Presiden Amerika Serikat Donald John Trump menyalahkan Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Barack Obama disalahkan dikarenakan kebijakannya dalam pengujian laboratorium. Ia mengatakan bahwa pemerintahan Obama membuat kebijakan pengujijan yang ternyata sangat merugikan apa yang mereka sedang lakukan. Mereka juga mencabut kebijakan tersebut beberapa hari yang lalu, sehingga pengujian dapat dilakukan dengan lebih cepat dan akurat.
Walaupun begitu, Trump tidak memberikan kejelasan secara mendetail tentang apa kebijakan yang di buat oleh Mantan Presiden AS Barack Obama. Ajudan dari senator Lamar Alexander, Taylor Haulsee mengatakan bahwa klaim dari presiden Amerika Serikat tersebut tidak akurat. Dalam pemerintahan Obama memang terbukti pernah memberi ajuan Administrasi Makanan dan Obat-obatan atau Food and Drug Administration (FDA) guna membuat “Pengawasan lebih” dalam pengujian diagnostik.
Dengan kata kata klaim Trump tidak akurat, Haulsee tidak sendirian. Seorang pakar kebijakan yang berada di Asosiasi Laboratorium Kesehatan Masyarakat, Peter Kyriacopoulos memiliki pendapat yang sejalan dengan Haulsee. Walaupun terdapat sebuah wacana bagi FDA untuk melakukan pengawasan lebih, namun hal tersebut tidak pernah direalisasikan.
Selain itu, Trump mengatakan bahwa pemerintah akan mengadakan pemangkasan pada pajak penghasilan, terutama bagi para pekerja dengan sistem upah per jam. Pemerintah AS juga berencana untuk memberikan kredit bagi pemilik bisnis kecil seperti UMKM dan sejenisnya, dan juga bekerja sama dengan maskapai dan kapal pesiar untuk mengatasi penyebaran virus corona. Selain itu, Gedung Putih berencana untuk mengundang kepala dari Wall Street untuk bertemu dengan presiden Amerika Serikat dalam minggu ini.
Mnuchin mengatakan bahwa ada beberapa bagian ekonomi yang terkena dampak, terutama pekerja yang terpaksa dirumahkan, pekerja keras yang harus menjalani karantina di rumah dan mengurus keluarganya.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tengah mengkaji sebuah kebijakan baru yang diharapkan dapat meminimalisir terjadinya gejolak ekonomi yang diakibatkan oleh virus corona. Hal tersebut diharapkan akan dapat memberikan bantuan dalam meringankan beban para pekerja dan pelaku bisnis yang terkena dampak perlambatan ekonomi dikarenakan virus corona yang menyebar dan mengganggu rantai pasokan global.
Presiden Amerika Serikat Donal J. Trump berencana untuk meminta kongres setempat untuk memangkas pajak penghasilan (PPh) dan memberikan bantuan untuk para pekerja yang terkena dampak dari tekanan virus corona. Selain itu, pemerintahan Trump menutup semua unit keamanan kesehatan global di Dewan Keamanan Nasional. Tidak hanya itu, Ia juga mencabut Dana Krisis Kompleks 30 juta dollar AS atau setara dengan Rp 427 miliar, dan mengurangi pengeluaran kesehatan nasional hingga 15 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 213,4 triliun.
Wabah Virus Corona sampai pada hari Minggu (08/03/20). 213 pasien telah terinfeksi di Amerika Serikat, dan dengan 19 pasien yang terinfeksi telah meninggal dunia.







