Bandara Nusantara dan Kereta Otonom IKN Targetkan Rampung Tahun 2024

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menetapkan target terkait uji coba Bandara Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur pada bulan Juli 2024. Pengumuman tersebut disampaikan oleh Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, saat meninjau kemajuan pembangunan Bandara Nusantara pada hari Rabu, 24 Januari 2024.

Menurut Budi Karya, perkembangan pembangunan Bandara Nusantara berjalan dengan baik semenjak peletakkan batu pertama atau groundbreaking pada 1 November 2023 yang lalu. Saat ini, progres pembangunan Bandara Nusantara ini telah mencapai 10% yang mana jauh lebih cepat dari perkiraan awal.

Selanjutnya, mulai dari bulan Januari 2024 hingga Juli 2024, pekerjaan konstruksi dan persiapan operasional akan dilakukan. Budi Karya menekankan bahwa proses pembangunan bandara akan dipercepat dengan penambahan peralatan, perpanjangan waktu kerja, dan penyelesaian terkait lahan. Melihat percepatan ini, ditargetkan Bandara Nusantara di IKN sudah siap untuk uji coba pada bulan Juli 2024 dan beroperasi penuh pada Desember 2024.

Baca juga: IKN Luncurkan Cetak Biru, Apa Isinya?

 

Luas Bandara Nusantara IKN

Bandara Nusantara dirancang untuk mendukung kegiatan pemerintahan di Ibu Kota Nusantara (IKN) dan meningkatkan konektivitas di dalam wilayah tersebut. Terletak 23 kilometer dari titik 0 IKN dan 120 kilometer dari Balikpapan, Bandara Nusantara memiliki luas area bandara mencapai 347 hektare dan luas terminal 7.350 meter persegi. Landasan pacu Bandara Nusantara memiliki panjang 3.000 meter dengan lebar 45 meter, dapat digunakan oleh pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777-3000ER dan Airbus A380.

 

Kereta Otonom (ART) IKN

Setelah meninjau perkembangan pembangunan Bandara Nusantara, Menteri Perhubungan juga meninjau lokasi prospektif untuk pembangunan kereta otonom di IKN. Kereta otonom atau dikenal dengan Autonomous Rail Rapid Transit (ART) adalah kereta tanpa rel yang dikemudikan secara otomatis oleh sistem (tanpa awak) dengan menggunakan tenaga listrik. ART ini menggunakan roda karet yang melaju di jalan raya dengan jalur bertanda khusus.

Nantinya, ART atau kereta otonom ini akan berada di kawasan Sumbu Barat dan Sumbu Timur dan ditargetkan sudah dapat digunakan rutenya pada bulan Agustus 2024. Rangkaian kereta otonom rencananya akan menggunakan teknologi buatan Cina dari China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC).

Pembangunan rute ART akan dilakukan dalam dua fase. Setiap set kereta ART terdiri dari dua gerbong dengan total kapasitas 324 penumpang. Kecepatan operasional ART adalah 40 km/jam dengan kecepatan maksimal 70 km/jam. Kereta ini menggunakan baterai yang dapat diganti dan dilengkapi dengan marka jalan serta magnet.

Pengembangan strategis ini menegaskan komitmen Kementerian Perhubungan untuk meningkatkan infrastruktur, memperkuat konektivitas regional, dan meningkatkan kemampuan transportasi di wilayah dinamis Ibu Kota Nusantara.

Baca Juga: Pemerintah Beri Insentif Pajak 200 Persen Bagi Perusahaan yang Bantu Hijaukan IKN