Sosok di Buku Sejarah: AA Maramis dan Perannya Bagi Ekonomi Indonesia

Siapa yang tidak kenal dengan Alexander Andries Maramis atau AA Maramis. Namanya kerap sekali muncul di buku-buku sejarah sejak kita duduk di bangku sekolah. Perannya yang besar bagi Indonesia di awal kemerdekaan menjadikannya pahlawan nasional yang tahun 2019 lalu ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo. Untuk mengenal AA Maramis lebih dekat, mari kita simak artikel berikut. 

Awal Kehidupan AA Maramis

AA Maramis lahir di Manado 20 Juni 1897. Beliau menempuh pendidikan sekolah dasarnya di ELS Manado lalu melanjutkan pendidikan di sekolah menengah Belanda atau HBS di Batavia. Setelah lulus sekolah, ia menempuh pendidikan ke Belanda untuk belajar hukum pada 1919 di Universitas Leiden.

Pada saat menjalani pendidikannya di Universitas Leiden, Maramis terlibat dan aktif sebagai sekretaris organisasi mahasiswa bernama Perhimpunan Indonesia. Pada saat yang bersamaan, Maramis berhasil lulus dan meraih gelar Meester in de Rechten atau gelar ilmu hukum.

 Peran AA Maramis dalam Kemerdekaan RI

Di awal kemerdekaan, AA Maramis menjadi bagian dari Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang dibentuk pada 1 Maret 1945. Beliau kemudian menjadi bagian Panitia Sembilan yang bertugas untuk merumuskan dasar negara yang berdasarkan nilai utama dan prinsip ideologi Pancasila. Rumusan tersebut kemudian dikenal sebagai Piagam Jakarta yang kemudian menjadi Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Maramis kemudian menjadi salah satu orang dari 8 yang menandatangani Piagam Jakarta.

Dobrakan AA Maramis Sebagai Menteri Keuangan 

Setelah kemerdekaan Indonesia, Maramis masih terus aktif dalam perpolitikan Indonesia dan pada 26 September 1945, Ia pun diangkat sebagai Menteri Keuangan. Sebagai Menteri Keuangan, Ia mencetuskan institusi pengembangan dan percetakan uang kertas Indonesia pertama yang disebut Oeang Republik Indonesia (ORI). Tanda tangan Maramis sebagai Menteri Keuangan sendiri dapat ditemukan pada uang kertas denominasi 1,5, dan 10 sen dengan penambahan yang nantinya menjadi 1, 5 dan 100 rupiah.

AA Maramis sendiri tidak hanya sekali menjabat sebagai Menteri Keuangan, Ia dilantik sebagai Menteri Keuangan untuk menjadi anggota dari beberapa kabinet yaitu Kabinet Amir Sjarifuddin I, Kabinet Amir Sjarifuddin II, dan Kabinet Hatta I.

 

Kabinet

Tanggal

Kabinet Amir Sjarifuddin I

3 Juli 1947

Kabinet Amir Sjarifuddin II

12 November 1947

Kabinet Hatta I

29 Januari 1948

 

Tidak hanya sebagai sebagai Menteri Keuangan, AA Maramis juga ditunjuk sebagai duta besar Indonesia di pemerintahan darurat RI untuk empat negara yaitu Filipina, Jerman Barat, Uni Soviet, dan Finlandia.

Penghargaan yang Diterima AA Maramis

Berikut adalah deretan penghargaan yang diterima AA Maramis, 

  •   Bintang Mahaputra Pertama pada 15 Februari 1961
  •   Bintang Gerilya pada 5 Oktober 1963
  •   Bintang Republic Indonesia Pertama pada 12 Agustus 1992

·    Nama AA Maramis diabadikan sebagai nama Gedung Induk Kementerian Keuangan karena perannya yang sangat besar selama menjabat sebagai Menteri Keuangan