Sri Mulyani Sebut Ekonomi Kembali Pulih, Walau Belum Sesuai Harapan

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I/2022 ialah sebesar 5,01% sesuai dengan rentang yang diperkirakan pemerintah.

Sri Mulyani pun mengatakan pertumbuhan ekonomi 5,01% menunjukkan kinerja pemulihan ekonomi untuk terus terakselerasi seusia mengalami tekanan akibat pandemi Covid-19. Namun, ia pun telah menilai capaian tersebut masih berada di bawah harapan pemerintah. Dalam sebuah acara, ia pun menyebutkan tentu berbesar hati karena terjadi pemulihan, tetapi masih dalam level yang belum diharapkan.

Sri Mulyani pun menuturkan penopang pertumbuhan ekonomi I/2022 agak berbeda dari prediksinya, meskipun dari aspek agregat tetap sama. Misalnya, komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga yang tumbuh ialah 4,34%, meskipun awalnya diprediksi akan lebih tinggi.

Hal lainnya yang juga menjadi perhatian ialah basis pertumbuhan di kuartal I/2021 yang rendah yaitu sebesar 0,7%. Karna itu, Menkeu pun mengatakan pemerintah akan memiliki pekerjaan untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi tetap berjalan sampai akhir tahun.

Sri Mulyani pun menjelaskan tantangan pemulihan ekonomi pada tahun ini akan berbeda dibandingkan pada 2 tahun sebelumnya. Saat pandemi mulai mereda, kini dunia dihadapkan dengan peningkatan tekanan geopolitik, terutama akibat dari perang Rusia dan Ukraina.

Perang Rusia-Ukraina pun telah memberikan efek rambatan yang kuat seperti kenaikan pada banyak harga komoditas, sehingga dapat menyebabkan lonjakan inflasi di sejumlah negara. Situasi ini pun berpotensi untuk menekan konsumsi masyarakat dalam menopang pertumbuhan ekonomi di tahun ini.

Menurut Sri Mulyani, APBN akan tetap memainkan peranan sebagai bantalan untuk menjaga daya beli dengan menyelenggarakan pemberian berbagai bantuan sosial dan subsidi. Ia pun menegarkan, daya beli masyarakat harus dijaga agar konsumsi dapat tumbuh di atas 5%. Namun, daya beli sekarang terancam karena harga komoditas dunia sudah meningkat.

Menteri Keuangan Sri Muyani pun sebelumnya memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2022 ialah sebesar 4,5%-5,2% dengan titik tengah 5,0%. Sementara itu, UU APBN 2022 menargetkan ekonomi untuk tumbuh sebanyak 5,2%.

Ia pun menjelaskan pula terdapat sejumlah tantangan baru kedepannya yang dapat menimbulkan guncangan, seperti disrupsi rantai pasok global yang memicu inflasi sampai perubahan iklim. Meskipun dunia berusaha untuk menahan perubahan iklim, namun suhu bumi akan terus naik.