Cara Memilih PJAP yang Baik untuk Kelola Pajak Perusahaan

Memahami cara memilih PJAP yang baik menjadi langkah penting bagi perusahaan dalam mengelola kewajiban pajak secara efektif dan berkelanjutan. Di tengah meningkatnya digitalisasi perpajakan, penggunaan Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) membantu perusahaan menjalankan administrasi pajak secara lebih terstruktur, aman, dan sesuai ketentuan. 

Sebelum membahas lebih jauh cara memilihnya, penting untuk memahami terlebih dahulu apa itu PJAP dan perannya bagi Wajib Pajak. 

Apa Itu Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP)? 

Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) adalah pihak yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal Pajak (DJP) untuk menyediakan jasa aplikasi perpajakan bagi Wajib Pajak. Selain itu, PJAP juga dapat menyediakan jasa aplikasi penunjang yang mendukung pelaksanaan kewajiban perpajakan. 

Dalam praktiknya, PJAP menyelenggarakan layanan penyediaan aplikasi perpajakan yang meliputi: 

  • Pemberian Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk Wajib Pajak Orang Pribadi Karyawan 
  • Penyediaan aplikasi penerbitan dan penyaluran Bukti Pemotongan elektronik 
  • Penyelenggaraan e-Faktur Host-to-Host (H2H) 
  • Penyediaan aplikasi pembuatan Kode Billing 
  • Penyediaan aplikasi Surat Pemberitahuan (SPT) dalam bentuk dokumen elektronik 
  • Penyaluran SPT elektronik ke sistem DJP 

Dengan peran tersebut, PJAP menjadi penghubung resmi antara Wajib Pajak dan sistem administrasi perpajakan DJP secara digital. 

Baca Juga: Apa Itu Penyedia Jasa Aplikasi Pajak? Ini Fungsi dan Aturan Terbarunya

Cara Memilih PJAP yang Baik

Tidak semua PJAP memiliki layanan, fitur, dan tingkat keamanan yang sama. Karena itu, memahami cara memilih PJAP yang baik untuk kelola pajak perusahaan penting agar perusahaan tidak hanya patuh secara administratif, tapi juga efisien dalam operasional dan minim risiko pajak. 

Berikut panduan cara memilih PJAP yang baik berdasarkan ciri-ciri utama yang perlu diperhatikan. 

1. Memiliki Sistem Pengelolaan Pajak yang Terintegrasi 

Salah satu aspek utama dalam cara memilih PJAP yang baik adalah memastikan PJAP tersebut menyediakan sistem pengelolaan pajak yang terintegrasi. Sistem ini memungkinkan perusahaan mengelola PPN, PPh, bukti potong, hingga pelaporan SPT dalam satu ekosistem. 

Sistem terintegrasi membantu perusahaan: 

  • Menjaga konsistensi data pajak 
  • Mengurangi potensi kesalahan administrasi 
  • Meningkatkan efisiensi proses kerja 

2. Menjamin Keamanan Data dan Perlindungan Privasi 

Keamanan menjadi faktor krusial dalam cara memilih PJAP yang baik untuk perusahaan. Data pajak bersifat rahasia dan harus dilindungi dengan sistem keamanan berlapis. 

PJAP yang berkualitas umumnya memiliki: 

  • Perlindungan data di setiap level pengguna 
  • Manajemen dan pembatasan akses sesuai kewenangan 
  • Pencatatan aktivitas pengguna untuk menjaga akuntabilitas 

3. Mendukung Pemantauan Aktivitas Pajak secara Real-Time 

Cara memilih PJAP yang baik berikutnya adalah memastikan adanya fitur pemantauan pajak secara real-time. Fitur ini membantu perusahaan memantau status kewajiban pajak tanpa harus menunggu proses manual. Pemantauan real-time biasanya disajikan melalui dashboard yang informatif dan mudah dipahami. 

4. Mendukung Digitalisasi dan Pengelolaan Dokumen Pajak 

PJAP yang baik harus mendukung digitalisasi proses perpajakan, mulai dari pembuatan hingga distribusi dokumen pajak. Digitalisasi membantu mempercepat proses administrasi dan mengurangi risiko kesalahan manual. 

Ciri PJAP yang mendukung digitalisasi, antara lain: 

  • Pengelolaan dokumen pajak secara digital 
  • Distribusi dokumen yang aman dan terpantau 
  • Dukungan e-Meterai dan tanda tangan elektronik 
  • Opsi cetakan dokumen yang dapat disesuaikan 

5. Terintegrasi dengan Sistem Direktorat Jenderal Pajak (DJP) 

Integrasi langsung dengan sistem DJP merupakan indikator penting dalam cara memilih PJAP yang baik. Integrasi ini memungkinkan proses validasi, pelaporan, dan penyaluran dokumen pajak dilakukan secara online dan real-time. 

PJAP yang terintegrasi dengan DJP umumnya mendukung validasi NPWP dan NIK serta proses KYC secara otomatis. 

6. Menyediakan Fitur Rekonsiliasi dan Analisis Pajak 

Cara memilih PJAP yang baik tidak hanya berfokus pada administrasi, tetapi juga pada kemampuan analisis pajak. PJAP yang unggul membantu perusahaan mengidentifikasi kewajiban pajak yang belum diselesaikan serta mendukung penyusunan SPT secara sistematis. 

Fitur ini membantu perusahaan: 

  • Mengurangi risiko pajak tertunggak 
  • Mengelola koreksi fiskal dengan lebih rapi 
  • Meningkatkan kepatuhan pajak jangka panjang 

7. Fleksibel, Mudah Digunakan, dan Mendukung Kolaborasi 

Kemudahan penggunaan menjadi aspek penting dalam cara memilih PJAP yang baik untuk kelola pajak perusahaan. Sistem yang fleksibel dan mudah digunakan akan memudahkan adaptasi tim internal tanpa mengganggu operasional bisnis. 

Gunakan Solusi PJAP Terintegrasi dari Pajakku! 

Seluruh keunggulan di atas bisa Anda temukan dalam produk-produk Pajakku. Saat ini, Pajakku menyediakan berbagai solusi end-to-end yang dirancang untuk membantu perusahaan mengelola kewajiban perpajakan lebih efisien dan terstruktur, antara lain: 

  • Tarra e-Faktur 
    Aplikasi pembuatan Faktur Pajak sekaligus pelaporan SPT PPN secara elektronik. 
  • e-PPT 
    Aplikasi pembuatan bukti potong serta pelaporan SPT PPh 21/26 dan SPT Unifikasi. 
  • Konfirmasi Status Wajib Pajak (KSWP) 
    Aplikasi validasi NIK dan NPWP secara online yang terhubung langsung dengan sistem resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP). 
  • Sistem Integrasi Perpajakan (SIP) 
    Solusi rekonsiliasi dan koreksi fiskal otomatis hingga penyusunan SPT Proforma. 
  • Tador 
    Aplikasi distribusi Faktur Pajak, bukti potong (Bupot), dan dokumen pajak lainnya langsung ke lawan transaksi. 
  • e-Meterai dan Tanda Tangan Digital 
    Layanan e-Meterai dan tanda tangan elektronik (e-Sign) untuk mendukung kebutuhan dokumen pajak digital. 
  • Business Intelligence Pajak (BIP) 
    Dashboard pemantauan risiko dan tingkat kepatuhan pajak perusahaan secara real-time. 

Dengan solusi yang tepat, pengelolaan pajak perusahaan dapat dilakukan secara lebih aman, terstruktur, dan sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku. 

Butuh informasi lebih lanjut terkait produk dan solusi Pajakku? Silakan hubungi tim Pajakku melalui WhatsApp di nomor 0811 1911 9393, telepon 0804 1501 501, dan email marketing@pajakku.com

Baca Juga: Cek Keaslian Pajakku Sebagai PJAP Disini!

FAQ Seputar Cara Memilih PJAP yang Baik 

1. Apa yang dimaksud dengan PJAP? 

PJAP adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan yang ditunjuk oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk menyediakan aplikasi perpajakan dan aplikasi penunjang bagi Wajib Pajak. 

2. Mengapa perusahaan perlu memahami cara memilih PJAP yang baik? 

Memahami cara memilih PJAP yang baik membantu perusahaan memastikan pengelolaan pajak berjalan efisien, aman, dan sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku. 

3. Apa ciri utama PJAP yang baik untuk perusahaan? 

Ciri PJAP yang baik antara lain sistem terintegrasi, keamanan data berlapis, integrasi dengan DJP, pemantauan real-time, serta dukungan digitalisasi dokumen pajak. 

4. Apakah PJAP harus terhubung langsung dengan DJP? 

Ya, PJAP yang baik seharusnya terintegrasi dengan sistem DJP agar proses validasi, pelaporan, dan penyaluran dokumen pajak dapat dilakukan secara online dan akurat. 

5. Bagaimana cara memastikan PJAP yang digunakan aman untuk data perusahaan? 

Perusahaan dapat memastikan keamanan PJAP dengan melihat sistem perlindungan data, pengaturan hak akses pengguna, serta transparansi pencatatan aktivitas pengguna. 

Baca Juga Berita dan Artikel Pajakku Lainnya di Google News