Mengenal Tax Exile

Bagi para pecinta musik rock tentunya sudah tidak asing lagi dengan nama Mick Jagger dan David Bowie. Keduanya dikenal sebagai musisi penuh talenta yang memberikan inspirasi serta kontribusi yang besar dalam aliran musik rock. Namun, kedua tokoh superstar ini merupakan contoh dari sekian banyak superstar di dunia yang menjadi tax exile. 

 

Apa Itu Tax Exile? 

Tax exile atau pengasingan pajak merupakan istilah yang merujuk pada seseorang, biasanya individu kaya, yang memilih untuk meninggalkan negaranya dan memilih untuk menjadi Subjek Pajak Dalam Negeri (SPDN) di negara lain, dengan tujuan untuk menghindari pembayaran pajak penghasilan ataupun pajak lainnya.  

Istilah tax exile juga mengacu kepada individu yang telah berutang uang kepada otoritas pajak atau individu yang ingin menghindari tanggung jawab di masa depan terhadap perpajakan dengan tarif pajak yang mereka anggap tinggi, serta mereka memilih untuk tinggal di negara lainnya atau di yuridiksi asing yang memiliki tarif pajak yang lebih rendah atau bahkan tidak memiliki pajak. 

Pada umumnya, tidak terdapat perjanjian ekstradisi antar negara yang mencakup ekstradisi atas kewajiban pajak yang masih terutang. Dengan melakukan pengasingan pajak atau tax exile merupakan salah satu bentuk dari pengurangan atau penghindaran pajak atau kerap dikenal dengan istilah tax avoidance. 

Seseorang yang telah melakukan tax exile biasanya tidak akan bisa lagi kembali ke negaranya berasal tanpa dikenakan kewajiban pajak yang belum dibayarkannya. Tindakan ini dapat menjadi langkah untuk mencegah individu meninggalkan negara asalnya sampai pada ia telah membayar seluruh pajak yang masih harus dibayarnya tersebut. Sebagian besar negara akan mengenakan pajak kepada tiap individu yang tinggal di yuridiksi atau daerah mereka.

Meskipun pada tiap negara memiliki peraturan kependudukan yang berbeda-beda, tetapi umumnya individu yang dapat disebut sebagai wajib pajak dalam negeri adalah individu atau penduduk di suatu negara untuk tujuan perpajakan yang telah tinggal atau menghabiskan waktu setidaknya enam bulan (atau bisa juga menggunakan periode lain tergantung regulasi tiap-tiap negara) dalam satu tahun pajak pada negara tersebut. Selain itu, bisa juga individu atau penduduk yang memiliki keterikatan yang tetap terhadap negara tersebut, misalnya seperti individu yang sebagai pemilik properti tetap. 

Baca juga: Apa yang Dimaksud Dengan SPT Induk?

 

Faktor Penyebab Tax Exile 

Pada umumnya, tax exile dapat terjadi karena faktor pendorong dan faktor penarik. Faktor pendorong utama banyaknya superstar yang menjadi tax exile dan meninggalkan negara asalnya adalah tarif pajak. Kemudian, mereka sebagian besar akan pindah ke negara lain yang memiliki tarif pajak yang lebih rendah, memiliki rezim pajak ramah, dan memiliki yurisdiksi dengan sistem teritorial yang tidak memajaki penghasilan yang berasal dari luar negeri, misalnya seperti Irlandia, Swiss, Bahama, dan Monako. 

Sementara itu, yang menjadi faktor penarik tax exile adalah adanya tax competition. Tax exile merupakan dampak tidak langsung dari kompetisi dalam hal memperebutkan sumber daya manusia bertalenta tinggi. Salah satu tanda dari kompetisi ini adalah adanya perlakuan khusus terhadap individu SPDN di negara lain. Misalnya, pada tahun 1966 Amerika Serikat mulai memperkenalkan terkait konsep resident alien, yang memberikan keuntungan pajak bagi para ekspatriat yang memiliki kriteria tertentu. 

Pada saat yang sama, di separuh pertama tahun 1960-an, dunia tengah di landa demam terhadap british invasion. Dimana album, aksesoris, serta konser grup band asal Inggris menjadi sangat laris di pasaran, sehingga para musisi saat itu bisa menjadi miliarder dalam sekejap dari penghasilannya dari royalti album dan lainnya. 

Namun, di balik fenomena tersebut yang menjadi persoalan mereka adalah pajak. Pasca Perang Dunia II, rezim PPh individu benar-benar mencekik, dimana tarif PPh menjadi sangat tinggi. Misalnya, tarif PPh untuk individu yang berada pada lapisan yang tertinggi bisa dikenakan tarif hingga lebih dari 80%. 

Kondisi di Inggris kala itu juga jauh lebih parah, hal ini terutama pada saat masa pemerintahan Harold Wilson sebagai Perdana Menteri pada tahun 1964. Politisi partai Buruh ini mendorong sistem PPh menggunakan tarif progresif. Salah satu kebijakan perpajakan saat itu adalah menetapkan tarif PPh untuk individu tertinggi sebesar 83%. Selain itu, untuk kelompok super kaya juga dibebankan surtax sebesar 15% atas penghasilan pasif yang mereka terima. 

Baca juga: Apa Itu Pajak Kegiatan Membangun Sendiri?

 

Fenomena Tax Exile yang Terkenal 

  • Pada awal tahun 1970-an, beberapa anggota band The Rolling Stones memutuskan menggunakan perwalian dan juga perusahaan lepas pantai agar dapat menghindari pembayaran pajak Inggris. Mick Jagger yang merupakan vokalis utama grup ini merupakan orang pertama yang menjadi tax exile
  • Pada tahun 1975, Rod Stewart meninggalkan Inggris dan memilih membangun rumah di Los Angeles dengan alasan untuk menghindari pajak sebesar 83% atas orang-orang dengan penghasilan tinggi di Inggris.
  • David Robert Jones atau yang lebih dikenal dengan David Bowie merupakan seorang penyanyi, penulis lagu, dan aktor asal Inggris yang pada tahun 1976 memutuskan untuk pindah ke Swiss yang hanya dipajaki sebesar 10%, dimana mulanya ia menetap di Blonay dan kemudian pada tahun 1982 pindah ke Lausanne. 
  • Pada tahun 1975, grup rock terkenal asal Inggris yaitu Bad Company, pindah ke Malibu, California untuk menghindari yang dikatakan oleh gitarisnya, Mick Ralphs yaitu pajak yang sangat tinggi di Inggris
  • Pada tahun 1978, anggota grup band rock Pink Floyd menghabiskan waktunya tepat satu tahun di luar Inggris, hal tersebut juga karena alasan pajak 
  • David Barclay dan Frederick Barclay yang kerap disebut sebagai “Barclay Brothers” atau “Barclay Twins” merupakan miliarder Inggris yang tinggal di Brecqhou, salah satu dari Kepulauan Channel, yang terletak di sebelah barat Sark, namun mereka memberitahukan alamatnya di Avenue de Grande Bretagne, Montle Carlo, Monako 
  • Pada tahun 1970-an, Joe Lewis seorang miliarder Inggris sekaligus pemilik Tottenhum Hotspur FC pindah ke surga pajak lepas pantau di Kepulauan Bahama untuk menghindari pajak Inggris 
  • Pada tahun 1975, John Barry seorang komposer dari 11 film James Bond berpindah tempat tinggal ke Amerika Serikat, ia tinggal disana sampai kematiannya pada tahun 2011
  • Pada tahun 1968, Shirley Bassey mulai hidup sebagai tax exile dari Inggris, dan ia tidak dapat lagi bekerja di Inggris selama hampir dua tahun. Saat ini ia tinggal di Monte Carlo, Monako
  • Pada tahun 1973, Marc Bolan pindah dari Inggris ke Los Angeles karena alasan pajak penghasilan di Inggris, ia tinggal di sana sampai pindah ke London pada pertengahan tahun 1976 
  • Pada akhir tahun 1970-an, Michael Caine seorang aktor Inggris memutuskan untuk pindah ke Amerika Serikat, ia kemudian menetap di Beverly Hills, California untuk menghindari pajak 83% terhadap penerima penghasilan tertinggi yang berada di bawah pemerintahan Buruh James Callaghan pada saat itu di Inggris. Ia menghabiskan waktu beberapa tahun di Amerika Serikat sebelum akhirnya kembali lagi ke Inggris di bawah pemerintahan Konservatif Margaret Thatcher
  • Pada tahun 1980-an, Sean Connery seorang aktor Skotlandia memutuskan untuk meninggalkan Inggris dan menetap di Prancis, Spanyol, serta kemudian di Bahama karena alasan pajak
  • Ronnie Corbett dan Ronnie Barker menghabiskan waktunya di Australia pada tahun 1979 untuk mneghindari pajak atas penghasilan mereka pada tahun sebelumnya
  • Pada tahun 1950-an, Noël Coward meninggalkan Inggris karena alasan perpajakan, ia menerima kritik keras dari pers. Ia pertama kali menetap di Bermuda, namun selanjutnya membeli rumah di Jamaika dan Swiss
  • Gérard Depardieu yang sebelumnya berkewarganegaraan Prancis memutuskan menjadi tax exile, ia menjadi penduduk resmi Néchin, Belgia pada 7 Desember 2012. Selanjutnya, ia pada tanggal 15 Desember 2012 menyerahkan kembali paspor Prancisnya dan kemudian ia diberikan kewarganegaraan Rusia pada tanggal 3 Januari 2013.