Seleksi Calon Dirjen Pajak Baru jadi Tugas Pertama Sri Mulyani

Sri Mulyani Indrawati telah mengumumkan bahwa dirinya masuk ke dalam jajaran kabinet pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Pengumuman dilakukan Sri Mulyani atas izin dari Presiden.

“Presiden meminta saya menyampaikan bahwa beliau meminta saya tetap jadi menteri keuangan,” kata Sri Mulyani, sapaannya, seperti dikutip CNBCindonesia.com, Selasa 22 Oktober 2019.

Presiden, kata Sri Mulyani, juga memintanya untuk menggunakan seluruh kebijakan fiskal di dalam membantu para menteri terkait di dalam mewujudkan ketahanan ekonomi.

Tugas yang barangkali menjadi prioritas pertama Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan adalah memilih nama Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak baru untuk menggantikan Robert Pakpahahan yang telah masuk masa pensiun pada 20 Oktober 2019 kemarin.

Baca: Eselon I Kemenkeu Disebut-sebut Punya Potensi jadi Dirjen Pajak Baru

Namun, Kepala Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan, Direktorat P2 Humas, Ani Natalia mengatakan masa tugas Robert akan rampung akhir bulan ini. 

Dengan begitu, Sri Mulyani memiliki waktu sebelum 31 Oktober 2019 untuk memilih pengganti Robert dan menyerahkan nama itu kepada Presiden.

Sebab, pemilihan Dirjen Pajak harus melewati beberapa tahap. Menurut Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Nufransa Wira Sakti, pemilihan Dirjen Pajak melalui beberapa tahap dengan waktu yang tidak ditentukan. 

Proses pertama adalah seleksi beberapa nama oleh Menteri Keuangan untuk diserahkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Nama-nama tersebut harus melalui tahap pengujian oleh tim penilaian akhir. Yang lolos uji akan diumumkan melalui Keputusan Presiden (Kepres).

“Pemilihan pejabat eselon satu berdasarkan atas usulan Menteri. Usulan tersebut kemudian pengujian oleh tim penilai akhir dimana Presiden sebagai ketua, wakil ketua yaitu Wakil Presiden dan sekretarisnyanya Menteri Sekretaris Kabinet,” ujarnya.

Lembaga Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) melansir lima nama pejabat eselon I yang potensial tersebut. Mereka adalah Awan Nurmawan Nuh, Astera Primanto Bhakti, Luky Alfirman, Suahasil Nazara, dan Suryo Utomo.