Penting bagi masyarakat untuk mengenyam pendidikan. karena pendidikan memberikan pengetahuan berupa nilai dan moral kepada pelajarnya. hal tersebut dapat membangun individu bahkan kelompok menjadi sosok dewasa yang mampu bertanggung jawab dengan keputusan yang telah dipilih.
Salah satu aksi bertanggung jawab sebagai salah satu dari warga negara adalah dengan membangun kesadaran pentingnya pendidikan mengenai perpajakan. Pajak menjadi media yang dapat mencapai kesejahteraan kebutuhan masyarakatnya. Oleh karenanya pendidikan perpajakan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap peran pajak.
Masyarakat perlu memahami peran penting yang ada pada pajak. Sebab pajak merupakan sumber penerimaan negara terbesar. Pajak yang dipungut pemerintah dapat dikelola menjadi sumber kesejahteraan negara mulai dari pembangunan, membiayai dana beasiswa, memenuhi layanan sosial, ekonomi, hukum, pendidikan, Kesehatan dan lain sebagainya.
Pendidikan perpajakan dapat detemukan dengan cara formal dan informal. Pendidikan formal bisa didapatkan melalui instansi yang menyediakan layanan pendidikan seperti sekolah, kampus dan lain sebagainya.
Sedangkan pendidikan informal bisa didapatkan di lingkungan yang berbentuk kegiatan belajar secara mandiri atau kegiatan yang diselenggarakan di luar kegiatan sekolah yang bisa didapatkan lewat seminar, memanfaatkan internet, membaca dan atau menonton berita, dan lain sebagainya.
Sayangnya, begitu banyak sarana dan media yang tersedia bagi masyarakat masih ada beberapa diantara mereka yang belum memahami peran pajak. Kesadaran masyarakat terhadap pajak yang rendah menyebabkan target penerimaan pajak tidak tercapai khususnya pada beberapa tahun terakhir ini.
Pemerintah pun mengambil keputusan dengan berupaya membangun proyek-proyek demi membangkitkan kesadaran masyarakat. Salah satunya, Direktorat Jendral Pajak atau DJP telah membuat program Insklusi Kesadaran Pajak.
Program ini juga dibentuk dari kerja sama Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Melalui edukasi pajak ini, nilai-nilai wajib pajak sebagai pelaksana hak dan kewajiban warga negara pun dapat tersampaikan kepada masyarakat.
Pada pendidikan formal, dibutuhkan masukan materi perpajakan nasional sejak pendidikan sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Dengan demikian masyarakat terpelajar pun dapat meresapi wawasan dan pengetahuan perpajakan, sehingga dapat membangun kesadaran yang kuat.
Pada pendidikan informal, Lembaga perlu menyampaikan wawasan perpajakan melalui pelatihan, penyuluhan, atau bahkan pada organisasi masyarakat demi mendukung kebutuhan masyarakat khususnya dari pedalaman, nelayan, dan masyarakat pinggiran.
Edukasi perpajakan ini juga bisa diberikan langsung kepada masyarakat dengan melakukan pendekatan lewat masing-masing desa, kecamatan, hingga RT/RW terkait pentingnya pajak.
Dari sekian usaha yang dilakukan dan diberikan pemerintah, selanjutnya masyarakat perlu membangun opini yang baik dan menghindari isu hoax pada perpajakan. Sebab bagaimana pun juga pola pikir atau mindset masyarakat terhadap pajak sangatlah mempengaruhi rasio wajib pajak pada suatu negara.









