Pemerintah Ekuador berencana untuk melakukan penyederhanaan birokrasi dan menawarkan pajak dengan tujuan menarik investor asing untuk menanamkan modalnya di sektor teknologi informasi dan komunikasi atau TIK.
Menteri telekomunikasi Vianna Maino pun mengatakan pemerintah telah melakukan berbagai cara untuk menghapus hambatan dalam investasi TIK. Berbagai upaya tersebut pun mencakup pemangkasan birokrasi yang berbelit dan pemberian insentif pajak.
Ia pun menjelaskan bahwa telah menghilangkan banyak hambatan peraturan dan pajak. Perusahaan pun akan membayar lebih banyak pajak secara bertahap untuk tiap pelanggan baru setelah mencapai sejumlah klien tertentu.
Maino menjelaskan pajak telekomunikasi yang berlaku saat ini pun relatif lebih tinggi, sehingga menghambat pertumbuhan investasi di bidang TIK. Hasilnya, kondisi tersebut pun menimbulkan disinsentif bagi perusahaan untuk meluaskan jaringan telekomunikasi hingga ke wilayah terpencil.
Oleh karna itu, ia pun menegaskan, penghapusan pajak ini menjadi salah satu target yang dikejar oleh pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan investasi. Dengan adanya peningkatan investasi, ia pun berharap jaringan telekomunikasi mampu untuk dipasang hingga ke wilayah terpencil.
Dalam bnamericas.com ia pun menyebutkan Ekuador adalah negara yang sangat mahal dalam hal pajak telekomunikasi dan sedang menciptakan disinsentif untuk mencapai tempat-tempat tersebut.
Selain itu, Maino menjelaskan, pemerintah telah mempersiapkan insentif lainnya dalam bentuk pengurangan pajak atas paket seluler. Insentif ini pun akan mengizinkan operator untuk memberikan potongan pajak penggunaan spektrum hingga mencapai 50%.
Tidak hanya itu, Ekuador pun akan memajukan program dalam kemitraan untuk mempercepat penetrasi internet di berbagai wilayah. Pemerintah pun juga melakukan berbagai program perencana lainnya dengan tujuan meningkatkan bidang TIK.
Sebelumnya, pada Tahun 2020, pemerintahan Ekuador membuat kebijakan terkait jaringan telekomunikasi pula dalam Facebook. Dimana pada tahun tersebut iklan Facebook di Ekuador telah dikenakan pajak pertambahan nilai (PPN) sesuai tarif pajak setempat yang diberlakukan. Pajak pertambahan nilai ini dipungut oleh perantara keuangan. Hal ini berlaku untuk seluruh pengiklan di Ekuador.
Iklan tersebut akan dikenai pajak pertambahan nilai oleh perantara keuangan terlepas dari proses pembelian iklan Facebook untuk kepentingan bisnis atau pribadi, karena pajak pertambahan nilai yang dibebankan berada di luar platform Facebook yaitu perantara keuangan. Dengan ketentuan ini, pengiklan tidak akan mencapai abang batas tagihan lebih cepat, tetapi dimungkinkan akan terkena tagihan melebihi jumlah ambang batas tagihan pengiklan. Apabila pengiklan membayar iklan Facebook menggunakan metode pembayaran manual, maka pengiklan akan dikenakan PPN sesuai tarif yang berlaku saat akun iklan didanai.









