Dalam menjalankan bisnis, penyusunan anggaran keuangan merupakan salah satu bagian yang cukup vital. Salah satu jenis anggaran yang memegang peranan penting adalah pengeluaran. Ada dua jenis pengeluaran yang lazim dilakukan dalam proses bisnis, yakni capex dan opex.
Mengenal Capital Expenditure (Capex)
Capex merupakan akronim dari Capital Expenditure yang memiliki makna pengeluaran yang dilakukan perusahaan untuk memperoleh aset tetap yang memiliki manfaat ekonomi lebih dari satu periode akuntansi, seperti misalnya gudang dan tanah, yang akan menjadi aset perusahaan. Aset modal yang diperoleh dari pengeluaran ini harus memiliki umur manfaat yang panjang serta pengaruh pada peningkatan kapasitas produksi bisnis.
Dari definisi tersebut, pengeluaran capex ini memiliki tujuan untuk menambah dan merawat aset perusahaan sehingga bisa memperkuat jalannya operasional bisnis sebuah perusahaan. Capex seringkali dianggarkan dari keuntungan yang diperoleh perusahaan
Jenis-jenis Capex
Menurut Saphiro (2005), ada beberapa jenis capex yang dibagi berdasarkan tujuan yang ingin dicapai, di antaranya:
- Penggantian Peralatan (Equipment Replacement)
Penggantian peralatan oleh perusahaan dilakukan untuk mengganti alat yang sudah rusak maupun kebutuhan lain untuk menambah kemampuan alat tersebut. Contohnya sebuah perusahaan percetakan yang melakukan penggantian mesin cetak karena alat yang dimiliki saat ini tidak berfungsi dengan baik. Jika tidak diganti, akan mengganggu proses produksi yang berujung pada penurunan pendapatan.
- Ekspansi untuk Peningkatan Pangsa Pasar dengan Produk yang Sudah Ada (Expansion to Meet Growth in Existing Product)
Pengeluaran ini biasanya dilakukan dengan membuka cabang baru atau menambah jumlah karyawan yang mebuat proses produksi menjadi lebih maksimal dan efisien.
- Ekspansi dengan Merilis Produk Baru (Expansion Generated by New Products)
Pengeluaran ini biasanya dilakukan jika perusahaan ingin melakukan ekspansi dengan inovasi baru seperti mengeluarkan produk baru. Jika produk baru tersebut membutuhkan aset baru, pembelian asetnya dianggap sebagai capex.
- Proyek untuk Menaati Peraturan yang Berlaku (Projected Mandated by Law)
Pengeluaran ini terjadi saat sebuah perusahaan melakukan pengeluaran karena ada aturan hukum yang berlaku. Contohnya adalah perusahaan tambang yang perlu melakukan pengeluaran untuk penghijauan atas operasional tambangnya. Ketentuan untuk melakukan penghijauan merupakan aturan yang sudah ditetapkan.
Mengenal Operational Expenditure (Opex)
Opex merupakan akronim dari Operational Expenditure yang memiliki makna biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan operasionalnya. Opex dikeluarkan untuk tetap menjaga kelangsungan aset serta menjamin operasional perusahaan yang direncanakan agar dapat berjalan lancar.
Baca juga: Ketentuan Perbandingan Utang Dan Modal Dalam PPh
Contoh biaya yang termasuk dalam opex adalah biaya sewa gedung, biaya listrik, gaji dan tunjangan karyawan, biaya transportasi dan perjalanan dinas, serta biaya administrasi dan keuangan. Biasanya, opex dicatat oleh perusahaan sebagai beban atau biaya dalam laporan laba-rugi, sehingga perhitungan pajak pada tahun pengeluaran tersebut terjadi dapat dilakukan. Akan tetapi, biaya yang termasuk dalam opex tidak meliputi depresiasi, bunga pinjaman, maupun pajak pendapatan. Opex dapat menjadi pilihan yang menarik saat arus kas perusahaan terbatas.
Perbedaan Capex dan Opex
- Dampak Jangka Panjang dan Pendek
Capex memiliki dampak jangka panjang kepada perusahaan, sementara opex hanya berdampak jangka pendek. Pengeluaran untuk capex juga dapat meningkatkan nilai aset jangka panjang perusahaan yang bisa dirasakan manfaatnya di masa depan, sementara pengeluaran untuk opex hanya dikeluarkan untuk menjaga bisnis tetap berjalan.
- Jangka Waktu
Pengeluaran untuk capex biasanya dilakukan dalam satu waktu atau dalam proyek tertentu, sementara pengeluaran opex harus dilakukan terus menerus demi menjalankan proses bisnis
- Keputusan Strategis
Pengeluaran untuk capex biasanya akan membutuhkan keputusan yang matang karena jumlahnya dan dampak jangka panjang, sementara untuk opex bersifat rutin sehingga tidak perlu Keputusan strategis yang kompleks
- Pengelolaan Keuangan
Capex akan dicatat sebagai aset dan akan depresiasi dalam beberapa tahun, sedangkan opex dicatat sebagai beban dan dihitung di setiap periode
Perlakuan Perpajakan Capex dan Opex
Pelakuan pajak terhadap capex dan opex dapat dibedakan sebagai berikut:
1. Capital Expenditure (Capex)
- Amortisasi dan Depresiasi
Capex tidak dapat dapat langsung dibebankan sebagai biaya dalam laporan laba rugi pada tahun pengeluaran. Sebaliknya, capex diakui sebagai aset dan didepresiasi atau diamortisasi selama masa manfaat aset tersebut. Depresiasi adalah pengalokasian biaya aset tetap secara sistematis selama umur manfaatnya.
- Pengeluaran Modal Lainnya
Beberapa jenis capex dapat diamortisasi, seperti pengeluaran untuk hak cipta, paten, atau lisensi, sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku.
2. Operational Expenditure (Opex)
- Pembebanan Langsung
Opex dapat langsung dibebankan sebagai biaya dalam laporan laba rugi pada tahun terjadinya pengeluaran. Hal ini berarti opex dapat mengurangi pendapatan kena pajak dalam tahun fiskal yang sama ketika pengeluaran tersebut terjadi.
- Deductible Expenses
Opex dapat dikategorikan sebagai deductible expenses, yaitu pengeluaran yang dapat mengurangi pendapatan bruto untuk menentukan penghasilan kena pajak. Namun, pengeluaran ini harus memenuhi kriteria kewajaran dan keharusan dalam konteks kegiatan bisnis.
Capex dan opex merupakan bagian penting dalam berjalannya sebuah bisnis atau perusahaan. Penting bagi pemilik bisnis untuk mengetahui ketentuan terkait capex dan opex serta aturan pajak di dalamnya.
Baca juga Berita dan Artikel Pajakku lainnya di Google News









