Hingga saat ini, ketidakpastian masih menghantui perekonomian secara global. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi hingga inflasi yang saling beriringan. Meskipun keduanya masih berjalan dalam tren yang bisa dibilang cukup aman, namun perkiraan resesi masih berpotensi terjadi.
Dalam kondisi seperti itu, BI (Bank Indonesia) melalui Perry Warjiyo selaku Gubernur BI mulai memaparkan proyeksi pertumbuhan ekonomi di masa yang akan datang, akan lebih rendah dari perkiraan yang telah ditetapkan pada APBN 2023. Hal tersebut disampaikan pada rapat pembahasan RATBI (Rencana Anggaran Tahunan BI) 2023 dengan Komisi XI DPR RI.
Dalam rapat pembahasan tersebut BI menyarankan bahwa perkiraan pertumbuhan ekonomi hanya akan sebesar 4,37%, yang mana angka tersebut masih lebih rendah dari angka perkiraan pada APBN 2023 yang diperkirakan sebesar 5,3%. Sedangkan dalam inflasi, BI memproyeksikan pergerakannya hanya akan sebesar 3,61%, yang mana angka tersebut masih cukup seimbang dengan perkiraan yang tercatat pada APBN 2023, yaitu sebesar 3,6%.
Baca juga Kenali Penyebab Ekonomi Global Gelap di Tahun 2023
Pada usulan tersebut, dapat diartikan bahwa keputusan BI merupakan sikap yang lebih realistis dengan memprioritaskan penanganan inflasi, meskipun terdapat risiko laju ekonomi yang akan terhambat, baik pada kuartal IV-2022 ataupun pada tahun 2023. Terlebih pada saat gelaran KTT G20 di Bali, dimana munculnya kesepakatan antara negara anggota yang sama-sama berkomitmen dalam mendorong ekonomi maju dengan menjaga stabilitas harga guna mengamankan inflasi.
Untuk diketahui, berdasarkan UU No. 28 Tahun 2022 terkait APBN 2023, pemerintah akan terus berupaya secara maksimal dalam melanjutkan pemulihan nasional ditengah-tengah ketidakpastian ini. Pemerintah juga mendukung adanya sumber-sumber yang memiliki potensi pertumbuhan baru. Selain itu, diakselerasi dalam pelaksanaan reformasi struktural juga harus segera dilakukan guna menstimulasi transformasi perekonomian inklusif dan berkelanjutan.
Meskipun pada tahun 2023 pemerintah akan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi akan lebih rendah dari yang diperkirakan dalam APBN 2023, namun pemerintah juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi akan kembali bertumbuh pada tahun selanjutnya yaitu 2024.









