Butterfly Effect, Dampak Perang Pada Ekonomi Dunia

Perang adalah sebuah tindakan fisik dan non fisik, dimana lebih cenderung kepada kondisi permusuhan menggunakan kekerasan antara dua atau lebih kelompok manusia untuk melakukan dominasi di wilayah yang bertentangan.

Perang antara kedua negara tentu tidak hanya akan berdampak pada kedua negara yang berperang, melainkan juga bisa ke berbagai negara, seperti di Indonesia. Perang bahkan dapat membuat harga bahan pangan di Indonesia meningkat.

Hal inilah yang sering disebut sebagai butterfly effect yang diperkenalkan oleh Edward Norton Lorenz. Ia merujuk kepada kepakan sayap kupu-kupu di hutan Brasil yang dapat menghasilkan tornado di Texas. Mulanya, hanya terdapat perubahan kecil, namun dapat mengubah secara drastis pada sebuah sistem dalam jangka panjang.

Butterfly effect pun dapat terjadi pada sistem perekonomian dunia sebagai akibat perang. Tentunya perang pun bukan merupakan sebuah perubahan awal yang kecil, melainkan perubahan awal yang signifikan. Pengerahan kekuatan militer yang besar juga dapat memberikan mobilisasi dana yang besar. Perang tak hanya memakan korban manusia dan fisik, tetapi juga memberikan efek setelah perang yang sangat besar. Beban perekonomian lainnya ialah seperti pembangunan pengungsian, trauma perang, kolapsnya sistem perekonomian, dan efek radiasi persenjataan.

Perang yang diikuti dengan blokade dan sanksi perekonomian menimbulkan efek yang berat bagi ekonomi dunia. Ukuran GDP dapat memperlihatkan besaran pengaruh perekonomian negara pada dunia. Pemberian sanksi ekonomi pada negara yang berperang tentu mengakibatkan keseimbangan permintaan dan penawaran terganggu secara global. Negara-negara lainnya tidak akan membeli barang dari negara yang berperang. Beberapa perusahaan pun akan meninggalkan kegiatan bisnis dari negara yang berperang.

Perusahaan yang mengalami gangguan kinerja akan mendapatkan kerugian, khususnya para investor yang menanamkan dana dalam perusahaan tersebut. Penurunan kinerja secara massal akan mengakibatkan penurunan terhadap indeks saham gabungan di sebuah bursa efek. Transaksi negara yang berperang tentu akan memengaruhi aktivitas ekspor dan impor pula. Akan terdapat barang atau produk yang berkurang dan sebaliknya ada pula yang akan berlebihan karena permintaan yang berkurang sebagai akibat perang. Gangguan pada sistem akan memberikan implikasi pada seluruh sistem yang ada. Hal inilah yang dikenal dengan systemic risk. Systemic risk adalah salah satu risiko di industri keuangan.