EFIN adalah singkatan dari Electronic Filing Identification, sedangkan NPWP adalah Nomor Pokok Wajib Pajak. Keduanya adalah nomor identifikasi pribadi yang dikeluarkan langsung oleh departemen pajak Kementerian Keuangan. Keduanya memang merupakan kode pribadi yang wajib dimiliki oleh setiap wajib pajak untuk melakukan transaksi pajak, misalnya membuat kode faktur untuk membayar pajak atau melaporkan SPT melalui e-filing.
Lantas pertanyaannya, apakah EFIN dan NPWP itu sama? Maka jawabannya adalah tidak. Meskipun terlihat sama, keduanya adalah dokumen yang sama sekali berbeda. Pada dasarnya, kedua dokumen ini saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Oleh karena itu, sangat penting untuk membuat EFIN yang dapat dilakukan melalui website resmi pajak atau melalui email.
Wajib Pajak tentunya juga harus mencantumkan NPWP dalam proses pengajuan EFIN. Untuk mendapatkan informasi mengenai alamat email atau contact person KPP, Anda dapat menggunakan langsung dari laman berikut pajak.go.id/id/unit-kerja. Pendaftaran harus dilakukan secara mandiri dan tidak boleh memiliki perwakilan, kecuali dalam bisnis EFIN.
Definisi NPWP
Pengertian dari keduanya juga akan dijelaskan lebih detail. NPWP adalah nomor identitas yang diberikan kepada wajib pajak sebagai sarana administrasi perpajakan. Selain itu, dokumen ini juga merupakan tanda pengenal Wajib Pajak dalam melaksanakan hak atau kewajibannya di bidang perpajakan. Warga negara yang memiliki NPWP dinyatakan sebagai wajib pajak, atau dapat juga didefinisikan sebagai seseorang dengan penghasilan yang telah mencapai PTKP atau penghasilan tidak kena pajak.
Aturan semacam ini berlaku untuk semua orang, baik yang menikah maupun yang belum menikah, kecuali bagi wanita yang menikah tanpa kesepakatan tentang penghasilan yang terpisah dan harta yang terpisah dari suaminya. Setiap wajib pajak (WP) hanya mempunyai satu NPWP saja yang meliputi 15 (lima belas) digit dimana 9 (Sembilan) digit awal yakni kode wajib pajak serta 6 (enam) digit setelahnya yakni kode administrasi perpajakan. Fungsi dari kode tersebut adalah untuk menjamin data pajak agar tidak tertukar dengan yang lain nantinya.
Manfaat NPWP
Meskipun NPWP merupakan dokumen penting, namun kenyataannya masih banyak yang belum memahami cara pembuatannya. Padahal, dokumen ini sangat bermanfaat di bidang perpajakan dan seterusnya. Inilah manfaat yang dapat dirasakan oleh seseorang yang memiliki NPWP:
-
Persyaratan Administrasi
Jika seseorang memiliki NPWP, maka akan lebih mudah mengurus segala macam formalitas administrasi, misalnya di Bank. Saat ini banyak institusi perbankan yang mewajibkan nasabah untuk memasukkan NPWP sebagai syarat utama atau mungkin dokumen penting untuk menunjang administrasi. Beberapa contoh pembuatan dokumen yang memerlukan NPWP antara lain kredit bank, RDN (rekening dana nasabah), rekening bank, rekening surat berharga, giro, pembuatan SIUP, pembuatan paspor, administrasi pajak final, serta lainnya.
-
Mempermudah Urusan Perpajakan
Keduanya terkait langsung dengan kemudahan mengurus segala macam administrasi perpajakan. Jika memilikinya, proses administrasi akan lebih mudah dan cepat dijalankan. Jika memiliki NPWP pun tidak akan terkena penambahan biaya saat membayar pajak.
Baca juga: Mahasiswa Belum Punya NPWP, Ingin Investasi Obligasi? Ini Dia Caranya
-
Pengembalian Pajak
Tentu saja, jika Anda membayar pajak dan melebihi nilai nominalnya, akan sangat tidak menyenangkan. Mereka bahkan akan berusaha mendapatkan kembali kelebihan uangnya. Kejadian ini disebut restitusi, yaitu membayar pajak yang melebihi batas jatuh tempo. Jika sudah terlanjur, maka Anda harus ke KPP untuk mencairkan kelebihan uang tersebut. Tapi hal seperti itu tidak akan mempengaruhi mereka yang sudah memiliki NPWP, jadi sangat aman.
-
Lebih Sedikit Keringanan Pajak
Seseorang yang dikenakan pajak tetapi tidak memiliki NPWP berhak mendapatkan potongan sampai dengan 20%, tarif diambil dari jumlah pajak yang terutang. Jika menyangkut kepemilikan NPWP, potongan pajaknya jauh lebih rendah.
-
Pengetahuan Nilai Pajak
Tidak jarang seseorang lupa atau mungkin sama sekali tidak menyadari besarnya pajak yang harus dibayar. Tak perlu khawatir, hal ini bisa diatasi dengan memiliki NPWP. NPWP berguna untuk melaporkan pembayaran pajak berdasarkan jumlah terutang atau saat ingin menghemat pajak.
-
Mengajukan Aplikasi Pengurangan Pajak
Situasi keuangan setiap orang pasti tidak sama, sehingga secara tidak langsung akan mempengaruhi kewajibannya untuk membayar pajak. Misalnya, jika ingin mempersoalkan jumlah pajak yang harus dibayar, NPWP berperan penting, karena merupakan prasyarat untuk berlangsungnya proses tersebut.
-
Penghindaran Sanksi Pidana
Perlu diketahui, bahwa ada satu pasal yang mengatur tentang tata cara perpajakan dan ketentuan umum. Pasal 39 Nomor 28 Tahun 2007 mengatur tentang sanksi pidana yang dijatuhkan kepada siapa saja karena tidak memiliki NPWP. Warga negara yang telah memenuhi persyaratan subyektif dan obyektif, tetapi tidak memiliki NPWP akan menghadapi sanksi pidana.
-
Untuk Melamar Pekerjaan
Manfaat lain yang tidak kalah pentingnya adalah lamaran pekerjaan. Perusahaan besar umumnya mensyaratkan data lengkap termasuk nomor NPWP masing-masing pemohon. Ketika perusahaan memberikan upah, penghasilan karyawan secara otomatis dipotong dari pajak penghasilan Pasal 21, yang merupakan tarif normal. Jadi, jika pelamar mengisi datanya menggunakan NPWP, kemungkinan besar mereka akan dipekerjakan dengan mudah.
-
Pembelian Produk Investasi
Untuk berinvestasi di berbagai produk investasi seperti reksa dana, deposito, crypto, forex, saham dan lainnya, biasanya perlu menyebutkan NPWP pada saat registrasi atau pendaftaran. Selain KTP, NPWP berfungsi ganda sebagai dokumen verifikasi yang membuktikan bahwa pengguna telah mencapai usia tertentu dan memiliki penghasilan tetap. Untuk menjamin bahwa dia memenuhi syarat saat berinvestasi atau membeli produknya.
Baca juga: DJP Umumkan Hal Baru Terkait Sertel, EFIN, dan Kode Verifikasi
Definisi EFIN
EFIN adalah nomor identitas yang dimiliki wajib pajak untuk mengakses berbagai jenis layanan pajak online DJP. Nomor identifikasi ini berlaku seumur hidup, sehingga tidak perlu memperbaruinya. Seperti halnya NPWP, dokumen ini secara umum terbagi menjadi dua jenis, yaitu untuk perorangan dan badan hukum.
Hal ini tentu juga menjawab pertanyaan, apakah EFIN dan NPWP itu sama? Bagi wajib pajak terdaftar, EFIN juga diperlukan untuk reset password atau email di aplikasi DJP online. Jadi fungsinya secara keseluruhan sangat penting karena berfungsi untuk mengajukan pajak secara online untuk beberapa tahun ke depan. Untuk mendapatkan EFIN, wajib pajak harus mendatangi KPP atau kantor pajak terdekat. Namun jika ingin lebih mudah bisa melalui situs atau website resmi pajak yang bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja.
Manfaat EFIN
Banyak keuntungan atau keuntungan yang bisa diperoleh wajib pajak yang sudah memiliki EFIN. Beberapa manfaat tersebut adalah sebagai berikut:
- EFIN mampu menjamin kerahasiaan semua data yang dimasukkan ke dalam sistem pajak online. Hal ini tentunya sangat berguna karena Anda dapat terhindar dari berbagai resiko yang tidak diinginkan seperti kebocoran data
- Kelengkapan data seperti EFIN dan NPWP memudahkan wajib pajak untuk menggunakan layanan pajak online dan menyampaikan laporan tahunan ke SPT tanpa harus menunggu antrian panjang di kantor pajak pusat. Keunggulan ini secara tidak langsung menjawab perbedaan EFIN dan NPWP
- Jika Anda mengajukan pajak secara online, data akan dicatat dalam sistem pajak. Agar SPT tahun berikutnya tidak harus mengulang tahap pemenuhan mulai dari awal lagi.







