Pendaftaran Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) merupakan kewajiban utama bagi setiap pihak yang telah memenuhi persyaratan subjektif dan objektif perpajakan. Pada Pasal 10 – 18 PER-7/PJ/2025 mengatur secara rinci mengenai tempat, batas waktu, serta tata cara pendaftaran NPWP. Artikel ini merangkum informasi penting tersebut secara lengkap dan mudah dipahami.
Tempat Pendaftaran NPWP
Lokasi tempat pendaftaran NPWP ditentukan berdasarkan jenis Wajib Pajak (WP):
|
Jenis Wajib Pajak (WP) |
Lokasi Pendaftaran |
| WP Orang Pribadi & Warisan Belum Terbagi | Tempat tinggal |
| WP Badan & Instansi Pemerintah | Tempat kedudukan |
| WP Badan Kerja Sama Operasi | Mengikuti ketentuan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) KSO |
| WP Instansi Pemerintah di Luar Negeri (IP LN) | Mengikuti kantor pusatnya di Indonesia |
Jika tempat tinggal dan kedudukan tidak dapat ditentukan, Direktur Jenderal Pajak berwenang menetapkan lokasi pendaftaran di KPP tertentu.
Jangka Waktu Pendaftaran NPWP
|
Jenis Wajib Pajak (WP) |
Batas Waktu Pendaftaran |
| WP Orang Pribadi Usahawan | Maksimal 1 bulan setelah memulai usaha |
| WP Orang Pribadi Karyawan | Akhir bulan berikutnya setelah penghasilan tahunan lebih besar dari Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) |
| WP Warisan Belum Terbagi (WBT) | Akhir bulan berikutnya setelah pewaris meninggal dunia |
| WP Badan | Maksimal 1 bulan setelah berdiri atau bertempat kedudukan di Indonesia |
| WP Badan KSO | Mengikuti ketentuan dalam PMK KSO |
| WP Instansi Pemerintah (IP) | Maksimal 1 bulan sebelum melakukan pemotongan/pemungutan |
Jika WP tidak melakukan pendaftaran dalam waktu yang ditentukan, maka Kepala KPP dapat menerbitkan NPWP secara jabatan berdasarkan hasil penelitian administrasi. Tanggal terdaftar NPWP akan sama dengan tanggal terbitnya NPWP dan Surat Keterangan Terdaftar (SKT).
Baca Juga: PER-7/PJ/2025 – Fungsi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Terbaru
Tata Cara Pendaftaran NPWP
Pendaftaran dapat dilakukan melalui dua cara:
1. Secara Elektronik
- Melalui portal WP (formulir dan unggah dokumen)
- Contact center (Proof of Record Ownership (PORO) dan data pendaftaran)
2. Secara Langsung
- Melalui pos/ekspedisi/jasa kurir ke KPP/KP2KP/tempat lain
Dokumen Persyaratan Pendaftaran NPWP
|
Jenis Wajib Pajak (WP) |
Dokumen Diperlukan |
| WP OP Penduduk | Tidak perlu (NIK sudah tervalidasi di Dukcapil) |
| WP OP Non Penduduk | Salinan paspor, pasfoto berwarna, dan pasfoto berwarna sambil memegang paspor |
| WP Badan | Akta pendirian/dokumen pendirian |
| Badan Usaha Tetap (BUT) atau Kantor Perwakilan Perusahaan Asing (KPPA) | Surat keterangan penunjukan kantor pusat di luar negeri |
| WP Badan KSO | Perjanjian KSO dan surat penunjukan anggota mewakili KSO (leadfirm) |
| WP Instansi Pemerintah (IP) | Dokumen pusat dan daerah (DIPA/DPA, BLU/BLUD) dan SK pengangkatan kepala desa |
Ringkasan FAQ Pendaftaran NPWP
1. Siapa saja yang wajib mendaftarkan diri untuk mendapatkan NPWP?
WP orang pribadi, badan, warisan belum terbagi, instansi pemerintah, dan bentuk kerja sama operasi (KSO).
2. Di mana saya mendaftar NPWP?
Sesuai dengan tempat tinggal (orang pribadi) atau tempat kedudukan (badan/instansi pemerintah).
3. Kapan waktu paling lambat untuk mendaftar?
Beragam, umumnya 1 bulan setelah kegiatan usaha dimulai atau saat kedudukan badan didirikan.
4. Bagaimana cara mendaftarnya?
Dapat dilakukan secara elektronik melalui portal WP atau secara langsung melalui pos/ekspedisi.
5. Apa yang terjadi jika saya tidak mendaftar?
Kepala KPP dapat menerbitkan NPWP jabatan berdasarkan hasil penelitian administrasi.
Dengan memahami ketentuan pendaftaran NPWP secara menyeluruh, Wajib Pajak dapat menjalankan kewajiban perpajakannya secara tepat waktu dan sesuai regulasi yang berlaku.
Sumber: Peraturan Direktur Jenderal Pajak PER-7/PJ/2025







