Skandal Pajak Juan Carlos Memicu Spanyol Menjadi Negara Republik

Deputi Perdana Menteri yang berasal dari partai kiri-jauh bernama Pablo Iglesias menyampaikan bahwa sudah saatnya Spanyol melakukan reformasi. Reformasi yang dimaksud yaitu merubah sistem kerajaan menjadi negara republik. Sistem kerajaan kini dinilai tidak sesuai bagi generasi muda negara Spanyol.

Adapun pemicu pernyataan dari Pablo Iglesias yaitu skandal keuangan yang dilakukan oleh Juan Carlos yang saat ini merupakan mantan Raja Spanyol. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Pablo Iglesias pada Sabtu (19/09/2020) tentang tanggapannya atas skandal keuangan yang melibatkan mantan raja Spanyol bernama Juan Carlos.

Menurut informasi, Mantan Raja Spanyol bernama Juan Carlos dilaporkan memiliki skandal pajak pada bulan Agustus lalu. Ia dilaporkan dikarenakan memiliki tunggakan pajak dengan jumlah sebesar 678.000 euro atau setara dengan nilai Rp 11 miliar sudah termasuk bunga dan denda. Usai melunasi tagihan yang dimilikinya, Juan Carlos meninggalkan tanah airnya dan saat ini tinggal di Uni Emirat Arab.

Menurut laporan yang disampaikan dari Reuters.com pada Kamis (10/12/2020) bahwa para pengacara Juan Carlos tidak memberikan rincian pajak miliknya. Hal tersebut disampaikan dalam sebuah pernyataan.

Walaupun demikian, menurut informasi dari surat kabar El Pais telah disampaikan bahwa Juan Carlos sedang berusaha menyelesaikan dugaan transaksi kartu kredit ilegal melalui layanan pendapatan. Kegiatan tersebut dilakukan guna menghindari tuduhan dalam penyelidikan dan sebagai upaya untuk kembali ke Spanyol.

Oleh karena itu, para pengacara Juan Carlos menyampaikan pembelaannya bahwa mantan Raja Spanyol tersebut biasanya tetap melayani kantor pajak guna menjalankan prosedur apapun apabila diperlukan kantor pajak.

Selanjutnya, adapun Pengadilan di Mahkamah Agung Spanyol yang telah membuka sejumlah penyelidikan terkait urusan bisnis milik Juan Carlos. Salah satu urusan bisnis yang dimaksud yaitu kontrak kereta berkecepatan tinggi di Arab Saudi. Adapun rincian bahwa Juan Carlos menerima gratifikasi senilai US$ 100 juta dari Raja Arab Saudi sebelum Raja Salman. Adapun kaitan dana tersebut dengan kontrak kereta berkecepatan tinggi di Arab Saudi.

Adapun pengganti mantan Raja Spanyol Juan Carlos yaitu putranya bernama Felipe. Raja Felipe secara resmi menjadi kepala negara Spanyol saat ini. Raja Felipe menyampaikan bahwa kondisi kerajaan aman dan terkendali. 

Perdana Menteri bernama Pedro Sanchez menyatakan sebuah kabar kepada saluran televisi Telecinco dalam sebuah wawancara bahwa skandal terkait perpajakan yang melibatkan Juan Carlos dengan gelar resminya Raja Emeritus.

Pedro Sanchez menyerukan penghormatan atas ‘praduga tidak bersalah’ tidak bersalah dalam menghadapi penyelidikan yudisial dari mantan Raja Spanyol tersebut. Ia terus kembali menolak komentar-komentar atas tuduhan korupsi Juan Carlos melalui pengacaranya.

Raja Spanyol memiliki kekuasaan dan kewenangan absolut selama masa pemerintahan mereka. Namun, pengunduran diri yang dilakukan oleh Juan Carlos pada tahun 2014 dapat dikenakan tuntutan atas kasus hukum.