Disrupsi Rantai Pasokan Masih Menjadi Tantangan Pemulihan Ekonomi Global

Pandemi Covid-19 telah membawa perubahan signifikan dalam perekonomian global, salah satu dampak pandemi yang cukup mengganggu perekonomian global adalah disrupsi rantai pasokan global. 

Siapa sangka, disrupsi pada rantai pasokan ini memiliki efek ripple-down yang akhirnya mempengaruhi laju konsumsi dan pertumbuhan ekonomi negara-negara. Penyebaran virus covid-19 mendorong penutupan industri di seluruh dunia sementara sebagian dari konsumen terkena lockdown yang menyebabkan rendahnya tingkat konsumen dan aktivitas industri yang berkurang. 

Ketika lockdown berakhir, permintaan pun meningkat. Namun, rantai pasokan menghadapi tantangan besar untuk bangkit kembali. Baik produsen dan distributor mengalami kesulitan untuk memasok produk skala besar pasca lockdown karena berbagai alasan, termasuk kurangnya pekerja dan bahan baku. 

Sebagai contoh, China mengalami kekurangan listrik yang telah memengaruhi produksi domestik dalam beberapa bulan terakhir. Di belahan dunia lain, Inggris mengalami kesulitan karena Brexit yang mendorong kurangnya SDM pengemudi truk. Hal yang sama terjadi di Amerika Serikat serta Jerman sehingga terjadi backlog di pelabuhan negara terkait.

Baca juga Pahami Pengaturan Pajak Internasional dalam UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan

Dilansir dari analis makroekonomi, Tim Uy dalam ulasan media berita “kontrol perbatasan dan pembatasan mobilitas, tidak tersedianya izin vaksin global, dan permintaan yang meningkat secara tiba-tiba menjadi badai yang sempurna dimana produksi global akan terhambat karena pengiriman tidak waktu, kenaikan biaya dan harga, dan pertumbuhan PDB di seluruh di dunia tidak akan kuat.” 

“Pasokan kemungkinan akan mengejar ketinggalan untuk beberapa waktu, terutama karena ada bottleneck di setiap mata rantai pasokan, (tidak hanya) tenaga kerja seperti yang disebutkan, namun juga kontainer, pengiriman, pelabuhan, truk, kereta api, udara, hingga gudang,” tambahnya.

Meskipun saat ini ekonomi sedang dalam proses untuk bangkit kembali, disrupsi rantai pasokan ini tetap menjadi tantangan. Ketika masyarakat (konsumen) yang lelah akan Covid-19 memutuskan untuk belanja, barang-barang yang dibutuhkan tidak tersedia di pasar. Di Amerika Serikat, komoditas-komoditas seperti elektronik, kendaraan, hingga fashion merupakan komoditas yang paling terdampak dari disrupsi rantai pasokan ini. 

Kekhawatiran terbesar dari disrupsi rantai pasokan yang masih sulit untuk kembali adalah musim liburan yang sebentar lagi datang yaitu Natal dan tahun baru. Kelangkaan pasokan di pasar dan permintaan yang akan meningkat secara signifikan di masa liburan ditakutkan mampu mendorong peningkatan harga yang dramatis untuk beberapa komoditas.