Apa Itu Produk Domestik Bruto?

PDB (Produk Domestik Bruto) atau GDP (Gross Product Domestic) merupakan salah satu indikator dalam mengukur kondisi perekonomian suatu negara dalam suatu periode. Pada dasarnya, jumlah keseluruhan dari nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit atau sektor dalam periode tertentu pada suatu negara yaitu PDB.

Singkatnya, PDB menjadi salah satu metode dalam menghitung pendapatan nasional. Jadi untuk mengetahui kondisi ekonomi suatu negara dalam suatu periode dapat diketahui melalui data dari Produk Domestik Bruto (PDB) yang dijadikan sebagai indikator laju pertumbuhan ekonomi. Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai PDB, simak pembahasan berikut ini!

 

Definisi PDB

Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Product Domestic (GDP) merupakan jumlah nilai tambah yang mana dihasilkan dari seluruh unit usaha di suatu negara tertentu, atau PDB merupakan jumlah dari suatu nilai jasa serta barang akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit/sektor ekonomi.

PDB merupakan nilai keseluruhan dari seluruh barang dan jasa yang diproduksi dalam jangka waktu tertentu (umumnya per tahun) dalam suatu wilayah atau negara. Produk domestik bruto (PDB) pada dasarnya berbeda dengan produk nasional bruto (PNB), sebab PDB juga mencakup pendapatan yang berasal dari faktor produksi yang asalnya dari luar negeri (WNA) yang bekerja di dalam negeri.

Dapat dikatakan, bahwa PDB akan menghitung total produksi dalam suatu periode di suatu negara tanpa memperhatikan apakah faktor produksi dilakukan dengan menggunakan faktor produksi dari dalam negeri ataupun tidak, berbeda dengan PNB yang sangat memperhatikan asal muasal dari faktor produksi yang digunakan dalam perhitungannya. 

Lebih sederhananya, PDB merupakan seluruh nilai produksi, barang, dan jasa yang dihasilkan individu maupun perusahaan di suatu negara, termasuk juga nilai tambah dalam jangka waktu tertentu (biasanya 1 tahun). Dalam menghitung PDB dapat dilakukan dengan menggunakan 3 pendekatan, yaitu pendekatan produksi, pendekatan pengeluaran, serta pendekatan pendapatan.

PDB umumnya, dapat digunakan untuk menghitung pendapatan nasional. Jika angka dalam PDB meningkat, maka akan muncul persepsi bahwa negara tersebut berada pada tingkat ekonomi yang baik pula. Hal ini juga berkesinambungan dengan harga-harga barang, jasa, serta properti di negara tersebut.

Data PDB tersebut dapat berupa atas dasar harga berlaku maupun PDB berdasarkan pada harga konstan. PDB yang berdasarkan pada harga berlaku dalam menunjukkan nilai tambah dari jasa dan barang yang dihitung dengan memakai harga yang berlaku di setiap tahun. PDB berdasarkan harga konstan menggambarkan nilai tambah dari jasa serta barang yang dihitung berdasarkan harga yang berlaku dalam 1 tahun tertentu sebagai dasarnya.

PDB berdasarkan pada harga berlaku dapat dipakai untuk memantau perubahan serta struktur perekonomian suatu negara, sementara itu PDB atas dasar harga konstan bermanfaat untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi pada suatu negara dari tahun ke tahun. Berdasarkan pada data PDB, dapat juga diturunkan sejumlah indikator ekonomi penting yang lainnya, antara lain:

  1. Produk Nasional Bruto, merupakan hasil dari PDB ditambah pendapatan neto dari luar negeri. Di sini pendapatan neto diartikan sebagai pendapatan yang diterima dari faktor-faktor produksi yang merupakan milik dari penduduk Indonesia (WNI) yang diterima dari luar negeri, yang selanjutnya akan dikurangi dengan pendapatan milik penduduk asing (WNA) yang diperoleh di Indonesia
  2. Produk Nasional Neto berdasarkan harga pasar, ialah hasil dari PDB yang kemudian dikurangi dengan seluruh nilai penyusutan atas barang-barang modal tetap yang mana selama 1 periode atau 1 tahun digunakan pada saat proses produksi
  3. Produk Nasional Neto berdasarkan biaya faktor produksi, ialah hasil dari produk nasional neto berdasarkan pada harga pasar yang telah dipotong dengan pajak tidak langsung neto. Pajak tidak langsung neto dalam hal ini yaitu pajak tidak langsung yang dipungut oleh pemerintah yang kemudian dikurangi dengan subsidi yang diberikan oleh pemerintah. Dalam hal pajak tidak langsung maupun subsidi, keduanya akan dikenakan terhadap barang dan jasa yang diproduksi maupun yang dijual. Pajak tidak langsung ini bersifat menaikkan harga jual, sementara itu subsidi justru sebaliknya akan mengurangi harga jual. Perlu diketahui, bahwa produk nasional neto berdasarkan biaya faktor produksi disebut sebagai Pendapatan Nasional
  4. Angka per kapita, yaitu ukuran-ukuran yang dijadikan sebagai indikator pembanding maupun pengukur perekonomian suatu negara sebagaimana yang telah diuraikan di atas, yang kemudian akan dibagi dengan jumlah penduduk pada saat pertengahan tahun.

Baca juga: Apa Itu Barang Kiriman?

 

Manfaat PDB

Terdapat bermacam-macam manfaat PDB antara lain yaitu:

  • Untuk Mengukur Laju Pertumbuhan Ekonomi

Negara dapat mengetahui sudah sejauh mana perekonomian negara tumbuh dengan adanya PDB. Negara pun dapat menganalisis berdasarkan data yang tersedia terkait dengan faktor-faktor mana saja yang dapat dimaksimalkan serta faktor ekonomi mana saja yang perlu untuk ditingkatkan.

  • Dijadikan Landasan Perumusan Kebijakan Pemerintah

PDB kerap dianggap sebagai indikator kesejahteraan suatu negara. Semakin tinggi angka PDB, maka hal itu berarti angka produksi di negara tersebut juga tinggi. Dengan tingginya angka produksi ini berarti bahwa daya beli masyarakat juga tinggi.

  • Sebagai Pembanding Kemajuan Ekonomi Antar Negara

Tiap negara tentunya mempunyai keunggulan serta kelemahannya masing-masing. Jadi tanpa adanya alat ukur seperti PDB, tentunya akan sulit untuk membuktikan kelebihan serta kelemahan dalam suatu negara. Dengan informasi angka-angka yang dihasilkan dari PDB suatu negara di dunia, hal itu dapat digunakan untuk menentukan negara mana yang unggul dalam suatu sektor serta siapa yang belum. Output-nya seperti yang telah banyak diketahui yaitu dikenal sebagai G7 serta G20 yang mana terdiri atas negara-negara dengan tingkat perekonomian yang terkuat di dunia.

  • Untuk Mengetahui Struktur Perekonomian Suatu Negara

PDB penting sebab dapat mengetahui struktur perekonomian suatu negara, dimana hal ini dapat menjadikan output dari PDB sebagai bahan pengkajian terkait dengan sektor-sektor mana saja yang perlu ditingkatkan dan serta mana yang perlu diperbaiki.

 

Kegunaan Statistik PDB 

Data pendapatan nasional berupa produk domestik bruto / GDP menjadi salah satu indikator makro yang dapat menunjukkan keadaan perekonomian nasional tiap tahunnya pada suatu negara. Adapun, manfaat yang dapat diperoleh dari data tersebut antara lain yaitu:

  1. PNB harga berlaku menandakan jumlah pendapatan yang memungkinkan dinikmati oleh penduduk pada suatu negara dalam suatu periode
  2. PDB harga berlaku nominal merupakan gambaran dari kemampuan sumber daya ekonomi yang dihasilkan dalam suatu periode di suatu negara. Semakin besar nilai PDB, maka akan menunjukkan sumber daya ekonomi yang besar pula dalam suatu negara, begitupun berlaku sebaliknya
  3. PDB harga tetap/konstan (riil) dapat menggambarkan laju pertumbuhan ekonomi secara umum yang terjadi di suatu negara atau pada setiap sektor dari tahun ke tahun di negara tersebut
  4. PDB harga berlaku yang berdasarkan pada penggunaannya akan menunjukkan jumlah dari nilai produk jasa serta barang yang digunakan dengan tujuan untuk investasi, konsumsi, maupun untuk tujuan perdagangan dengan pihak asing atau luar negeri
  5. Distribusi PDB harga berlaku yang berdasarkan pada sektor-sektor ekonomi akan menunjukkan struktur perekonomian serta menunjukkan peranan dari masing-masing sektor tersebut pada suatu periode dalam suatu negara. dalam hal tersebut, sektor-sektor ekonomi yang memberikan peranan besar akan menunjukkan basis perekonomian dalam suatu negara
  6. Distribusi PDB menurut penggunaannya akan menggambarkan peranan kelembagaan dalam hal menggunakan jasa maupun barang yang dihasilkan dari berbagai sektor ekonomi suatu negara dalam suatu periode
  7. PDB penggunaan yang berdasarkan pada harga konstan akan memberikan manfaat dalam hal mengukur laju pertumbuhan investasi, konsumsi, sekaligus perdagangan luar negeri/internasional di suatu negara
  8. PDB serta PNB per kapita berdasarkan harga berlaku merupakan penanda dari nilai atas PDB serta PNB per kepala atau per 1 orang penduduk di suatu negara
  9. PDB serta PNB per kapita yang berdasarkan pada harga konstan akan memberikan manfaat untuk mengetahui pertumbuhan aktual (riil) ekonomi per kapita pada penduduk di suatu negara.

Baca juga: Apa Itu Stagflasi?

 

Komponen PDB

PDB dapat dilihat dari sejumlah komponen, antara lain:

  • Konsumsi Privat

Komponen konsumsi privat mengarah pada perhitungan konsumsi rumah tangga maupun individu untuk beberapa produk, misalnya seperti Durable Goods, Non-Durable Goods, dan Service. Yang dimaksud dengan Non-Durable Goods yaitu produk yang dikonsumsi langsung serta manfaatnya akan segera habis. Sementara itu, yang dimaksud dengan Durable Goods yaitu produk yang tidak cepat rusak serta relatif awet, umumnya durable goods mempunyai jangka waktu penggunaan yang relatif lebih panjang dengan patokan yaitu lebih dari 3 tahun.

  • Pengeluaran Pemerintah

Komponen berikutnya yaitu pengeluaran pemerintah, dimana komponen ini berfungsi untuk menghitung seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh pemerintah. Komponen ini pun juga tidak terlepas dari peran BUMN (Badan Usaha Milik Negara) terhadap perekonomian, dimana perusahaan tersebut merupakan partner dari pemerintah dalam melaksanakan pembangunan nasional.

  • Investment

Komponen selanjutnya yaitu investment, dimana PDB juga berkaitan dengan penghitungan pengeluaran untuk produk modal. Misalnya seperti modal untuk investasi dalam pembangunan pabrik baru, program baru, pembelian rumah, dan berbagai macam jenis investasi yang lain.

  • Ekspor Bersih

Komponen ini lebih mengarah pada perhitungan terhadap selisih yang didapat dari total nilai ekspor yang kemudian dikurangi dengan total nilai impor. Pada hakekatnya, PDB mengandung komponen-komponen yang kompleks, yang mana termasuk juga pada aspek perdagangan internasional (ekspor-impor).