DJP Ditjen Pajak menanggapi pertanyaan dari Wajib Pajak yang menerima pesan singkat melalui Whatsapp dari pihak yang mengaku sebagai ‘mitra DJP’.
Mengutip pengaduan yang dikirim melalui Twitter ke @kring_pajak, seorang wajib pajak menerima pesan dari beberapa orang yang mengaku sebagai perwakilan dari PT Marketing Sentratama Indonesia (Frontier). Perusahaan ini meminta izin untuk menghubungi wajib pajak lagi untuk wawancara telepon Whatsapp.
Menanggapi berita ini, pihak berwenang mengatakan mereka tidak dapat mengkonfirmasi keabsahan nomor ponsel yang digunakan untuk menghubungi wajib pajak. Namun, DJP memastikan memang ada pemeriksaan yang dilakukan pada Agustus-September 2022.
Menurut DJP, sekarang ini mereka belum mendapatkan informasi tentang angka tersebut, tetapi hal tersebut memang benar bahwa sedang ada survei kepuasan pelayanan dan efektivitas kegiatan dalam periode Agustus- September 2022.
Baca juga Pembinaan dan Pengawasan Konsultan Pajak Pindah Dari DJP ke PPPK
Sehubungan dengan hal ini, pemerintah telah menerbitkan pengumuman resminya di tautan. DJP secara resmi mengumumkan bahwa survei ini dikoordinasikan dengan PT Marketing Sentratama Indonesia (Frontier).
Survei ini bertujuan untuk mengetahui seberapa puas pengguna jasa atau stakeholders terhadap pelayanan yang diberikan DJP. Selain itu, survei ini juga dimaksudkan untuk menjaring opini publik tentang efektivitas kegiatan kehumasan dan sosialisasi DJP, serta untuk mendapatkan saran atau masukan mengenai perbaikan pelayanan, konsultasi, dan kehumasan di masa mendatang.
Baca juga Fungsi SIP Bagi Format Baru NITKU Sebagai NPWP Cabang
DJP mengharapkan pengguna jasa DJP bersedia mengikuti survei dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang akan ditanyakan oleh surveyor.
Pertanyaan ini diajukan melalui wawancara tidak langsung dengan menggunakan media rekaman online seperti Zoom meeting atau aplikasi sejenis, atau melalui rekaman telepon. Wajib Pajak didorong untuk memberikan tanggapan survei berdasarkan kondisi aktual yang dialami.
Menurut DJP, sebelum menghubungi penyidik, mereka pun akan mengirimkan tautan untuk mengonfirmasi kesediaan mereka untuk menyelesaikan survei melalui email dan/atau Whatsapp blast.









