Sri Mulyani dan Nadiem Makarim Sepakat Berikan Dana Abadi Untuk Seniman

Indonesia tumbuh sebagai negara beragam budaya. Dalam rangka memperpanjang umur budaya di tanah air, pemerintah resmi meluncurkan dana abadi khusus kebudayaan. Mendikbud Ristek Nadiem Anwar Makarim menjelaskan, Indonesia dengan belasan ribu pulau, ribuan suku, dan ratusan bahasa daerah menimbulkan tantangan tersendiri. Nah, agar pemerintah lebih fleksibel dalam merawat kekayaan asli Indonesia tersebut, pemerintah resmi mluncurkan ‘Dana Indonesiana’ sebutan dana abadi khusus untuk kebudayaan.

Dana Indonesiana ini dibentuk karena pemerintah telah memiliki berbagai pembatasan regulasi dan kriteria akuntabilitas dalam menyusun dan menganggarkan APBN. Sementara kegiatan budaya bersifat dinamis dan belum tentu bisa selalu mengikuti siklus anggaran kas negara tersebut.

Nadiem pun memaparkan bahwa kegiatan ekspresi budaya butuh panjang lintas satu tahun. Dimana membutuhkan sarana anggaran yang lintas tahun dalam pemanfaatan anggaran yang fleksibel karena penggunaan anggaran yang cukup ketat. Hal ini juga dilakukan untuk merevitalisasi kembali kegiatan ekspresi budaya, Kemendikbudristek dan Kemenkeu ikut mengucurkan Dana Indonesiana yang merupakan dana abadi.

Dana Indonesiana ini, dinyatakan tidak akan pernah digunakan dan akan diinvestasikan selamanya. Dana pokok tersebut pun akan ditambah dan diakumulasikan dari tahun ke tahun. Selain itu, hasil pengelolaan atau bunga dari dana pokok setiap tahunnya digunakan untuk mendukung kegiatan pemajuan kebudayaan. Dana Indonesiana ini, menurut Nadiem akan mengurangi dampak fluktuasi anggaran negara pada sektor kebudayaan. Di mana saat pandemi terdapat berbagai macam kebutuhan yang harus dialihkan, seperti jika anggaran tahun itu harus terpotong dan tidak ingin sektor budaya akan terdampak.

Adapun standar aktivitas atau kegiatan kebudayaan yang dapat menggunakan Dana Indonesiana akan diserahkan kepada penggiat dan pelaku kebudayaan di tanah air. Artinya baik ketentuan dan persyaratan yang dapat menggunakan Dana Indonesiana akan diciptakan dan diterapkan sendiri oleh budayawan itu sendiri. Sehingga dari sisi administrasi jauh lebih sederhana. Menurutnya, hasil pengembangan dana akan berorientasi pada jangka panjang untuk kemajuan sektor kebudayaan secara keseluruhan.

Rinciannya, terdapat lima kategori dukungan Dana Indonesiana yang dapat dimanfaatkan oleh para budayawan di Indonesia. Pertama, dukungan institusional organisasi yang melakukan berbagai aktivitas sehingga skalanya besar. Pendanaan event inisiatif strategis festival pusat perkumpulan komunitas dan ruang publik platform untuk menunjukkan kreasinya untuk menunjukkan pasar yang lebih besar. Kedua, produksi kreasi konten. Ketiga, sebagai sarana dokumentasi pengetahuan pelaksanaan kebudayaan yang bertujuan untuk diteruskan pada generasi penerus untuk dilestarikan, ditingkatkan, dan dimodifikasi. Keempat, mendorong cendekiawan untuk maju ke kancah internasional. Kelima, dapat dimanfaatkan untuk melakukan riset objek pemajuan kebudayaan di tanah air. Dalam kesempatan yang sama pula, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap Dana Indonesiana dapat mengumpulkan hingga Rp 5 triliun dan dapat berjalan dengan lancar.