Apa Itu World Bank? Cek Sejarah dan Fun Factnya Di Sini!

Bank Dunia (World Bank) muncul akibat keterpurukan ekonomi usai Perang Dunia II. Lembaga perbankan internasional ini memberikan bantuan pinjaman dana, penelitian, hingga konsultasi bagi negara berkembang. Sampai saat ini, tercatat ada 189 negara yang tergabung menjadi anggota World Bank.

World Bank didirikan dengan tujuan mengentaskan kemiskinan di berbagai negara yang pendapatan per kapita rendah. Lantas, seperti apakah peran World Bank lainnya? serta apa saja fakta yang jarang diketahui terkait World Bank? Simak informasi selengkapnya di sini!

 

Definisi World Bank

Bank Dunia atau yang kita kenal dengan sebutan World Bank adalah lembaga keuangan internasional yang berafiliasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). World Bank dirancang untuk membiayai proyek-proyek pembangunan pada negara anggota. Adapun, kantor pusat World Bank sendiri terletak di Washington DC, Amerika Serikat.

Selain itu, World Bank juga memberikan bantuan berupa teknikal dan saran regulasi ekonomi. Lembaga ini pun turut mengawasi pelaksaan pasar bebas termasuk infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Bersama dengan International Monetary Fund (IMF) dan Organisasi Perdagangan Dunia, World Bank terlibat dalam kegiatan reformasi lembaga publik di negara berkembang.

 

Tujuan World Bank di Mata Internasional

Terdapat 5 (lima) tujuan utama didirikannya World Bank. Pertama, membantu rekonstruksi dan pembangunan dengan cara memfasilitasi modal untuk tujuan tertentu suatu negara. Kedua, mendorong investasi lewat pinjaman atau jaminan.

Ketiga, menyusun pinjaman internasional yang bisa membiayai proyek baik besar ataupun kecil dengan jaminan. Keempat, membantu perdagangan internasional dengan cara mempertahankan keseimbangan saldo pembayaran. Kelima, mempengaruhi investasi internasional, sehingga tercipta keadaan ekonomi yang damai.

 

Fungsi World Bank Bagi Negara-Negara Berkembang

Fungsi dari World Bank yakni mengentaskan kemiskinan khususnya di negara-negara berkembang dan negara miskin. Selain itu, terdapat fungsi lain seperti berikut:

  • Meningkatkan kesejahteraan penduduk melalui pendidikan dan kesehatan
  • Ikut serta mengembangkan bidang kehidupan sosial dan pemerintahan
  • Melestarikan lingkungan hidup
  • Membantu kemampuan pemerintah untuk memberikan pelayanan berkualitas, efektif, efisien, dan transparan.
  • Mendorong pembangunan bisnis di sektor swasta
  • Turut serta dalam pembentukan stabilitas ekonomi supaya tetap dalam kondisi stabil untuk investasi dan perencanaan jangka panjang.

Baca juga Usai Tantangan Covid-19, Ini Dia Tantangan Baru APBN 2023

Sejarah World Bank

Bank Dunia (World Bank) didirikan pada 1 Juli 1944 dengan nama Bank Internasional untuk Rekonstruksi dan Pembangunan (IBRD). Awalnya, World Bank dibentuk dengan tujuan untuk memberi bantuan berupa pendanaan kepada negara-negara yang terdampak akibat Perang Dunia II.

Sejarah World Bank berawal dari Konferensi Bretton Woods yang diikuti oleh delegasi dari 44 negara. Dari hasil konferensi tersebut, selain terbentuk IBRD juga terbentuk IMF. Pendiri World Bank adalah John Maynard Keynes yang merupakan seorang ekonom asal inggris serta Harry Dexter yang merupakan pejabat senior di Kementerian Keuangan Amerika Serikat.

Adapun, negara pertama yang memperoleh pinjaman dari World Bank adalah Prancis dan kemudian diikuti oleh negara Eropa lainnya. Dari rekonstruksi dan pembangunan kembali negara-negara terdampak Perang Dunia II, tujuan Bank Dunia pun mengalami pergeseran seiring dengan berjalannya waktu. Tujuan pendanaan World Bank saat ini lebih mengarah pada proyek-proyek infrastruktur seperti infrastruktur jalan, irigasi, hingga kelistrikan.

Di samping itu, negara non Eropa pertama yang memperoleh bantuan dari World Bank yakni Chile pada tahun 1948. Kala itu, Chile memperoleh bantuan untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga air. Bantuan yang diterima oleh Chile ialah senilai 13,5 miliar dollar AS.

 

Fun Fact Seputar World Bank

Selain tujuan dan sejarah didirikannya World Bank, ternyata ada sejumlah fakta lain loh seputar World Bank. Berikut informasinya!


  • Gabung di World Bank Harus Jadi Anggota IMF

Salah satu persyaratan agar sebuah negara bisa jadi anggota World Bank dan bisa pinjam uang adalah harus jadi anggota IMF terlebih dahulu.

Seperti diketahui, kedua lembaga ini sama-sama bisa memberi pinjaman atau utang. Tetapi bedanya, IMF lebih memperhatikan kinerja ekonomi makro dan sektor keuangan negara yang bersangkutan. Pinjaman IMF juga lebih ditujukan untuk jangka pendek, sementara World Bank untuk jangka panjang.


  • World Bank Punya Dua Lembaga Utama

Ada 2 (dua) lembaga utama yang berada di bawah naungan World Bank. Pertama, International Bank for Reconstruction and Development (IBRD) yang memiliki fungsi memberikan bantuan kepada negara-negara berpenghasilan menengah yang layak kredit. Kedua, International Development Association (IDA) yang bertugas membantu negara-negara ekonomi termiskin.

Selain itu, ada 3 (tiga) lembaga lainnya yang berada di bawah naungan World Bank. Pertama, The International Finance Corporation (IFC) yang memiliki fungsi untuk menawarkan investasi dan jasa guna meningkatkan investasi asing di negara berkembang.  Lembaga ini juga berperan sebagai penasihat bisnis negara yang bersangkutan.

Kedua, The Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA) yang memiliki peran menyediakan jaminan peningkatan kredit dan asuransi risiko politik untuk negara berkembang. Lembaga ini juga membantu investor melindungi investasi di negara tujuan dari berbagai risiko, seperti sektor politik yang tidak stabil.

Ketiga, The International Centre for Settlement of Investment Disputes (ICSID) yang berperan sebagai penengah dari segala pertikaian yang berkaitan dengan investasi negara investor dan negara tujuan.

Baca juga Ekonomi Global Melambat, Indonesia Akan Diversifikasi Tujuan Ekspor

  • Pinjaman Pertama Indonesia di World Bank

Indonesia sendiri mulai meminjam di World Bank pada awal masa pemerintahan Presiden Soeharto tahun 1968. Sebelum memberikan pinjaman, World Bank memberikan bantuan teknis terlebih dahulu untuk mengidentifikasi kebijakan makro ekonomi, sektoral, dan dana yang diperlukan.

Saat itu, pinjaman yang diberikan World Bank tanpa bunga kecuali dipotong dengan biaya administrasi sebesar 0,75% per tahun dengan waktu pembayaran selama 35 tahun dan masa tenggang selama 10 tahun.


  • Utang Indonesia ke World Bank Terbesar di Asia Tenggara

Berdasarkan data World Bank Group Finance, selama periode 2014 hingga 2022 World Bank telah memberi pinjaman atau utang kepada pemerintah Indonesia sebesar US$15,67 miliar. Apabila dikonversikan ke rupiah, saat ini nilainya mencapai sekitar Rp 235 triliun (kurs Rp 15.000 per dolar AS).

Jumlah utang Indonesia ini menjadi yang paling besar dibanding negara-negara Asia Tenggara lainnya, seperti Filipina, Kamboja, Laos, Myanmar, dan Timor Leste. Sedangkan, Singapura, Malaysia, dan Thailand tidak tercatat menerima pinjaman dari World Bank selama periode 2014 hingga 2022.