Insentif Pajak Berakhir, Penjualan Mobil Diprediksi Tetap Meningkat

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) meyakini kebijakan stimulus Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) yang berakhir September lalu tidak akan berdampak pada penurunan penjualan mobil. Penjualan mobil baru diperkirakan akan tetap tinggi karena pulihnya daya beli.

Direktur Eksekutif Gaikindo Kukuh Kumara mengatakan, optimisme tumbuh sebagai penjualan mobil baru semakin meningkat. Pada September tahun lalu, penjualan kendaraan roda empat di Indonesia mencapai hampir 100.000 unit.

Baca juga Pajak Profesi: Pajak atas Penghasilan Salesman Otomotif

Ia mengatakan, kebijakan insentif PPnBM secara bertahap akan dihapus, yang menunjukkan bahwa permintaan pasar terhadap kendaraan masih baik.  “Ya daya belinya pasti ada. Harga sangat terjangkau, sehingga permintaan masih bagus,” ujarnya.

Di sisi lain, Yannes Pasaribu, pengamat otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB), memperkirakan berakhirnya kebijakan stimulus PPnBM sedikit banyak akan berdampak pada penurunan penjualan mobil.

Baca juga Kendaraan Listrik Sebaiknya Dipajaki Atau Bebas Pajak?

Ketika subsidi berakhir, harga kendaraan akan naik lagi. Dia mengatakan orang akan menunda membeli mobil baru sampai mereka memiliki cukup uang. “Semakin mahal mobil, semakin sedikit permintaan di pasar. Umumnya, orang bereaksi terhadap kenaikan harga dengan membeli mobil baru sampai mereka memiliki cukup uang untuk membeli model yang mereka inginkan” katanya.

Indikator penjualan mobil yang tinggi terus berlanjut di pameran GAIINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022. Telah tercatat bahwa nilai transaksi mencapai triliunan. Rincian transaksinya adalah GIIAS ICE BSD Tangerang Selatan dengan nilai transaksi Rp 1,557 triliun, Surabaya dengan nilai transaksi Rp 315,83 miliar dan Medan dengan nilai transaksi Rp 139,24 miliar.