PIK dan BSD Jadi PSN, Nilai Investasi Capai Rp83,54 Triliun

Menurut Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2016, Proyek Strategis Nasional (PSN) merupakan proyek yang dilaksanakan oleh pemerintah, pemerintah daerah dan/atau badan usaha yang bersifat strategis untuk meningkatkan pertumbuhan dan pemerataan pembangunan. Proyek ini dibuat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pemabngunan daerah.

Dalam periode 2016 hingga Februari 2024, pemerintah mengklaim telah menyelesaikan pembangunan 195 PSN. Dari jumlah tersebut, menurut Menteri Kooordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, total anggaran yang digunakan mencapai Rp1.519 triliun. Sementara sebanyak 77 proyek masih dalam tahap konstruksi sebagian dan 13 proyek dalam tahap operasi sebagian yang nilainya mencapai Rp2.960,7 triliun.

Tahun 2024 ini pemerintah menargetkan untuk menyelesaikan pembangunan 41 PSN dengan rincian 5 proyek ditargetkan rampung pada periode Januari hingga Maret, 24 proyek pada periode April hingga September, dan 12 proyek pada periode Oktober-Desember. Pemerintah menyatakan target penyelesaian pembangunan tahun ini dibutuhkan dukungan dari semua stakeholders terutama terkait dengan pengadaan lahan dan tata ruang.

Selain itu, ada 14 PSN baru yang pembiayaannya berasal dari swasta. Dua di antaranya adalah pengembangan Green Area dan Eco-City di kawasan PIK 2 di Provinsi Banten. Selain PIK 2, pemerintah juga telah menunjuk Kawasan Terpadu Bumi Serpong Damai dan berencana untuk menjadikan kawasan ekonomi khusus. Menurut Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi, dan Persidangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto, nilai investasi kedua kawasan tersebut diperkirakan mencapai Rp83,54 triliun.

Baca juga: Otorita IKN Bidik Investasi Hingga Rp100 Triliun di Tahun 2024

Secara rinci, kawasan PIK 2 akan dikembangkan sebagai green area oleh pemerintah bersama dengan konglomerat Sugianto Kusuma atau Aguan. Haryo menyatakan proyek PIK 2 mempunyai nilai investasi senilai Rp65 triliun dan diharapkan dapat menyerap 6.235 tenaga kerja langsung dan 13.550 tenaga kerja sebagai efek pengganda.

Haryo menambahkan, pengembangan kawasan PIK 2 akan berbasis Tropical Coastland yang akan dikembangkan di area seluas 1.756 hektare dan ditujukan sebagai destinasi pariwosata baru berbasis hijau untuk menarik perhatian wisatawan. Kawasan PIK 2 juga nantinya akan dilewati jalan tol Kamal-Teluknaga-Rajeg yang telah dimulai pengerjaannya pada 2023 lalu.

Proyek milik Agung Sedayu Group ini resmi ditetapkan sebagai PSN setepah didukung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno dengan pertimbangan lokasi yang strategis karena dekat dengan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Kepulauan Seribu dan Kota Tua-Sunda Kelapa.

Pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan PIK 2 akan dilakukan secara bertahap dengan rencana opening tahap pertama yaitu danau dan tempat ibadah sebagai destinasi Wisata Taman Bhineka paling lambat pada kuartal III tahun 2024.

Baca juga: Wisatawan Mancanegara di Bali Kini Wajib Bayar Pajak Wisata

Sementara itu, Kawasan Terpadu Bumi Serpong Damai (BSD) juga telah disetujui presiden sebagai PSN yang diprediksi akan memiliki nilai investasi sevesar Rp18,54 triliun. Proyek Kawasan Terpadu BSD telah didukung oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, untuk pengembangan kawasan biomedical sampai 30 tahun ke depan. Selain biomedical, pengembangan Kawasan Terpadu BSD rencananya juga akan terfokus pada bidang pendidikan dan digital. Pengembangan kawasan ini akan dilakukan di area seluas 59,6 hektare.

Kawasan Terpadu BSD rencananya juga akan dikembangkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Milestone pertama tahun 2024 akan dimulai dengan grand opening biomedical campus. Selanjutnya, wilayah yang akan dipersiapkan sebagai KEK 1 saat ini telah dilewati oleh jalan tol Serpong-Balaraja dan wilayah KEK 2 juga nantinya akan dilewati oleh jalan tol Serpong-Balaraja section 1B.