Tingkatkan Milenial Sadar Pajak Bukan Buta Pajak

Kesadaran dan kepedulian pajak merupakan salah satu bentuk upaya bela negara yang dapat dilakukan oleh kaum milenial. Kaum milenial atau Generasi  Y adalah generasi yang lahir kisaran tahun 1980 hingga tahun 1995, saat teknologi sudah diperkenalkan Penduduk usia produktif adalah penduduk usia kerja yang dapat menghasilkan barang dan jasa. Mengingat kaum milenial termasuk dalam rentang usia kerja (15-64 tahun), mereka memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam kesadaran dan kepatuhan perpajakan. 

 

Pentingnya Pajak Bagi Negara 

Salah satu sektor penting bagi pendapatan negara adalah pajak. Dapat dikatakan bahwa pajak merupakan tulang punggung penting bagi suatu negara. Kehidupan warga negara dan kemajuan bangsa ini sangat membutuhkan pajak. Rakyat dan pemerintah harus bahu membahu untuk menjadikan negeri ini menjadi lebih baik lagi dengan melaksanakan tugas masing-masing.

 

Kesadaran Pajak  

Beberapa hal yang mengurangi kesadaran perpajakan, seperti prasangka negatif masyarakat terhadap keterbukaan pemerintah terhadap penggunaan dana pemungutan pajak, juga perlu dihindari. Selain itu, kurangnya informasi tentang perpajakan seperti cara membayar pajak akan menyebabkan penundaan pembayaran pajak.  

Tak dapat dipungkiri bahwa pajak menjadi pemberi masukan terbesar ke dalam kas negara, ini menunjukkan bahwa pajak adalah sumber dana bagi berbagai bidang dalam pemerintahan dan bahwa pajak sangat penting dalam kehidupan sehingga kita harus sadar untuk membayar pajak. Diharapkan membayar pajak bukanlah hal yang membebankan atau paksaan bagi masyarakat, terutama bagi kaum milenial.

 

Kesadaran Kaum Milenial Akan Pajak 

Sepertinya tidak ada manusia yang suka dengan pajak dan itu hal yang sangat rasional. Namun, pemahaman ini perlu diubah melalui pemberian edukasi pajak. Sebagai milenial, janganlah menjadi generasi yang buta pajak. Pada dasarnya, dalam paradigma modern, kaum milenial perlu memiliki mindset kesadaran membayar pajak serta pentingnya pajak dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, sehingga mindset terkait keengganan membayar pajak di kalangan masyarakat sedikit demi sedikit dapat terkikis. 

 

Meningkatkan Kesadaran Pajak Kaum Milenial 

  • Menanamkan Keyakinan Akan Pentingnya Pajak Melalui Media Yang Sesuai 

Khususnya di kalangan milenial, menjadi warga negara yang taat pajak dapat dijadikan sebuah kebanggaan yang perlu ditanamkan. Media dapat meningkatkan kebanggaan dan kesadaran mereka terhadap pajak dengan mengadakan kontes-kontes terkait pajak seperti fotografi, artikel, festival film, dll. Secara tidak langsung dengan mengadakan kegiatan ini dapat menyebarkan informasi perpajakan dan menarik minat masyarakat untuk lebih paham dan sadar mengenai kewajiban perpajakannya. 

  • Menciptakan Wadah dan Media Pembelajaran Yang Mudah Diakses 

Media pembelajaran di era kemajuan teknologi tidak cocok dengan metode konvensional. Memudahkan kaum milenial atau wajib pajak untuk menerima informasi dalam jumlah dan kualitas yang sama secara bersamaan melalui edukasi pajak online yang dapat diakses oleh semua orang atau semua kalangan melalui blog, website, aplikasi, dsb. Melalui edukasi perpajakan maupun kegiatan seperti seminar/webinar perpajakan dapat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran pajak kaum milenial. Generasi ini pada umumnya dikenal dengan keakrabannya dengan media, komunikasi dan teknologi digital, sehingga pendekatan secara digital dinilai tepat untuk membantu meningkatkan kesadaran perpajakan. Diharapkan dengan adanya kegiatan seperti di atas, kaum milenial dapat membantu kembali menyebarkan betapa penting nya pajak bagi pembangunan negara.  

  • Melaksanakan Program Kegiatan Yang Relevan 

Ditjen Pajak sendiri sebenarnya memiliki beberapa program kegiatan yang diharapkan mampu mendorong atau meningkatkan generasi milenial sadar pajak, yakni Gerakan Sajak (Sadar Pajak) yang terdiri dari 4 gerakan. Pertama, yaitu Gerakan Majak (Manfaat Pajak). Langkah ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang pentingnya manfaat pajak melalui media sosial dan situs web yang menampilkan  manfaat  pajak untuk memasukkan kesadaran pajak ke dalam kaum milenial. Kedua, yaitu Gerakan Kompak (Komparasi Pajak). Langkah ini menunjukkan betapa pentingnya pajak bagi pembangunan negara, sehingga  diharapkan masyarakat sadar bahwa pajak untuk memajukan negara-negara seperti Jepang dan Australia di mana orang-orangnya membayar pajak sebagai suatu kebanggaan dan tanggung jawab kewarganegaraan.  

Selanjutnya, yakni Gerakan Ketebak (Keterbukaan Pajak). Gerakan ini memberikan transparansi kepada wajib pajak dalam pengelolaan pajak. Diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri kaum milenial dalam membayar pajak. Terakhir adalah Gerakan Sosialisasi e-Pajak. Langkah ini merupakan sosialisasi di masyarakat luas, mengingat masih kurangnya pengetahuan umum tentang keberadaan e-Pajak ini. Sistem perpajakan elektronik sendiri bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam menangani urusan perpajakan.