Awal Tahun 2024, Harga Beras Mulai Merangkak Naik

Beras menjadi salah satu jenis bahan pokok yang krusial dan memiliki peran penting sebagai makanan pokok di Indonesia. Selain menjadi sumber utama karbohidrat, beras juga memainkan peran budaya dan tradisional yang kuat. Masyarakat Indonesia sering mengonsumsi nasi dalam berbagai hidangan, dan nasi menjadi bagian integral dari berbagai upacara adat, perayaan, dan ritual.

Pertanian beras memainkan peran kunci dalam perekonomian Indonesia, dan banyak petani menggantungkan hidupnya pada produksi beras. Selain itu, konsumsi nasi di Indonesia cenderung tinggi, dan masyarakat sering mengonsumsinya setidaknya sekali sehari.

Meskipun beras memberikan energi dan sejumlah nutrisi, ada juga kesadaran tentang pentingnya diversifikasi konsumsi makanan untuk memastikan asupan nutrisi yang seimbang. Meskipun nasi tetap menjadi makanan pokok, masyarakat Indonesia juga semakin mengintegrasikan makanan lain seperti roti, mie, kentang, dan sumber karbohidrat lainnya dalam pola makan mereka.

Sebagai bahan pokok, beras seringkali mengalami fluktuasi harga di pasar. Beberapa faktor yang memengaruhi fluktuasi harga beras antara lain jumlah produksi dan persediaan, faktor cuaca, biaya produksi, kondisi ekonomi, kebijakan pemerintah, hingga perubahan pola konsumsi masyarakat.

Baca juga: India Kendalikan Inflasi Pangan, Ekspor Beras Kena Pajak 20 Persen

Petinggi negara beserta jajarannya seringkali mengecek secara langsung harga beras di pasar. Presiden Joko Widodo misalnya. Dalam lawatannya ke Pasar Mungkid, Mageland, Jawa Tengah, presiden meninjau langsung harga beras di sana sekaligus berbincang dengan pedagang pasar. Pasca bincang dengan pedagang dan pembeli, Jokowi mengakui adanya kenaikan harga beras di pasaran.

Menurut Presiden Jokowi, kenaikan harga beras di awal tahun ini lantaran petani belum masuk musim panen raya. Jokowi menilai, saat sudah memasuki musim panen raya, produksi beras akan kembali melimpah, sehingga harga beras perlahan akan turun. Di negara lain pun, menurut Jokowi sedang dilanda masalah yang sama. Hampir di semua negara harga beras mengalami kenaikan akibat gagal panen.

Masalah perubahan iklim menjadi salah satu faktor yang menyebabkan gagal panen. Hal ini menjadi masalah di 22 negara lainnya yang menghentikan kebijakan ekspor berasnya dan memprioritaskan beras untuk kebutuhan dalam negerinya. Oleh karena itu, Presiden dalam lawatannya ke Yogyakarta juga sekaligus memberikan bantuan beras kepada masyarakat secara langsung.

Dalam jangka panjang, pemerintah juga telah memproyeksikan bantuan beras seberat 10 kilogram kepada 22 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Bantuan ini akan diberikan hingga juni 2024 dan dapat diperpanjang jika anggaran negara mencukupi.

Beras sendiri merupakan salah satu komoditas pangan yang harga ecerannya masih berada dalam level tidak aman dalam beberapa tahun terakhir. Edy Priyono, Deputi III Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Bidang Perekonomian mengatakan harga beras medium masih berada di atas harga eceran tertinggi (HET) meskipun relatif stabil.

Pemerintah telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) beras medium senilai Rp11.400. Akan tetapi, rata-rata harga beras medium di pasaran saat ini masih berada di Rp14.850 per kilogram, sehingga masih ada selisih sebesar 30,26%.

Baca juga: Intervensi Pemerintah dalam Menstabilkan Harga Pangan

Kenaikan harga beras ini membuat Perum Bulog berkomentar. Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi menyebutkan kenaikan harga beras di awal tahun ini disebabkan, karena keterlambatan masa tanam dan rendahnya hasil produksi di awal tahun ini. Faktor lain yang menyebabkan kenaikan harga beras menrut Bayu adalah perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina. Perang Rusia dan Ukraina menyebabkan rantai pasok terganggu yang menyebabkan perjalanan menjadi lebih panjang.

Bayu mengatakan pihaknya terus melakukan upaya untuk menekan harga beras agar tidak kembali naik. Salah satu caranya dengan menggenjot penyaluran bantuan pangan dan intervensi harga melalui Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP).