesia. Timur Tengah merupakan pasar yang penting bagi komoditi eksppor Indonesia seperti minyak sawit, batubara, produk pertanian serta produk lainnya.

  • Investasi

Dampak perang Israel dan Palestina terhadap investasi di Indonesia dapat bersifat dua arah. Di satu sisi, ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah dapat menyebabkan penurunan investasi asing di Indonesia, karena investor cenderung menghindari pasar yang dianggap berisiko tinggi. Di sisi lain, Indonesia dapat dianggap sebagai destinasi investasi yang relatif lebih aman dibandingkan dengan negara-negara di Timur Tengah yang terdampak konflik. Hal ini dapat meningkatkan aliran investasi ke Indonesia, terutama dari investor yang mencari keuntungan dari pasar yang stabil dan tumbuh.

  • Harga Komoditas

Perang Israel dan Hamas dapat mempengaruhi harga komoditas di pasar global, terutama minyak mentah. Timur Tengah merupakan produsen minyak terbesar di dunia, dan konflik di kawasan tersebut dapat menyebabkan gangguan pasokan dan menaikkan harga minyak mentah di pasar global. Indonesia sebagai pengimpor minyak mentah, dapat terdampak oleh kenaikan harga minyak mentah tersebut. Kenaikan harga minyak mentah dapat menyebabkan peningkatan biaya impor dan defisit neraca perdagangan, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi nilai tukar rupiah dan inflasi.

Baca juga: Butterfly Effect, Dampak Perang Pada Ekonomi Dunia

  • Stabillitas Geopolitik

Perang Israel dan Palestina juga dapat mempengaruhi stabilitas geopolitik di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Konflik di Timur Tengah dapat meningkatkan ketegangan antara negara-negara di kawasan tersebut dan menyebabkan eskalasi konflik militer atau politik. Hal ini dapat menyebabkan ketidakpastian politik dan ekonomi di Indonesia yang pada gilirannya dapat memengaruhi kepercayaan investor dan konsumen. Ketidakpastian tersebut dapat menyebabkan penurunan investasi, penurunan konsumsi, dan penerurunan pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah Indonesia perlu memantau perkembangan situasi di Timur Tengah dan menyiapkan langkah-langkah mitigasi untuk mengurangi dampak negatif dari perang terhadap perekonomian nasional. Selain itu, Indonesia juga perlu terus memperkuat hubungan dengan negara-negara di kawasan tersebut untuk memastikan keamanan pasokan energi dan komoditas lainnya.

Indonesia juga dapat memanfaatkan peluang yang muncul dari ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah, seperti meningkatkan aliran investasi dan meningkatkan ekspor ke negara-negara di kawasan tersebut. Namun, hal ini memerlukan langkah-langkah strategis dan koordinasi antara pemerintah dan sektor swasta untuk memaksimalkan potensi tersebut.