Coretax Masih Terkendala Teknis, Purbaya Janji Perbaiki Sederet Hal Ini

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan mengakui bahwa implementasi Coretax masih menghadapi sejumlah kendala teknis. Hal ini menjadi perhatian serius, terutama di tengah periode pelaporan SPT Tahunan yang membutuhkan sistem yang cepat, stabil, dan mudah digunakan. 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa berbagai perbaikan akan terus dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Berikut sederet aspek yang menjadi fokus pembenahan: 

1. Respons Sistem yang Lebih Jelas 

  • Sistem Coretax saat ini dinilai kerap tidak memberikan notifikasi yang jelas ketika terjadi proses atau kendala. 
  • Akibatnya, wajib pajak mengira sistem mengalami hang dan harus mengulang proses dari awal. 
  • Ke depan, DJP akan memperbaiki respons sistem agar lebih informatif dan tidak membingungkan pengguna. 

2. Peningkatan Kecepatan Pemrosesan 

  • Kecepatan dalam memproses data menjadi salah satu keluhan utama wajib pajak. 
  • Purbaya menegaskan bahwa peningkatan performa sistem akan menjadi prioritas utama. 
  • Dengan sistem yang lebih cepat, proses pelaporan pajak diharapkan menjadi lebih efisien. 

Baca Juga: Segera Terima Akses dari Vendor, Ini Sederet Persiapan DJP untuk Perbaiki Coretax

3. Stabilitas Sistem saat Trafik Tinggi 

  • Lonjakan pengguna saat pelaporan SPT Tahunan kerap memengaruhi kinerja sistem. 
  • DJP akan memperkuat stabilitas Coretax agar tetap dapat diakses dengan lancar. 
  • Perbaikan ini penting untuk memastikan layanan tetap optimal di waktu-waktu sibuk. 

4. Penyederhanaan Bahasa dan Fitur 

  • Sebagian wajib pajak masih mengalami kesulitan memahami istilah dan fitur dalam Coretax. 
  • Pemerintah akan melakukan penyederhanaan bahasa agar lebih mudah dipahami. 
  • Langkah ini bertujuan meningkatkan kenyamanan dan kemudahan penggunaan sistem. 

5. Pembenahan Tampilan (Interface) 

  • Tampilan Coretax diakui masih kurang ramah pengguna. 
  • Perbaikan interface akan dilakukan secara bertahap karena keterbatasan waktu menjelang batas pelaporan SPT. 
  • Pembaruan ini diharapkan dapat meningkatkan pengalaman pengguna dalam jangka panjang. 

Edukasi Wajib Pajak Juga Jadi Prioritas 

Selain perbaikan teknis, Purbaya menekankan pentingnya sosialisasi dan edukasi kepada wajib pajak. 

  • Peningkatan sosialisasi penggunaan Coretax 
    DJP akan lebih aktif memberikan panduan agar wajib pajak memahami cara penggunaan sistem.  
  • Mendorong adaptasi terhadap sistem baru 
    Dengan edukasi yang lebih intensif, diharapkan wajib pajak dapat beradaptasi lebih cepat dengan Coretax.

Baca Juga: Coretax Masih Sering Eror, Intip Perbandingannya dengan MyTax dari Malaysia

FAQ Seputar Kendala dan Perbaikan Coretax 

1. Apa itu sistem Coretax? 

Coretax adalah sistem administrasi perpajakan terbaru yang digunakan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk mengelola layanan perpajakan secara digital, mulai dari pelaporan hingga pengolahan data wajib pajak. 

2. Apa kendala utama yang terjadi pada Coretax saat ini? 

Kendala yang sering dikeluhkan meliputi sistem yang lambat, respons yang tidak jelas (terlihat seperti hang), serta tampilan dan bahasa yang masih sulit dipahami oleh sebagian wajib pajak. 

3. Apa saja perbaikan yang akan dilakukan pemerintah? 

Pemerintah akan meningkatkan kecepatan dan stabilitas sistem, memperjelas respons sistem, menyederhanakan bahasa, memperbaiki tampilan (interface), serta memperkuat edukasi kepada wajib pajak. 

4. Apakah Coretax sudah lebih baik dibandingkan sebelumnya? 

Ya, menurut Kementerian Keuangan, performa Coretax saat ini sudah lebih baik dibandingkan tahun lalu, meskipun masih memerlukan sejumlah penyempurnaan. 

5. Bagaimana wajib pajak bisa beradaptasi dengan coretax? 

Wajib pajak disarankan mengikuti sosialisasi resmi dari DJP, mempelajari panduan penggunaan Coretax, serta mencoba sistem secara bertahap agar lebih terbiasa saat melakukan pelaporan pajak. 

Baca Juga Berita dan Artikel Pajakku Lainnya di Google News