Tim Nasional (Timnas) U-19 Indonesia berhasil menorehkan sejarah dengan memenangkan ASEAN U-19 Boys Championship 2024, atau yang lebih dikenal dengan Piala AFF U-19. Kemenangan ini diraih setelah mengalahkan Thailand dalam laga final di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya dengan skor 1-0 pada tanggal 29 Juli.
Gol tunggal yang membawa Indonesia menjadi juara dicetak oleh striker andalan timnas pada menit ke-78, yang disambut meriah oleh ribuan pendukung di stadion. Keberhasilan ini merupakan bukti nyata dari kerja keras para pemain, pelatih, dan seluruh jajaran timnas.
Namun, di balik semua itu, terdapat peran signifikan dari dukungan pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yang sebagian besar dananya berasal dari pajak. Pajak yang dibayarkan oleh masyarakat ternyata berperan penting dalam mendukung berbagai program pengembangan sepak bola di Indonesia. Dalam artikel ini, Pajakku mencoba mengulas lihat lebih dalam bagaimana peran pajak mendukung prestasi sepak bola Indonesia.
Pajak sebagai Sumber Pendapatan Negara
Sebagian besar pendapatan negara dalam APBN berasal dari pajak, sekitar 80 persen. Pada tahun 2023, pendapatan negara tercatat sebesar Rp 2.774,3 triliun, dengan penerimaan pajak mencapai Rp 1.869,2 triliun. Dana tersebut digunakan untuk berbagai belanja negara, termasuk untuk mendukung berbagai program kementerian dan lembaga. Salah satu kementerian yang mendapatkan alokasi dana ini adalah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), yang mengelola program-program kepemudaan dan olahraga yang bermanfaat bagi masyarakat.
Baca Juga: Dampak dan Implikasi Pajak bagi Sektor Olahraga
Peran Pajak dalam Sepak Bola Indonesia
Pada tahun 2023, Kemenpora menyalurkan bantuan sebesar Rp 399,5 miliar untuk pemusatan latihan nasional (pelatnas) tim nasional Indonesia U-17 dan penyelenggaraan FIFA World Cup U-17 2023, di mana Indonesia menjadi tuan rumah. Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, berharap anggaran ini dapat menjaga transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana. Dengan adanya dana yang besar, transparansi dan akuntabilitas sangat diutamakan agar dapat memberikan dampak positif terhadap prestasi sepak bola Indonesia serta meningkatkan kepercayaan internasional terhadap Indonesia.
Pada dasarnya, pajak memiliki peran yang sangat signifikan dalam keberlangsungan tim nasional sepak bola suatu negara. Dengan dana yang terkumpul dari pajak, pemerintah dapat mendanai berbagai program yang mendukung pengembangan sepak bola, mulai dari pelatihan pelatih, pembinaan pemain muda, hingga penyelenggaraan kompetisi nasional dan internasional.
1. Pelatihan dan Pembinaan
Dana pajak digunakan untuk mengadakan program pelatihan intensif bagi pelatih dan pemain. Pembinaan usia dini yang dikelola dengan baik akan menciptakan bibit-bibit unggul yang siap bersaing di kancah internasional.
2. Fasilitas Olahraga
Pajak juga berperan dalam pembangunan dan perawatan fasilitas olahraga seperti stadion, lapangan latihan, dan pusat kebugaran. Fasilitas yang memadai akan meningkatkan kualitas latihan dan performa pemain.
3. Kompetisi dan Turnamen
Penyelenggaraan kompetisi dan turnamen membutuhkan biaya besar. Pajak membantu menutupi biaya penyelenggaraan, sehingga dapat berjalan dengan lancar dan profesional.
4. Dukungan Operasional
Tim nasional membutuhkan dana operasional untuk mengikuti berbagai kompetisi internasional, seperti biaya transportasi, akomodasi, dan konsumsi. Pajak membantu memastikan kebutuhan operasional ini terpenuhi.
Baca Juga: Digaji Rp1,1 Miliar per Bulan, Segini Pajak yang Dibayar Pelatih Shin Tae-yong (STY)
Penetapan Anggaran PSSI
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menetapkan anggaran sekitar Rp 260 miliar untuk pengelolaan organisasi PSSI. Anggaran ini digunakan untuk operasional, membawa timnas ke berbagai pertandingan dunia, membayar para pelatih, serta untuk pelatihan-pelatihan. Erick menegaskan bahwa PSSI tidak boleh merugi, baik dalam hal prestasi maupun dalam mengembangkan usaha. Hal ini penting agar seluruh aktivitas pembangunan sepak bola Indonesia dapat dilaksanakan dengan baik.
Harapan untuk Sepak Bola Indonesia
Kemenangan Timnas U-19 ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi kebangkitan sepak bola Indonesia di kancah internasional. Dukungan dari pemerintah dan pengelolaan dana yang transparan serta akuntabel diharapkan dapat terus mendorong prestasi sepak bola Indonesia. Dengan meningkatnya kepatuhan pajak, diharapkan dana yang tersedia untuk mendukung olahraga, termasuk sepak bola, dapat terus meningkat.
Selain dari APBN, dukungan terhadap sepak bola tentunya juga datang dari berbagai sektor, termasuk sponsor swasta dan masyarakat. Kerjasama antara pemerintah, swasta, dan masyarakat sangat penting untuk keberlanjutan dan pengembangan sepak bola di Indonesia. Upaya peningkatan kualitas pelatih, pembinaan usia dini, serta penyediaan fasilitas yang memadai juga menjadi faktor kunci dalam mendukung prestasi sepak bola nasional.









