Waw, Negara Ini Raup Untung Pajak Dari Netflix Sampai Rp 8,84 Miliar!

Perusahaan penyedia layanan streaming online, Netflix telah melaporkan pembayaran pajak sejumlah AU$ 868.000 atau sekitar Rp 8,84 miliar kepada Pemerintah Australia pada tahun lalu.

Juru bicara Netflix pun menyatakan pajak tersebut tidak memperhitungkan pendapatan dari pelanggan Netflix di Australia. Hal ini disebabkan, tagihan pada pengguna Netflix Australia dilakukan entitas perusahaan yang basisnya di Belanda.

Juru bicara Netflix pun menyebutkan, telah menyampaikan laporan keuangan sesuai kebutuhan. Dalam laporannya kepada Komisi Sekuritas dan Investasi Australia, Netflix telah mencetak laba sebesar AU$ 1,5 juta setelah pajak pada tahun 2021. Sementara itu, pendapatan kotornya mencapai US$ 30,7 juta atau naik sekitar 49% dari tahun sebelumnya.

Netflix pun menyatakan telah memperoleh keuntungan dari penerapan lockdown akibat Covid-19 di tahun lalu. Apalagi, dari tingginya minat penonton pada beberapa tayangan seperti Bridgerton, Squid Game, dan Ozark.

Telsyte’s 2021 Australian Entertainment Subscription Study menyatakan Netflix sebagai raksasa penyedia streaming video memiliki sejumlah 6 juta pelanggan lokal. Dengan memperhitungkan harga paket AU$ 11 sampai AU$ 20 per bulan, Netflix pun diperkirakan mencapai nominal AU$ 850 juta.

Dilansir pada smh.com.au, Netflix Australia pertama kali membuka kantornya pada tahun 2019. Perusahaan ini pun kemudian menciptakan beberapa program lokal seperti Clickbait dan Byrons Baes yang banyak diminati pelanggan.

Secara global, Netflix telah kehilangan sebanyak 200.000 pelanggan untuk pertama kalinya dalam 1 dekade, sehingga mengalami rugi hingga AU$ 54 miliar. Dalam menaikkan jumlah pelanggan, Netflix pun berencana untuk menawarkan skema berlangganan yang lebih murah.

Sementara itu, di Milan, Italia. Netflix dikabarkan mengalami perkara sengketa pajak. Italia mengeluarkan pernyataan bahwa Netflix diminta untuk membayar lebih dari 59 juta dolar AS atau sekitar Rp 865,67 miliar untuk periode Oktober 2015 sampai 2019. Nominal ini meliputi pajak, bunga, dan denda.

Selain itu, Netflix pun disebutkan membentuk badan hukum di Italia tahun ini untuk menentukan beban pajak Italia berdasarkan langganan penduduk Italia. Pengungkapan ini didukung oleh hasil penyelidikan oleh petugas pajak Italia karena hadirnya infrastruktur teknologi dan 350 server di Italia yang menghasilkan pendapatan.

Berdasarkan hal tersebut, Netflix Italia diwajibkan untuk membayar pajak karena mengandalkan infrastruktur digital untuk mengalirkan konten ke dua juta pengguna di Italia.