Ditjen Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menjalankan program pengungkapan sukarela (PPS) selama 10 hari sejak 1 Januari 2022. Total sejumlah 2.458 wajib pajak telah mengikuti program ini.
Berdasarkan data dari Pajak.go.id per 10 Januari 2022, nilai pengungkapan harta sudah tercatat sebesar Rp 1.165,18 triliun yang berasal dari 2.608 surat keterangan. Untuk data lengkapnya, berikut perinciannya per 10 Januari 2022:
|
|
10 Januari 2022 |
Pertumbuhan |
9 Januari 2022 |
|
Wajib Pajak |
2.458 WP |
16,1% |
2.118 WP |
|
Surat Keterangan |
2.608 Surat |
15,8% |
2,252 Surat |
|
Jumlah PPh |
Rp 140,46 M |
11,9% |
Rp125,52 M |
|
Nilai Harta Bersih |
Rp1.165,18 T |
11,4% |
Rp1.046,12 T |
|
Deklarasi Dalam Negeri |
Rp1.001,55 M |
12,1% |
Rp893,05 M |
|
Deklarasi Luar Negeri |
Rp95,53 M |
1,8% |
Rp93,81 M |
|
Investasi SBN |
Rp68,17 M |
15% |
Rp59,29 M |
PPS atau yang dikenal dengan tax amnesty (pengampunan pajak) jilid II adalah program yang diberikan pemerintah bagi wajib pajak untuk memberi kesempatan pada mereka untuk mengungkapkan atau melaporkan harta yang telah berlalu secara sukarela.
Pelaporan PPS dapat dilakukan secara online melalui situs djponline.pajak.go.id secara 24/7.
Ada dua kriteria wajib pajak yang dapat mengikuti PPS, yaitu wajib pajak peserta tax amnesty dan wajib pajak orang pribadi. Pelaksanaan tax amnesty jilid II dimulai pada 1 Januari 2022 dan berakhir pada 30 Juni 2022.









