Ingin Beli Rumah? Ketahui Perbedaan KPR dan KTA Dahulu

KPR atau KTA menjadi pertimbangan setiap insan yang ingin berencana membeli properti idaman, khususnya rumah tinggal. Perlu dipahami, keduanya adalah fasilitas kredit dari bank dan digunakan untuk membeli rumah, namun keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda-beda.

 

Definisi KTA

KTA atau Kredit Tanapa Agunana dapat dimanfaatkan untuk beberapa hal di antaranya, biaya pernikahan, pendidikan, pengobatan, modal usaha, renovasi rumah, hingga uang tunai untuk DP rumah baru.

Produk KTA dapat menjadi solusi bagi nasabah yang belum memiliki uang untuk membayar DP. Selain memiliki proses yang mudah, produk ini memiliki beberapa kelebihan seperti syarat mudah, cicilan ringan, dan bunga rendah.

 

Persyaratan Pengajuan KTA

Dalam mengajukan KTA, diperlukan persyaratan umum sebagai berikut:

  • Berstatus sebagai Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Memiliki usia 21-55 tahun
  • Memiliki pendapatan bersih bulanan minimum sebesar Rp3 Juta untuk wiraswasta, karyawan, dan profesional
  • Telah melengkapi dokumen yang diperlukan.

Proses pengajuan KTA sangatlah mudah, namun Anda perlu mempertimbangkan secara matang jika ingin menggunakan fasilitas KTA untuk membeli rumah. Jika salah perhitungan, besar kemungkinan Anda akan terbelit hutang dan berakhir pada kredit macet.

KTA memungkinkan seseorang membayar harga rumah idaman, namun pembayarannya dapat memberatkan. Hal ini dikarenakan, KTA merupakan pinjaman jangka pendek dengan bunga yang besar. Keadaan ini kedepannya dapat membuat pengelolaan keuangan berantakan.

 

Definisi KPR

KPR atau Kredit Pemilikan Rumah ialah produk pembiayaan untuk pembeli rumah dengan skema pembiayaan hingga 85%-90% dari harga rumah. Umumnya, KPR disediakan oleh perbankan, meskipun ada perusahaan pembiayaan yang menyalurkan pembiayaan dari lembaga sekunder untuk membiayai perumahan (housing financing).

Pengembang properti biasanya sudah bekerja sama dengan bank untuk memudahkan proses pengajuan KPR. Oleh karena itu, salah satu pertimbangan membeli rumah ialah bank yang menyalurkan KPR.

Baca juga: Apakah Balik Nama Rumah Kena Pajak?

 

Dokumen Persyaratan KPR

Permohonan KPR telah diajukan dengan mengisi formulir pemesanan unit dari pengembang dan melunasi biaya pemesanan dan uang muka. Jika Anda ingin mengajukan KPR, Anda perlu melengkapi formulir pengajuan kredit dan menyiapkan dokumen penting yang tertera dalam persyaratan berikut:

  1. Dokumen KPR Standar
    1. Usia maksimal 50 tahun ketika mengajukan permohonan KPR
    2. Akta nikah atau cerai
    3. Fotokopi KTP pemohon
    4. Surat keterangan WNI bagi WNI keturunan
    5. Kartu keluarga
    6. Dokumen kepemilikan agunan (SHM,IMB,PBB).
  2. Dokumen Tambahan Karyawan
    1. Surat keterangan dari tempat bekerja
    2. Slip gaji
    3. Buku rekening tabungan yang menampilkan kondisi keuangan 3 bulan terakhir.
  3. Dokumen Tambahan untuk Wiraswasta atau Profesional
    1. Bukti transaksi keuangan usaha
    2. Catatan rekening bank
    3. SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan)
    4. NPWP
    5. Surat izin usaha lainnya seperti Surat Izin Praktik untuk para dokter
    6. Tanda Daftra Perusahaan (TDP).

Baca juga: Bangun Rumah Harus Bayar Pajak? Cari Tahu Di Sini

 

Perbedaan KPR dan KTA

Keduanya memiliki perbedaan yang dapat dibandingkan pada aspek tertentu, di antaranya ialah:

  • Proses Pengajuan

Proses pengajuan KTA tergolong lebih mudah dan cepat, karena banyak bank yang kini memudahkan untuk melakukan pinjaman melalui KTA online. Setelah persyaratan dibutuhkan, maka pihak bank akan menginformasikan status peminjaman dalam waktu 1-2 minggu

  • Kebutuhan Biaya

Dilihat dari biaya yang dikeluarkan, tidak terlalu banyak perbedaan antara KPR dan KTA. Namun, perbedaan paling terlihat ialah pada biaya Down Payment (DP) yang perlu disiapkan saat mengajukan KPR. Umumnya, besaran DP ialah 20% hingga 30% dari nilai rumah. Namun, besaran DP ini tergantung dengan kebijakan pihak bank. Beberapa bank pun memiliki promo DP 0%. Sementara, jika menggunakan kredit KTA tidak perlu menyiapkan DP di awal. Meskipun, terdapat biaya povisi dan biaya asuransi yang sesuai dengan kebijakan bank tersebut

  • Bentuk dan Lokasi Rumah

Umumnya, KPR menawarkan rumah dengan tipe cluster atau rumah yang dibangun oleh developer tertentu. Salah satu kekurangannya ialah tidak bisa mendapatkan rumah sesuai desain yang diinginkan, karena mengikuti ketentuan developer. Jika Anda ingin membangun rumah Impian dengan desain dan mengincar lokasi tertentu, maka menggunakan KTA dapat menjadi solusi. KTA tersebut dapat digunakan untuk modal membeli rumah atau membangun rumah sendiri

  • Perbedaan Suku Bunga KPR vs KTA

Keduanya memiliki suku bunga yang ditentukan dari besarnya jumlah pinjaman, tenor yang dipilih, hingga kebijakan setiap bank. Bagi cicilan KPR, terdapat beberapa jenis suku bunga yang dapat dipilih, yaitu floating rate dan fixed rate dengan metode jenis suku bunga flat dan suku bunga efektif. Sementara, ada dua suku bunga pinjaman KTA. Pertama, suku bunga efektif yang dihitung sesuai nilai pokok utang bukan dari nilai pokok pinjaman. Keuntungannya, nilai bunga semakin berkurang seiring dengan pokok utang yang semakin sedikit. Kedua, suku bunga flat atau datar akan sama setiap bulan hingga cicilan KTA lunas.

  • Jangka Waktu Pinjaman

Salah satu kelebihan KPR dibandingkan KTA ialah masa tenor yang cukup panjang hingga 30 tahun. Sementara, jangka waktu pinjaman KTA tergolong lebih cepat, dimana rata-rata bank hanya menawarkan tenor pinjaman KTA mulai dari 1 tahun hingga maksimal 10 tahun.

Dengan perbedaan tersebut, lantas lebih baik KPT atau KPA? Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga Anda dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan Anda. Apabila ingin membeli rumah baru atau rumah bekas, maka KPR menjadi opsi terbaik. Hal ini dikarenakan, KPR memiliki tenor pinjaman yang panjang dan persyaratan pengajuan KPR harus dengan DP, sehingga dana yang dipinjam tidak sebesar KTA.

Sementara, jika ingin membangun rumah dari awal, maka KTA menjadi pilihan terbaik. Namun, Anda perlu menghitung lebih rinci biaya pembangunan rumah sebelum mengajukan pinjaman, agar mengajukan kredit dengan jumlah yang tepat. Kesimpulannya, baik KPR ataupun KTA, keduanya kembali lagi pada kemampuan finansial Anda.